Tanaman jahe (Zingiberaceae officinale) merupakan tanaman rempah yang cukup populer. Jahe merupakan golongan temu-temuan bersama dengan temulawak, lengkuas, kunyit dan lain sebagainya. Tanaman jahe sangat cocok dibudidayakan di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia.

Jahe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan banyak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai bahan obat-obatan, selain itu jahe juga banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.

Tanaman jahe memiliki beberapa jenis yaitu jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah. Dari ketiga jenis jahe ini, jahe gajah merupakan salah satu jenis yang paling populer karena memiliki ukuran yang lebih besar dan juga memiliki kualitas yang unggul.

Tanaman jahe gajah memiliki bentuk rimpang yang lebih besar dan gendut apabila dibandingkan dengan jahe emprit dan jahe merah.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya, silakan simak penjelasan Cara Menanam Jahe Gajah pada artikel berikut ini.

TAHAP PERSIAPAN BIBIT

Sebelum memulai menanam jahe gajah, hal penting yang harus dilakukan adalah memilih bibit berkualitas unggul, karena bibit unggul memiliki daya tumbuh yang tinggi serta ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga keberhasilan budidayanya lebih tinggi.

Bibit tanaman jahe gajah yang digunakan adalah rimpang dari jahe gajah tersebut. Rimpang jahe yang sudah siap untuk dijadikan bibit adalah rimpang jahe gajah yang sudah tua dan dipanen pada usia 12 bulan atau lebih. Pilihlah yang berwarna cerah, sehat, mulus, dan ukurannya besar.

Potong-potong rimpang jahe sesuai ruasnya (setiap ruas memiliki 2-3 bakal mata tunas). Jemur di bawah terik matahari selama 2 jam untuk menghilangkan getahnya. Selanjutnya rendam benih dalam larutan insektisida selama 1 jam.

TAHAP PENYEMAIAN

Untuk menunjang keberhasilan budidayanya selain bibit yang berkualitas tentunya perlu adanya teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Tahap penyemaian atau penunasan diawali dengan menyiapkan media semai dan wadah persemaian.

Media semai yang digunakan adalah berupa arang sekam, sedangkan wadah persemaiannya adalah baki persemaian, pot atau wadah sejenisnya dengan syarat memiliki lubang-lubang kecil di bawahnya agar air siraman tidak tergenang di dalamnya. Masukkan media semai ke dalam wadah tersebut kemudian siram hingga lembab.

Tanam rimpang jahe pada media yang telah disiapkan, berikan jarak dan jangan terlalu rapat kemudian tutup menggunakan media yang sama tipis saja dan diikuti dengan penyiraman.

Proses penyemaian ini dilakukan selama 10 hari hingga tubuh tunasnya.

PERSIAPAN LAHAN

Gemburkan tanah dengan dibajak atau dicangkul, buat bedengan atau guludan, buat lubang tanam pada bedengan berukuran 20×20 cm dan kedalaman 10 cm. Sedangkan jarak antar lubang tanam 40 cm.

Masukkan pupuk kandang pada lubang tanam tersebut sebagai pupuk dasar, tambahkan pula pupuk NPK 10 gram per lubang tanam dan tutup menggunakan tanah, tujuannya untuk menyuplai kebutuhan nutrisi tanaman jahe pada awal pertumbuhannya.

Sebelum ditanami, terlebih dahulu diamkan lubang tanam tersebut selama 2 hari agar pupuk dasar larut dan siap ditanami.

TAHAP PENANAMAN

Setelah bibit jahe bertunas atau setelah 10 hari penyemaian dan juga lahan penanaman telah siap saatnya melakukan penanaman.

Buat kembali lubang tanam seukuran bibit jahe, tanam bibit jahe dengan posisi tunas menghadap ke atas dan tutup kembali dengan tanah.

Tutup menggunakan jerami untuk menjaga kelembaban media tanam, selain itu jerami juga sebagai mulsa untuk menekan pertumbuhan gulma atau rumput liar di sekitar bibit jahe dan setelah lapuk jerami ini juga berfungsi sebagai pupuk organik untuk memberi tambahan nutrisi bagi tanaman jahe.

TAHAP PERAWATAN

Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman jahe gajah, lakukanlah pemupukan menggunakan pupuk urea dan pupuk NPK dengan interval 2 kali dalam 1 bulan.

Tanaman jahe gajah memerlukan cukup air namun tidak berlebih selama masa budidayanya, maka dari itu lakukan penyiraman secara rutin dan teratur.

Lakukan penyiangan pada gulma atau rumput liar yang tumbuh, lakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran yang dapat menyebabkan masuknya bibit penyakit. Keberadaan gulma juga turut menyerap unsur hara dari dalam tanah.

Bersamaan dengan penyiangan lakukan pula penimbunan menggunakan tanah jika rimpang jahe terlihat di permukaan.

TAHAP PEMANENAN

Jahe gajah yang sudah dapat dipanen ditandai dengan daun-daunnya yang sudah menguning yang menandakan jahe sudah tua atau setelah usia tanaman di atas 7 bulan.

Demikian ulasan mengenai cara menanam jahe gajah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit jahe ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube andespa Mabolak