Saat musim hujan tiba, seringkali menjadi kendala tersendiri bagi sebagian petani, utamanya yang tengah membudidayakan tanaman bawang merah.

Meskipun idealnya tanaman bawang merah akan tumbuh dengan baik saat musim kemarau, tapi bukan berarti saat penghujan tiba para petani tidak bisa melakukan penanaman. Bawang merah tetap bisa menghasilkan panen berlimpah, asalkan mengetahui tentang cara merawat tanaman bawang merah di musim hujan.

Kesuksesan budidaya bawang merah di saat curah hujan sedang tinggi ditentukan melalui banyak faktor, antara lain pemilihan bibit bawang merah unggul dan yang sesuai dengan kondisi cuaca, pemilihan dan pengolahan lahan yang tepat, serta cara pemupukan yang baik dan benar.

Adapun cara budidaya bawang merah pada musim hujan adalah sebagai berikut :

  1. Pilih Varietas Bibit yang Sesuai

Saat membeli bibit bawang merah, pilihlah varietas bawang merah yang mampu beradaptasi dengan lahan berkelembapan tinggi akibat hujan. Selain itu, bibit yang baik wajib tahan terhadap serangan hama serta penyakit, utamanya saat musim hujan yang memungkinkan hama serta penyakit berkembang pesat.

Beberapa varietas bawang merah yang direkomendasikan untuk ditanam di musim hujan adalah:

  • Varietas sembrani, jenis ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada musim hujan serta sangat cocok digunakan pada lahan yang kering maupun juga tadah hujan dengan potensi hasilnya mencapai kurang lebih 24,4 ton / ha.
  • Varietas Maja, merupakan jenis varietas yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada dataran tinggi serta tahan terhadap curah hujan yang tinggi.
  • Varietas Trisula, merupakan jenis varietas yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada musim hujan. Adapun umur panen normal selama kurang lebih 55 hari dengan potensi hasil yang mencapai kira – kira sebanyak 23,1 ton / ha.

Sementara itu, pemilihan umbi bawang merah juga akan menentukan keberhasilan budidaya bawang merah di musim hujan. Berikut ini adalah kriteria umbi bawang merah yang bisa Anda pilih untuk ditanam di lahan  pertanian.

  • Umbi bawang merah masih dalam kondisi yang segar
  • Umbi kekar, padat, tidak memiliki bekas cacat, dan terbebas dari serangan hama serta penyakit
  • Umbi telah melewati masa penyimpanan kurang lebih 3 – 4 bulan lamanya
  • Titik tumbuh umbi mencapai 80 %
  1. Pengolahan Lahan Pertanian yang Tepat

Saat memulai budidaya bawang merah di musim hujan, sebaiknya Anda mengolah lahan terlebih dahulu dengan cara mencangkul atau membajak agar tanah menjadi lebih gembur dan subur. Buat pula bedengan dengan ukuran tinggi 60 – 120 cm, dengan jarak antar bedengan 20 – 30 cm, dan disertai parit-parit sedalam 20 – 30 cm.

Lakukan penaburan pupuk dasar berupa pupuk kompos yang bisa Anda buat sendiri dengan bahan jerami padi, dan taburkan pada lahan untuk didiamkan selama beberapa saat. Lebih baik lagi jika tanah dicangkul sekali lagi agar bedengan tampak lebih rapi, lalu tutup dengan menggunakan plastik mulsa agar kelembabannya terjaga.

Sementara itu, jenis tanah yang cocok untuk merawat bawang merah di musim hujan adalah sebagai berikut:

  • Memiliki tekstur yang sedang hingga liat
  • Jenis tanah yang cocok adalah tanah latosol-andosol, serta andisol
  • Lahan yang paling ideal adalah lahan kering, tegalan, dan sawah tadah hujan
  • Lokasi penanaman hendaknya terbuka dan tidak terlalu banyak pohon rindang di sekitarnya, karena tanaman bawang merah menyukai sinar matahari secara penuh
  1. Jarak Tanam Ideal untuk Bawang Merah

Untuk menanam bawang merah, sesuaikan jaraknya dengan besar umbi yang akan ditanam. Jika umbi yang akan Anda tanam berukuran kurang dari 4 gr, maka jarak tanam yang ideal adalah 15 x 15 cm. Namun jika umbi yang Anda tanam berukuran lebih dari 4 gr, maka jarak tanam idealnya adalah 15 x 20 cm.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan mulsa plastik, maka buatlah lubang pada plastik mulsa terlebih dahulu dengan jarak tanam yang sudah disesuaikan.

