Kutu kebul (bemisia tabaci/whitefly) adalah salah satu hama yang sangat berbahaya bagi budidaya tanaman. Hama ini bergerombol di bagian bawah daun terlihat terselubungi  tepung berwarna putih, apabila tertiup angin atau tersentuh, tepung putih tersebut akan beterbangan ke udara.

Kutu kebul menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun, tanaman yang terserang ditandai dengan pertumbuhan yang terhambat dan kerdil, daun menjadi keriting dan berwarna kuning. Kutu kebul merupakan vektor utama penyebar virus gemini.

Pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan areal budidaya, penggunaan mulsa plastik dan melakukan pergiliran tanaman.

Dari sekian banyak hama yang menyerang tanaman budidaya, kutu kebul merupakan salah satu hama yang menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan petani, bagaimana tidak, karen akibat serangan kutu kebul ini tanaman bisa mengalami gagal produksi dengan tingkat kehilangan hasil hingga 100%.

Perlu diketahui bahwa kutu kebul memiliki efek ganda ketika merusak tanaman, selain merusak tanaman secara langsung, kutu kebul juga dapat memberikan dampak tidak langsung pada tanaman.

Kerusakan secara langsung dapat menimbulkan gejala keriting daun, klorosis atau menguning, belang atau mozaik serta jika serangan sudah parah dapat mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan tidak produktif lagi. Tidak hanya itu, kutu kebul juga akan melepaskan ekskresinya yang melepaskan cairan madu, yang mana cairan madu tersebut dapat dimanfaatkan jamur embun jelaga hitam untuk pertumbuhannya. Keberadaan embun jelaga tersebut akan semakin memperparah kerusakan pada tanaman karena dapat menghambat proses fotosintesis.

Sementara itu dampak tidak langsung yang disebabkan oleh kutu kebul adalah bahwa kutu kebul dapat berperan sebagai vektor penyebaran virus penyakit kuning atau yang dikenal dengan gemini virus. Virus gemini atau dikenal dengan brekele dan bule ini ditularkan secara persisten yang artinya sekali saja kutu kebul memakan tanaman yang terinfeksi virus kuning, maka selama hidupnya dapat menularkan virus kuning. Kerusakan tidak langsung ini jauh lebih parah dan berbahaya daripada kerusakan secara langsung, sebab tanaman yang sudah terinfeksi virus gemini maupun virus mosaik tidak dapat disembuhkan lagi.

Adapun serangan virus gemini dikenal dengan sebutan penyakit bulai atau keriting bulai.

Kutu kebul dan gemini virus mempunyai kisaran inang yang luas dan mampu menginfeksi berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, terong, tembakau, timun, semangka, kubis, kentang, kedelai, kapas, buncis dan sebagainya. Hebatnya, virus ini dapat menyerang pada berbagai umur tanaman. Biasanya dapat ditemukan di dataran rendah dari ketinggian 100 mdpl hingga dataran tinggi di atas 1000 mdpl dan tingkat serangannya akan semakin parah pada saat musim kemarau.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa serangan kutu kebul tidak bisa dianggap enteng dan perlu mendapatkan perhatian serius. “Lebih baik mencegah daripada mengobati” adalah pepatah yang bijak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karenanya, alangkah lebih baiknya sebelum serangan kutu kebul merajalela lebih baik dilakukan pengendalian sedini mungkin.

Salah satu pengendalian yang umum dilakukan oleh para petani adalah menggunakan bahan kimia seperti halnya insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid.

Kan tetapi jika memungkinkan penggunaan pestisida ini sebagai alternatif terakhir dalam usaha pengendalian kutu kebul. Penggunaan pestisida berbahan kimia diharapkan dapat ditekan sehingga dapat mengurangi kerusakan ekosistem dan kekebalan hama.

Demikian ulasan mengenai cara Pengendalian Kutu Kebul Pada Tomat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli insektisida, benih tomat ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Aneka Budidaya