Penyakit layu fusarium ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Patogen ini akan menginfeksi jaringan pembuluh tanaman sehingga menyebabkan terhambatnya sistem penyerapan air dan hara dari dalam tanah. Cara kerja dari patogen ini adalah dengan membentuk koloni (sekelompok) di pangkal batang tanaman, selanjutnya patogen ini akan mengambil air dan hara yang dibutuhkan tanaman terus menerus. Air dan hara tanaman yang seharusnya di alirkan ke jaringan tanaman menjadi berkurang, sehingga menyebabkan tanaman tomat layu dan mati.

Gejala yang dapat diamati adalah tanaman menjadi layu saat siang hari, sedangkan pada sore hari segar kembali. Pada gejala lanjut, daun-daun di bagian bawah (tua) tanaman akan menguning dan layu. Gejala ini akan menjalar ke pucuk tanaman dan berlanjut selama beberapa hari (kurang lebih satu minggu) lalu pada akhirnya tanaman tomat akan kering dan mati. Jika tanah di sekitar lubang tanam dibongkar, tampak akar tanaman membusuk dan berwarna kecoklatan. Jika pangkal batang dipotong secara melintang, terdapat lingkaran coklat kehitaman berbentuk cincin, yang menunjukkan bahwa berkas pembuluh pengangkut rusak.

Layu fusarium bisa menyerang tanaman tomat kapan saja, terutama pada musim hujan, karena cendawan fusarium oxysporum mudah berkembang biak dan mudah menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Tingkat kelembaban udara yang tinggi sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan cendawan penyebab layu fusarium ini. Genangan air hujan di lahan dan pH tanah yang rendah juga turut mempengaruhi perkembangbiakannya.

Serangan penyakit layu fusarium bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari pembibitan, tanaman muda hingga tanaman yang sudah berproduksi. Serangan penyakit ini jika tidak segera dilakukan penanganan dapat menurunkan hasil produksi bahkan dalam beberapa kasus dapat menggagalkan panen.

Untuk mengetahui Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Tomat, silakan simak penjelasannya berikut ini.

Pengendalian layu fusarium pada tanaman tomat dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah melakukan pergiliran atau rotasi tanaman, membersihkan tanaman inang dan gulma yang mengganggu, menggunakan mulsa plastik ketika musim hujan, mengatur jarak tanam, mengocorkan trichoderma sebelum penanaman dan setiap satu minggu sekali setelah penanaman dan mencabut dan segera memusnahkan tanaman tomat yang sudah terserang.

Selain yang telah disebutkan di atas, pengendalian layu fusarium pada tanaman tomat juga dilakukan dengan aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga oksida atau copper oxide 56% seperti merek dagang NORDOX 56WP.

Cara aplikasinya adalah dengan cara dikocorkan di sekitar pangkal tanaman dan disemprotkan di seluruh bagian tanaman, dengan  interval aplikasinya 1 minggu sekali. Adapun dosisnya adalah 15 gram atau 1 sendok makan penuh untuk 1 tangki semprot 16 liter, atau sesuaikan saja dengan dosis yang tertera pada label kemasan.

Demikian ulasan mengenai Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Tomat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli fungisida, benih tomat ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Irwan Sampe