Sebagai sesama keluarga kacang-kacangan ada kesamaan cara menanam kacang panjang dengan kacang hijau atau kacang lainnya. Ada keuntungan yang bisa didapatkan dengan menanam kacang panjang. Karena selain bisa digunakan untuk konsumsi sendiri, kacang panjang juga bisa menjadi salah satu media untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga. Pun, bisa pula sebagai media untuk meningkatkan penghasilan dengan cara menjual hasil panen kacang panjang tersebut.

cara menanam kacang panjang

Proses budidaya kacang panjang ini cukup mudah dan bisa dilakukan di halaman rumah yang kosong sekalipun. Namun, kacang panjang ini akan mampu tumbuh secara optimal pada lahan yang memiliki karakter tanah latosol atau lempung berpasir. Selain itu, karakter tanah gembur, subur dan kaya akan unsur hara, juga menjadi pendukung agar kacang panjang bisa tumbuh dengan baik. Hal ini semakin sempurna bila didukung sistem drainase yang bagus.

Kadar PH tanah yang dianjurkan untuk menanam kacang panjang berkisar 5-6. Bila terlalu asam atau di bawah 5, sebaiknya dicampur dengan dolomite. Sebaliknya bila terlalu basa atau lebih dari 9, maka harus diberi campuran belerang sebelum digunakan untuk menanam kacang panjang.

Suhu yang dianjurkan di lingkungan berkisar antara 25-30 derajat Celcius. Curah hujan ideal pun berkisar 700-1200 mm/ tahun. Ketinggian lahan yang dianjurkan pun sebaiknya tidak melebihi 800 meter di atas permukaan laut yang memiliki iklim kering.

Cara menanam

Cara menanam kacang panjang diawali dengan memilih jenis bibit. Ciri bibit yang baik antara lain memiliki tampilan bernas atau kusam. Selain itu, perkecambahan bibit kacang panjang harus lebih dari 90%. Bibit harus sempurna dan tidak cacat. Selain itu, bibit tidak boleh mengandung penyakit atau hama tanaman.

Proses penanaman akan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan. Sehingga benih yang baru ditanam bisa mendapatkan asupan air yang cukup. Benih yang sudah disiapkan tersebut, dimasukkan ke dalam lubang tanam yang telah dibuat. Dimana untuk setiap lubang berisi 2 buah benih kacang panjang. Selanjutnya, tutup dengan menggunakan tanah tipis atau bisa juga ditutup dengan abu dapur yang dicampur pupuk kandang.

Proses penyulaman tanaman dilakukan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh dengan sempurna, terkena penyakit atau juga mati. Tujuan penggantian ini agar tanaman kacang panjang bisa tumbuh secara serempak. Penyulaman ini sebaiknya dilakukan pada usia tanam 5-7 hari.

Proses penyiangan harus rutin dilakukan untuk membersihkan gulma yang bisa menyerap kandungan pupuk bagi kacang panjang tersebut. Pemupukan susulan juga sangat dianjurkan untuk menjaga kandungan kesuburan tanah. Perlu diperhatikan pula, proses pengairan agar tanaman tetap mendapatkan asupan air yang cukup selama proses tanaman berlangsung.