Kacang panjang termasuk sayuran yang banyak digunakan oleh konsumen sebagai bahan baku beragam masakan, tak heran jika permintaan kacang panjang slalu ada sehingga prospek usaha budidayanya tetap menjanjikan, apalagi budidayanya tergolong sederhana dan singkat, paling lama 2 bulan pasca tanam sudah dapat dipanen.

Pola Tanamnya pun bisa menggunakan sistem monokultur atau tumpangsari, sehingga petani dapat mengusahakan beragam komoditas dalam satu hamparan.

Untuk cara menanam kacang panjang yang baik ada beberapa tahap yang harus diperhatikan.

Tahap persiapan lahan

Setelah menentukan varietas yang berkualitas unggul, selanjutnya adalah mempersiapkan lahan yang akan ditanami.

Terdapat 2 sistem penanaman pada kacang panjang yaitu menggunakan mulsa hitam perak atau tanpa mulsa.

Pola tanamnya bisa satu baris atau 2 baris tanaman pada tiap bedengan/guludan.

Lahan yang akan ditanami digemburkan terlebih dahulu dengan dicangkul atau dibajak menggunakan traktor kemudian buat guludan atau bedengan.

Ukuran guludan disesuaikan dengan rencana pola tanaman, jika pola tanamnya satu baris, maka buat guludan dengan lebar 40-50 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antar guludan 30-40 cm, untuk panjang guludan disesuaikan dengan kondisi lahan.

Jika akan menerapkan pola tanam 2 baris bedengan dibuat 60-80 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm.

Selanjutnya taburkan dolomit atau kapur pertanian di atas bedengan, kebutuhan dolomit disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah sebelum diberi perlakuan, misalnya jika pH awal 5,6 , maka kebutuhan kapur pertanian sebanyak 2,65 ton per hektar.

Tambahkan pupuk kandang sebanyak 10-20 ton per hektar, pupuk diaduk rata dengan tanah, kemudian rapikan bedengan kembali.

Sampai pada tahap ini pun sebenarnya bedengan sudah dapat langsung ditanami, namun bila akan menerapkan sistem mulsa plastik, tahapannya sedikit berbeda, bersamaan dengan penambahan pupuk kandang, tambahkan juga pupuk dasar kimia berupa TSP dan KCL masing-masing 15 gram per lubang tanam,tutup bedengan dengan tanah,lalu rapikan kembali permukaan bedengan, kemudian tutup bedengan dengan mulsa hitam perak. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada siang hari agar musa dapat ditarik dan dikembangkan maksimal.

Tahap penanaman

Budidaya kacang panjang tidak melalui proses persemaian sehingga benih bisa langsung ditanam dilahan.

Pada sistem penanaman tanpa mulsa lubang tanam bisa langsung dibuat di atas bedengan menggunakan tugal, jarak tanamnya adalah 20×50 cm atau 30×40 cm. Di samping lubang tanam diberi pupuk TSP dan KCL masing–masing 15 gram.

Sedangkan pada sistem mulsa plastik, satu hari sebelum tanam, pada bedengan dibuat lubang tanam pada mulsa secara hati-hati, untuk memudahkan dalam penanaman lakukan juga penugalan, jarak tanamnya yaitu 30-40 cm dalam barisan dan 50-60 cm untuk jarak antar barisan. Dengan lebar bedengan 60-80 cm maka tiap bedengan dapat ditanami 2 baris tanaman, dan populasinya sekitar 50.000 tanaman per hektar.

Masukkan benih ke dalam lubang tanam, tiap lubang tanam diisi dengan 2 butir benih, kemudian lubang tanam ditutup dengan tanah tipis, sekam padi atau abu dapur.

Untuk menanami 1 hektar lahan dibutuhkan benih sekitar 15-20 kg.

Biasanya 4-7 hari setelah tanam benih sudah berkecambah, jika ditemukan benih yang tidak tumbuh sebaiknya cepat diganti, proses penyulaman perlu dilakukan sebelum usia 14 hari setelah tanam, supaya pertumbuhan tanaman seragam.

Pada fase awal perkecambahan hingga tanaman muda, sangat memerlukan ketersediaan air, bila tidak ada hujan penyiraman sangat disarankan dilakukan  setiap hari, sedangkan pada fase selanjutnya penyiraman tidak dilakukan intensif tapi disesuaikan dengan kondisi kebun, yang penting tanah tidak kering atau becek.

