Cara Membuahkan Kelengkeng dalam Pot

Budidaya tanaman kelengkeng sistem tabulampot sudah cukup familiar bagi pecinta tanaman buah. Tanaman kelengkeng yang ditanam dalam pot terkadang agak sulit berbuah meskipun tumbuh subur dan dengan usia yang sebenarnya sudah memasuki fase berbuah.

Sebenarnya tanaman kelengkeng yang susah berbuah dapat dibuahkan dengan memberikan beberapa perlakuan, namun sebelumnya tanaman yang akan dibuahkan tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu, diantaranya adalah:

  • Usia tanaman sudah dewasa atau sudah memasuki fase generatif, misalnya pada tanaman kelengkeng dalam pot sudah berusia 1-2 tahun.
  • Daun tanaman dalam kondisi tua, atau sedang tidak sedang tumbuh pupus atau tunas muda.
  • Waktu untuk melakukan pembuahan tersebut di akhir musim hujan atau di awal musim kemarau. Karena kalau dilakukan pada musim hujan, unsur nitrogen pada air hujan akan menyuburkan daun-daun sehingga membuat sulit untuk pembuahan, ataupun jika muncul bunga dan buah kemungkinan akan rontok.

Jika tanaman kelengkeng yang akan dibuahkan telah memenuhi syarat tersebut diatas, barulah bisa dilakukan pembuahan. Adapun Cara Membuahkan Kelengkeng dalam Pot setidaknya ada 3 teknik yang perlu dilakukan yaitu pemangkasan, stres air dan pemupukan, berikut ini penjelasannya.

PEMANGKASAN

Tanaman kelengkeng yang terlalu subur tidak akan berbuah secara optimal, maka dari itu pemangkasan perlu dilakukan. Cara pemangkasannya yaitu dengan mengikuti pola 1-3-9-27 dan seterusnya, maksudnya adalah dari batang utama peliharalah 2-3 cabang terbaik, selain itu pangkas semua, dan dari 3 cabang tersebut masing-masing dipelihara 3 cabang juga dan seterusnya. Intinya pangkas semua cabang yang tidak sesuai pola tersebut di atas.

Pemangkasan ini selain untuk memudahkan tanaman dalam berbunga dan berbuah, juga akan membuat tanaman lebih sehat karena sirkulasi udara dalam percabangan tanaman lebih lancar, mengurangi kelembaban dan juga hama, jamur ataupun serangga.

STRES AIR

Stres air ini terdapat 2 metode, yang pertama yaitu dengan menghentikan penyiraman sama sekali pada tanaman dalam waktu tertentu antara 1- 3 minggu tergantung kondisi tanaman, atau dengan melihat kondisi daun tanaman. Jika daun sudah mulai menguning dan layu itu tandanya stres air sudah tercapai, akan tetapi jangan sampai kuning keseluruhan karena itu tanaman bisa mati, akan tetapi jika daun masih hijau, stres air harus tetap dilanjutkan.

Namun jika kita khawatir kebablasan dan tanaman mati maka bisa kita terapkan metode yang ke 2 yaitu mengurangi jumlah penyiraman, jika biasanya penyiraman dengan 1 ember maka untuk stres air ini penyiraman cukup memberikan sedikit saja misalnya ΒΌ gayung agar tanaman tidak mati, lakukan pengurangan penyiraman ini selama 1-3 minggu tergantung kondisi tanaman sampai stres air terpenuhi. Setelah stres air ini terpenuhi yaitu ditandai dengan daun kekuning-kuningan dan stres maka kita lakukan pemupukan.

PEMUPUKAN

Pemupukan yang bertujuan agar tanaman yang susah berbunga mau mengeluarkan bunga dan buah adalah dengan memberikan pupuk yang kaya akan kandungan fosfat (P) dan kalium (K). Misalnya dengan mengaplikasikan pupuk KCl dan TSP dengan dosis masing-masing 1-3 sdm (tergantung usia dan ukuran tanaman) dan dicampurkan dengan 2-3 liter air kemudian disiramkan ke media sekitar perakaran tanaman, atau dengan cara ditaburkan kemudian timbun media tanam dan disiram, dengan interval pemberian 10-14 hari sekali. Atau bisa juga menggunakan pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis dan cara aplikasi yang sama. Lakukan pemupukan ini berulang-ulang secara terus menerus dan konsisten. Jika masih muncul tunas baru terus lakukan pemangkasan hingga tanaman mengeluarkan bunga.

Jika sudah muncul bunga, hentikan stres air dan penyiraman dilakukan normal kembali seperti biasa, dan pemupukan dilakukan sebagaimana tanaman pada fase generatif. Akan tetapi yang perlu diperhatikan saat pemupukan fase generatif ini jangan gunakan pupuk yang memiliki kandungan N (nitrogen) karena akan menyebabkan kerontokan bunga dan gunakanlah pupuk Fosfor, Kalium dan Kalsium agar bunga tidak rontok hingga menjadi buah dengan kualitas yang bagus.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuahkan Kelengkeng dalam Pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli bibit tanaman kelengkeng, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Kebun Indra Tarigan

Bacaan Terkait