Keuntungan dalam membudidayakan puyuh diantaranya adalah daging dan telurnya yang dapat dikonsumsi atau dijual, dan burung puyuh yang telah afkir bisa dijual ke peternak burung puyuh pedaging, kotoran bisa dijadikan pupuk atau makanan ikan, dan masih banyak lagi keuntungan dalam membudidayakan burung puyuh.

Akan tetapi bagi anda yang masih pemula hal terpenting yang harus anda ketahui sebelum memulai membudidayakannya adalah cara beternak puyuh yang baik dan benar, untuk menghindari kegagalan dan menambah keuntungan anda.

Berikut ini cara beternak puyuh petelur untuk pemula :

Pemilihan lokasi

Sebelum memulai ternak puyuh kita harus memilih lokasi yang tepat, karena lokasi merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi sukses tidaknya usaha ternak puyuh.

Lokasi yang tepat adalah dekat dengan sumber air bersih, dapat dijangkau alat transportasi, untuk memudahkan pemeliharaan, pengawasan, serta penjualan.

Lokasi tidak banjir,jauh dari sumber kebisingan, seperti pasar, pabrik, jalan besar, dan yang lainnya, tujuannya agar burung puyuh tidak stress dan dapat berkembang biak serta produksi telur maksimal.

Persiapan kandang

Idealnya, kandang puyuh petelur memiliki ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30 cm, ukuran kandang tersebut akan dapat menampung burung siap produksi hingga 30-35 ekor.

Patokan ini diterapkan karena semakin kecil kandangnya maka akan semakin baik produksi telur burung puyuh.

Ukuran kandang yang terlalu besar akan membuat burung semakin banyak bergerak, Sehingga energi yang dihasilkan dari pakan terbuang percuma.

Untuk memaksimalkan penggunaan tempat, kandang puyuh sebaiknya dibuat secara bertingkat, Jumlah tingkat yang ideal adalah empat tingkat.

Agar puyuh petelur mendapat sirkulasi udara yang baik, usahakan cahaya matahari dapat langsung masuk ke kandang, maka dari itu gunakanlah kawat strimin untuk dinding kandangnya.

Untuk rangka dapat menggunakan kayu atau belahan bambu agar menghemat biaya. jika dinding kandang menggunakan bambu, jarak antara bambu harus benar-benar diperhatikan, jangan terlalu renggang agar puyuh tidak dapat keluar dari kandang, juga jangan terlalu rapat agar sirkulasi udara tetap terjaga dengan baik.

Alas kandang sebaiknya menggunakan bahan kawat strimin agar kotoran puyuh bisa langsung turun ke tempat penampungan, dan juga kotoran tidak bersentuhan langsung dengan tubuh burung.

Tempat pakan puyuh dapat ditempel di dinding luar, dan dibuat memanjang sesuai ukuran kandang, Sementara untuk tempat minumnya bisa diletakkan di samping atau di belakang kandang.

Pemilihan bibit

Setelah persiapan kandang selesai langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit, bibit yang bagus tentu akan mendorong produksi telur yang maksimal serta berkualitas.

Untuk membeli bibit yang bagus, belilah pada tempat penjualan bibit yang sudah terpercaya.

Pilihlah bibit dalam masa produktif yang umurnya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, yaitu sekitar umur 3 minggu, karena umur juga sangat mempengaruhi hasil produksinya, untuk itu hindari bibit yang sudah tua, bibit yang sudah tua tentu produksi telurnya sudah berkurang.

Ciri-ciri bibit puyuh yang bagus

  1. Lincah dan aktif bergerak, jika bibit yang akan kita beli diam saja, kemungkinan sedang terserang penyakit.
  2. Bentuk tubuh si burung sempurna, simetris dan anggota tubuhnya lengkap.
  3. Warna bulunya cerah dan tidak kusam.

Untuk puyuh petelur tentu yang kita butuhkan adalah bibit yang betina, bukan yang jantan.

Adapun cara membedakannya adalah sebagai berikut

Cara membedakan puyuh jantan dan betina

  1. Bibit burung puyuh jantan memiliki benjolan di bagian pantat seperti kelereng. Sementara burung puyuh betina pantatnya tidak ada benjolannya.
  2. Bulu dada burung puyuh betina berwarna sawo matang dan terdapat garis atau bercak hitam. Sementara burung puyuh jantan tidak memiliki garis atau bercak hitam.
  3. Burung puyuh jantan berkokok, sementara betinanya tidak.
  4. Bobot/postur tubuh yang betina lebih besar dari jantan.

Setelah bibit didapat dan sebelum dilepaskan pada kandang ternak, Bibit harus disuntik dulu dengan vaksin ND (Newcastle disease) atau tetelo, agar bibit tidak stress dan tercegah dari penyakit.

Pemberian pakan

Pemberian pakan yang baik adalah salah satu kunci utama sukses atau tidaknya peternak puyuh, Karena dengan memberi pakan yang berkualitas tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Pakan yang umum diberikan untuk puyuh petelur adalah pellet, atau tepung remah-remah, Pakan diberikan 2 kali sehari, setiap pagi dan sore.

Menjaga suhu ruangan

Suhu ruangan kandang harus selalu terjaga agar mendapatkan hasil produksi yang stabil, Temperatur suhu ruangan kandang harus berkisar 20°-25°C, dengan tingkat kelembaban sekitar 30-80%.

Agar tetap hangat berikan penerangan dengan memakai lampu 25-40 watt pada siang hari, dan 40-60 watt pada malam hari.

Pasang exhaust fan untuk mengurangi suhu udara panas pada saat matahari terik, agar suhu udara tetap stabil, dan untuk membuang zat-zat amoniak yang berlebih.

Menjaga kebersihan kandang 

Kebersihan kandang puyuh harus terus dijaga untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri jahat, yaitu dengan cara membersihkan kotoran pada penampungan setiap tiga hari sekali.

Tempat penampungan yang kotor diganti dengan tempat penampungan baru, dan yang bekas dicuci kemudian dikeringkan, untuk dipasang lagi nantinya.

Selain kebersihan kandang, lingkungan sekitar juga harus tetap dijaga kebersihan.

Masa panen dan pemasaran

Saat panen tiba para pemula biasanya  masih menemui kendala yaitu dengan pemasaran, jika panen dengan skala kecil itu adalah suatu hal yang sepele, karena kita dapat menjual hasil panen pada tetangga sekitar atau menitipkan pada pedagang sayur.

Tetapi jika kita panen dalam skala besar tentu kita akan dibuat bingung sendiri, untuk menghindari hal itu, sebelum memulai beternak puyuh petelur, anda harus mencari pembeli atau pengepul yang siap membeli hasil ternak anda.

Atau bisa juga bergabung dengan koperasi petani untuk mempermudah penjualan hasil panen kita.

Demikian penjelasan cara beternak puyuh petelur untuk pemula, semoga bisa menambah pengetahuan anda dalam budidaya puyuh petelur.  

Anda bisa bergabung dengan komunitas peternak (Komunitas HCS) untuk sharing mengenai budidaya ternak ikan, ternak unggas ataupun ternak lainnya, klik di sini untuk bergabung.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Channel Youtube Tips Pendidikan