Tanaman kacang panjang membutuhkan ajir atau turus sebagai sarana untuk merambat, alat bantu ini sebaiknya dipasang secepat mungkin usai benih berkecambah, agar tidak mengganggu sistem perakaran, ajir yang digunakan bisa berupa belahan bambu dengan tinggi 1,5-2 meter. Ajir dipasang berdekatan dengan lubang tanam, beberapa bagian dari tanaman kacang panjang diikatkan pada ajir agar tanaman tidak menjalar kemana-mana.

Tahap perawatan

Pada usia 5 hari setelah tanam tanaman diberi pupuk susulan, jenis pupuk kimia yang diberikan adalah NPK 15:15:15 sebanyak 2-3 gram per tanaman. Aplikasi uuk susulan ini dapat dilakukan 2 cara yaitu langsung ditabur atau dikocor.

Bila langsung ditabur dilakukan dengan cara membuat larikan di antara dua tanaman sepanjang bedengan, setelah ditaburkan lalu ditutup kembali menggunakan tanah.

Namun bila memilih dikocor, NPK terlebih dahulu dilarutkan dalam air, caranya larutkan NPK sebanyak 100-150 gram kedalam ember berukuran 13 liter, larutan ini cukup untuk 50 tanaman sehingga tiap tanaman diberi satu gelas berukuran 240 ml.

Selain pemupukan susulan juga perlu dilakukan penyiangan gulma atau rerumputan, sebab rerumputan sangat mungkin menjadi pembawa hama maupun penyakit.

Penyiangan ada baiknya rutin dilakukan setiap 2-3 minggu sekali setelah penanaman, pada saat yang bersamaan lakukan pula pemangkasan pada daun-daun tua dan pucuk-pucuk yang tidak produktif, tujuannya adalah untuk merangsang pembungaan.

Yang tidak kalah penting dalam pemeliharaan adalah pengendalian hama penyakit, hama utama tanaman kacang panjang antara lain aphid, ulat bunga, ulat grayak dan penggerek biji. Sedangkan penyakit yang umum menyerang adalah antraknosa, layu bakteri dan mozaik virus seluruh hama dan penyakit tersebut sangat berpeluang menggagalkan panen, oleh karena itu akan lebih baik jika pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara preventif, yaitu melakukan penyemprotan pestisida secara berkala, dosis dan cara aplikasinya disesuaikan dengan rekomendasi dari produsen pestisida yang biasanya tertera pada label kemasan.

Tahap pemanenan

Periode pemanenan tanaman kacang panjang dimulai pada umur 45-60 hst tergantung varietas yang ditanam, panen selanjutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali, biasanya 20-30 kali petik. Jika mengikuti cara budidaya sesuai anjuran hasil,panen bisa mencapai 20-25 ton per hektar.

Demikian penjelasan cara menanam kacang panjang yang baik, semoga bermanfaat…

Untuk membeli benih kacang panjang silakan kunjungi SentraTani.com

   

 

Artikel Terkait

Cara Menanam dan Merawat Bunga Kol Bunga kol membutuhkan cara dan waktu tanam yang tepat agar hasil panennya maksimal, karena itu diperlukan varietas bunga kol yang jelas hasil produksi...
Cara Budidaya Buncis Agar Berbuah Lebat Buncis merupakan salah satu bahan utama dari berbagai ragam menu hidangan nusantara, karena itu pasar buncis diyakini tidak pernah sepi, selain untuk ...
Cara Menanam Kacang Panjang Sebagai sesama keluarga kacang-kacangan ada kesamaan cara menanam kacang panjang dengan kacang hijau atau kacang lainnya. Ada keuntungan yang bisa did...
Cara Menanam Bayam Di Polybag Bayam merupakan sayuran yang disukai banyak orang, dari kalangan anak-anak sampai  dewasa bahkan orang tua menyukainya, cara menanamnya pun mudah sehi...
Cara Menanam Wortel Yang Baik Dan Benar Wortel merupakan sayuran sumber vitamin A, tanaman wortel paling cocok ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 mdpl dan tanah yang menga...
Cara Budidaya Pare Agar Berbuah Lebat Meskipun terkenal pahit, namun pare atau dikenal dengan paria termasuk jenis sayuran yang banyak dikonsumsi, karena pare memiliki banyak manfaat bagi ...
Cara Menanam Sawi Di Polybag Sawi merupakan sayuran yang disukai banyak orang, dan bisa dikombinasikan dengan makanan lainnya, cara menanamnya pun mudah sehingga anda pun bisa men...