Kentang termasuk umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di Indonesia, tanaman ini termasuk jenis tanaman yang membutuhkan lahan yang subur.

Kentang dapat tumbuh optimal di ketinggian 1600-3000 meter diatas permukaan laut.

Berikut tahapan cara menanam kentang yang benar.

 Tahap persiapan lahan

  1.  Cangkul tanah agar subur, dan diamkan selama 3 hari
  2.  Beri pupuk kompos dan biarkan selama 7 hari
  3.  Buat bedengan dengan tinggi 30 cm, lebar 70 cm dan panjang sesuaikan dengan kondisi lahan, sedangkan     jarak antar bedengan 40cm
  4.  Buat lubang tanam dengan jarak tanam 20-25cm.

 Tahap penanaman

Pilih bibit kentang yang berkualitas dan sehat.

Ciri fisik bibit kentang yang baik yaitu seukuran telur bebek atau telur ayam dengan berat bibit 30-80 gram, dan tunasnya berukuran 2-3 cm atau sudah memiliki 3-5 tunas setiap bibit kentang

Tanam kentang sekitar satu minggu setelah lahan disiapkan.

Perlu diingat, jangan sampai kentang terlalu dalam di dalam tanah, tanam bibit kentang sedalam 8 cm dibawah permukaan tanah.

Letakkan tunas kentang menjulang ke atas permukaan tanah sehingga yang terlihat hanya tunasnya saja.

 

Tahap perawatan

Tahapan yang satu ini merupakan tahapan yang cukup rumit, perlu diketahui bahwa bunga yang tumbuh pada tanaman kentang harus segera dibuang,dan pemberian air tidak boleh berlebihan.

Untuk menghasilkan panen yang optimal, lakukan pemupukan kentang selama 20 hari sekali, dosisnya yaitu UREA 500 kg/hektar, ZA 150 kg, KCL 100 kg/hektar dan SP 36 400 kg/hektar.

Penyiangan rumput juga sangat penting untuk dilakukan, rumput dan berbagai hewan pengganggu harus disingkirkan dari tanaman kentang agar dapat tumbuh maksimal.

Hama yang biasa menyerang tanaman kentang yaitu ulat grayak (spodoptera litura), kutu daun dan thrips.

Sedangkan penyakit yang biasa menyerang adalah layu bakteri, busuk daun dan busuk umbi.

 

Tahap pemanenan

Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah jangan terlalu dini atau erlalutua saat panen kentang.

Biasanya kentang bisa dipanen umur 85 hari setelah tanam,  atau amati jika warna hijau daunnya sudah memudar atau mengering maka itulah waktu yang tepat untuk panen.

Demikian cara menanam kentang yang benar semoga bermanfaat untuk anda semua, selamat bercocok tanam.

Untuk membeli benih, bibit, pestisida atau peralatan pertanian silakan kunjungi SentraTani.com

 

Artikel Terkait

Budidaya Buncis Buncis merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Buncis banyak ditemukan dalam berbagai jenis masakan yang be...
Budidaya Brokoli Potensi Pasar Brokoli Memiliki harga jual yang mahal serta banyak orang membutuhkannya. Kedua alasan inilah yang menjadi dasar mengapa banyak orang...
Cara Menanam Kangkung di Polybag Selama ini masih sedikit orang yang mengetahui cara menanam kangkung di polybag. Selama ini orang masih berpikiran bahwa untuk menanam kangkung, harus...
Cara Budidaya Buncis Agar Berbuah Lebat Buncis merupakan salah satu bahan utama dari berbagai ragam menu hidangan nusantara, karena itu pasar buncis diyakini tidak pernah sepi, selain untuk ...
Cara Menanam Tomat Anti Gagal Cara menanam tomat anti gagal kira-kira sebagai berikut: Tahap persiapan lahan Lahan harus dibajak atau dicangkul agar subur Buat bedengan ...
Budidaya Pala Pala merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa dengan mudah tumbuh di kawasan Indonesia. Itulah mengapa, budidaya pala sudah banyak dilakukan di In...
Budidaya Kedelai Edamame Saat ini budidaya kedelai edamame mulai banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Jenis kedelai yang berasal dari Jepang ini memiliki bentuk yang le...
Cara Menanam Kangkung Darat Yang Benar Cara menanam kangkung darat yang benar cukup sederhana,dimulai dengan menanam kangkung di media tanam yang telah disiapkan. Kangkung darat memiliki...