Satu lubang tanam hanya untuk satu umbi atau bibit. Benamkan umbi bawang merah tersebut hingga rata dengan tanah atau lahan pertanian.

 

  1. Dosis serta Jenis Pupuk Susulan yang Sesuai

Pupuk susulan dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman agar lebih optimal. Berikut ini adalah contoh dosis serta jenis pupuk susulan yang baik untuk bawang merah.

  • Pupuk Susulan 1, diberikan saat tanaman berusia 15 hari, dengan komposisi Urea sebanyak 100 kg / ha + Za 200 kg / ha + KCl 150 kg / ha
  • Pupuk Susulan 2, diberikan saat tanaman berusia 3 minggu, dengan pupuk NPK 16-16-16 atau bisa juga NPK 15-15-15 setara 30 kg / ha.
  • Pupuk Susulan 3, diberikan saat tanaman berusia 4 – 5 minggu dengan komposisi Urea sebanyak 150 kg / ha + Za sebanyak 300 kg / ha + KCl sebanyak 200 kg / ha.
  • Jika tidak sedang turun hujan, pupuk dapat diberikan bersamaan dengan waktu penyiraman
  • Semprotkan pula pupuk daun dengan interval 10 hari sekali agar kebutuhan unsur hara mikro bawang merah terpenuhi.
  1. Cara Pengairan

Saat musim hujan, Anda bisa melakukan penyemprotan menggunakan air bersih di setiap pagi untuk membersihkan bawang merah dari cipratan tanah dan embun tepung yang menempel selepas hujan. Lakukan kegiatan ini secara rutin sebelum matahari terbit.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit kerap hadir pada kondisi yang lembab seperti saat musim hujan. Lakukan pengontrolan bibit hama secara rutin agar Anda bisa segera mengambil tindakan pemberantasan hama sebelum menyebar. Hama yang biasa menyerang bawang merah adalah penggerek daun, antraknosa, busuk daun, dan ulat.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan sanitasi dan juga penyiangan agar budidaya bawang merah Anda terbebas dari serangan gulma yang merugikan.

Demikian ulasan mengenai cara budidaya bawang merah pada musim hujan,semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih bawang merah ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Cipta Alami

Artikel Terkait

Budidaya Cabe Rawit Di Dalam Polybag Cabai merupakan adalah satu komoditas tanaman hortikultura yang berpengaruh cukup besar dalam perekonomian Indonesia terutama pengaruhnya terhadap ter...
Budidaya Buah Apel Meskipun bukan asli tanaman dari Indonesia, apel adalah salah satu jenis buah yang populer disamping jeruk dan mangga. Sebagai buah segar, apel banyak...
Cara Budidaya Buah Zaitun Di Indonesia Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. ...
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Mera... Setelah dijelaskan tentang Perawatan Tanaman Bawang Merah pada artikel sebelumnya kali ini KampusTani akan menyajikan ulasan tentang pengendalian hama...
Budidaya Jeruk Lemon Jeruk lemon adalah salah satu tanaman buah yang sangat multiguna, antara lain untuk sari buah, penyedap minuman, bumbu penyedap masakan, merawat kecan...
Budidaya Buah Melon Usaha budidaya melon (Cucumis melo) awalnya terdapat di Cisarua-Bogor dan Kalianda-Lampung, namun saat ini sudah menyebar di wilayah di Indonesia. Pro...
Budidaya Kelapa Kopyor Kelapa kopyor adalah tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi ...
Cara Menanam Jambu Air Dalam Pot Agar Cepat Berbua... Budidaya jambu air tergolong mudah, sehingga siapa saja dapat melakukannya. Selain bisa ditanam langsung pada tanah bisa juga ditanam dalam pot atau b...