Salah satu tahapan terpenting dalam budidaya ikan lele adalah pemilihan bibit yang berkualitas baik dan unggul, karena bibit merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan budidaya ikan lele, sehingga baik dan buruknya hasil panen yang akan didapat salah satunya tergantung pada kualitas bibit yang dipilih.

Berikut ini kami paparkan cara memilih bibit ikan lele yang bagus.

Bibit Dalam Kondisi Sehat

Bibit ikan lele yang sehat ditandai dengan gerakannya yang gesit, warna kulit mengkilap, tubuh proporsional, tidak menggantung, bebas cacat atau luka dan sungut berwarna cerah

Ukuran Bibit Seragam

Maksudnya seragam ukuran bibitnya. Karena jika bibit ikan lele tidak seragam, akan terjadi kanibal, karena Ikan lele yang lebih besar biasanya suka memangsa ikan lele yang lebih kecil.

Fisik Sempurna

Pilihlah bibit ikan lele yang badannya mulus, tidak lecet dan warna seragam. Warna bibit ikan lele yang baik yaitu coklat tua atau hitam kemerahan. Bentuk tubuhnya seimbang, dari kepala dan badan.

Perhatikan Pergerakan Bibit

Salah satu ciri-ciri bibit lele yang berkualitas adalah bibit lele selalu berada pada dasar kolam, gerakannya naik turun dari atas ke bawah dan di permukaan kolam tidak ada yang menggantung.

Bibit Berasal Dari Budidaya Benih Ikan Lele

Karena bibit yang berasal dari budidaya benih ikan lele akan lebih terjaga kualitasnya karena dalam proses budidaya dilakukan pemeliharaan intensif.

Gerakannya Lincah/Gesit

Jika bibit ikan lele sulit ditangkap dengan tangan karena gerakannya gesit, berarti bibit tersebut sangat bagus, sebaliknya  bibit ikan lele yang gerakannya lamban dan hanya di satu tempat saja berarti bibit ikan lele tersebut jelek.

Perhatikan Riwayat Induknya

Indukan menjadi faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bibit hewan jenis apapun tidak terkecuali lele. Jika bibit ikan lele berasal dari indukan yang unggul, maka sudah pasti anakannya pun mewarisi sifat genetik induknya.

Punya Sertifikat CPIB

Bibit lele harus bersertifikat CPIB, CPIB adalah Cara Pembenihan Ikan yang Baik. Dari sertifikat tersebut bisa diketahui darimana asal indukannya dan jenis apa yang digunakan.

Akan tetapi, tidak semua tempat pembibitan mempunyai sertifikat CPIB, jika tempat anda membeli bibit tidak memiliki sertifikat CPIB, kriteria yang telah disebutkan sebelumnya sebenarnya sudah cukup untuk bisa menjamin kualitas bibit yang Anda beli.

Setelah anda mendapatkan benih yang berkualitas, sebelum anda menebarnya pada kolam pembesaran sebaiknya bibit dikarantina terlebih dahulu pada keramba selama 24 jam.

Tujuannya untuk mengetahui lebih lanjut benih yang bagus dan kurang bagus, setelah diketahui kemudian sortir dan pilih bibit yang bagus kualitasnya untuk ditebar di kolam pembesaran.

Sedangkan bibit yang kurang bagus jangan dipelihara karena akan merugikan, yaitu costnya besar dan hasil tidak maksimal.

Jadi sebelum penebaran bibit pada kolam pembesaran, lakukan penyortiran  bibit terlebih dahulu dengan menempatkan bibit pada keramba dan pilihlah bibit yang benar-benar bagus untuk ditebar pada kolam pembesaran agar hasil panen maksimal.

Demikian penjelasan dan cara memilih bibit ikan lele yang bagus, agar meminimalkan resiko kerugian dan meningkatkan hasil panen.

 

Anda bisa bergabung dengan komunitas peternak (Komunitas HCS) untuk sharing mengenai budidaya ternak lele, ternak unggas ataupun ternak lainnya, klik di sini untuk bergabung.

Semoga bermanfaat.