Seiring berkembangnya teknologi dalam memproduksi benih sayuran, salah satunya produksi benih tomat, kini menanam tomat tidak harus di dataran tinggi atau di pegunungan, di dataran rendah yang berhawa panas pun bisa dilakukan, karena sekarang sudah banyak produsen bibit kemasan yang menyediakan varietas tomat yang khusus ditanam di dataran rendah.

Akan tetapi untuk menunjang keberhasilan budidayanya, perlu dilakukan perawatan tanaman yang tepat.

Untuk mengetahui tahapan perawatan tanaman tomat dataran rendah secara lengkap, mari simak artikel berikut ini.

PENANAMAN KEMBALI

Penanaman kembali atau penyulaman perlu dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati atau gagal tumbuh, selambat-lambatnya 14 hari setelah tanam agar pertumbuhan tanaman secara keseluruhan seragam.

PEMASANGAN AJIR

Agar tanaman tomat tegak dan tidak roboh saat diterpa angin dan hujan, tanaman dipasangi ajir, ajir biasanya terbuat dari belahan bambu. Ajir sepanjang 1,5-2 meter dipasang tegak dengan membenamkan sepanjang 25 cm ke dalam tanah dan berjarak 10 cm dari tanaman. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan pada 1-7 hari setelah tanam agar saat pembenaman tidak mengganggu sistem perakaran.

Ikat tanaman pada ajir, ikatan pertama dilakukan pada batang, setelah tanaman meninggi ikatan dilakukan pada percabangan pertama.

PENYIRAMAN

Pada pertumbuhan awal tanaman membutuhkan cukup air tapi tidak berlebih, sehingga penyiraman dapat dilakukan secara berkala terutama pada musim kemarau,kebutuhan air menjadi sangat penting saat tanaman memasuki masa pembungaan dan pembentukan buah.

PEMUPUKAN SUSULAN

Kecukupan unsur hara juga harus diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang optimal untuk itu ragam jenis pupuk, waktu aplikasi dan dosis pupuk susulan harus tepat.

Pemupukan susulan dilakukan pada fase vegetatif yaitu pada usia 10-30 hari setelah tanam dan pada fase generatif yaitu pada usia di atas 30 HST.

Pemupukan pada fase vegetatif dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada usia 10 HST, 20 HST dan 30 HST.  Sedangkan pada fase generatif diakukan pada usia 40 HST dan 60 HST.

Untuk mengetahui penjelasan mengenai pemupukan susulan tanaman tomat dataran rendah, simak pada artikel kami yang akan datang yaitu Pemupukan Tomat Dataran Rendah.

TAHAP PEREMPELAN

Lakukan juga perempelan atau pewiwilan tunas yang berada pada ketiak daun, tujuannya untuk efisiensi penyerapan unsur hara, perempelan sebaiknya dilakukan saat tunas masih kecil.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Pengendalian hama penyakit dan penyiangan gulma juga sangat penting dilakukan, pengendalian lebih baik dilakukan secara preventif yaitu melalui penyemprotan pestisida berkala.

Jenis hama yang sering menyerang tomat adalah kutu kebul dan ulat buah, hama ini sangat berpotensi menggagalkan panen, sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman tomat yaitu layu bakteri, layu fusarium dan gemini virus atau virus kuning.

Pemilihan pestisida juga harus tepat sesuai jasad sasaran, misalnya untuk mengendalikan virus kuning jasad sasarannya adalah kutu kebul, karena hama ini yang menularkan virus kuning.

Begitu juga gulma atau rumput liar yang tumbuh di bedengan maupun di parit antar  bedengan juga harus dibersihkan karena dapat menjadi sarang hama.

Penggunaan fungisida atau insektisida sebaiknya tidak terus menerus menggunakan satu bahan aktif yang sama, tetapi diselang seling dengan beberapa merek yang memiliki bahan aktif dan cara kerjanya berbeda hal ini untuk menghindari kekebalan pada hama dan sumber penyakit.

Demikian ulasan mengenai Perawatan Tanaman Tomat Dataran Rendah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih tomat ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan  kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Agro TV Indonesia