Jika mendengar kata pertanian sekilas terlintas bahwa pertanian itu kotor, kuno, ketinggalan zaman, hasilnya sedikit dan sebagainya. Padahal dibalik itu semua pertanian justru menawarkan potensi yang sangat tinggi dan juga usaha di bidang pertanian memiliki resiko yang rendah dibandingkan usaha dan bisnis di bidang yang lainnya. Usaha dalam bidang pertanian juga dapat dijadikan sebagai passive income yang menjanjikan.

Berikut ini ulasan mengenai Passive Income di Bidang Pertanian.

Apa sih yang disebut dengan income itu ? Income adalah pendapatan, sedangkan pendapatan itu sendiri ada 2 macam, yaitu active income dan passive income.

Active Income atau pendapatan aktif adalah pemasukan dari usaha atau profesi yang anda tekuni, dimana anda aktif menukarkan waktu, tenaga, pikiran, skill dan sebagainya dengan uang, upah maupun gaji. Baik anda terlibat secara langsung ataupun tidak. Selama anda masih memiliki kemampuan dan aktif dalam melakukan profesi, maka pemasukan terus bertambah. Namun saat tidak lagi mampu dan aktif dalam melakukan profesi, maka pendapatan anda berhenti.

Passive Income atau pendapatan pasif adalah kebalikan dari active income, yaitu penghasilan yang diperoleh tanpa harus bekerja lagi. Bukan berarti sama sekali tidak bekerja, melainkan anda harus bersusah terlebih dahulu di awal untuk membangun aset dan sistem untuk menciptakan sebuah ‘mesin uang’, sehingga saat ‘mesin uang’ tersebut sudah rampung maka anda tidak perlu bekerja lagi dan hanya menunggu pemasukan. Tugas anda selanjutnya hanya memantau, mengevaluasi, mengupgrade dan memperbaiki masalah pada aset maupun sistemnya.

Dalam bidang pertanian, banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan passive income, memang tidak dalam waktu dekat akan tetapi semua passive income membutuhkan perjuangan dan kerja keras terlebih dahulu.

Lalu bagaimana cara menciptakan passive income dalam bidang pertanian ? tentunya dengan memanfaatkan lahan pertanian semaksimal mungkin, diantara cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

Cara yang pertama yaitu dengan menanam tanaman yang keras seperti jabon, jati, mahoni dan sebagainya, tentunya yang mempunyai nilai ekonomis tinggi lebih diutamakan, seperti cendana dan gaharu. Karena dengan menanam tanaman keras tersebut, setelah anda melakukan penanaman dan tanaman tumbuh dengan baik, anda tidak perlu menghabiskan waktu dan bersusah payah merawatnya setiap hari, sehingga sangat cocok jika dijadikan sebagai passive income yang memberi nilai lebih, disamping anda melakukan aktivitas sehari-hari untuk menghasilkan active income.

Cara kedua yaitu dengan menanam tanaman tahunan, seperti contoh tanaman buah-buahan dan direkomendasikan adalah tanaman buah yang memiliki nilai ekonomis tinggi tentunya, seperti durian, alpukat, kopi, kelengkeng dan sebagainya. Karena dengan menanam tanaman buah tahunan tersebut setelah anda menanamnya dengan baik dan benar, maka di setiap tahun atau setiap musim berbuah, anda akan mendapatkan income tanpa harus aktif menghabiskan waktu dan tenaga untuk melakukan perawatan setiap hari.

Cara yang ketiga yaitu menanam rempah-rempah, tanaman rempah-rempah ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena sejak zaman dahulu sudah memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan salah satu misi penjajahan Belanda di Indonesia adalah untuk menguasai berbagai macam rempah-rempah di Nusantara. Diantara tanaman rempah-rempah yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu lada, vanili, cengkeh dan sebagainya. Tanaman rempah-rempah juga sangat cocok dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia, sehingga sangat cocok untuk anda jadikan investasi sebagai passive income.

Dan sebenarnya masih banyak lagi yang dapat ditanam untuk mendapatkan passive income di bidang pertanian, mengingat lahan di Indonesia merupakan lahan yang sangat subur untuk dijadikan lahan pertanian, jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Inti dari pembahasan kita kali ini adalah bagaimana kita menciptakan passive income di bidang pertanian, yang mana kelebihannya adalah seperti yang sudah kita ketahui bahwa setelah anda bersusah payah terlebih dahulu di awal untuk membangun aset dan sistem untuk menciptakan sebuah ‘mesin uang’, maka saat ‘mesin uang’ tersebut sudah rampung maka anda tidak perlu bekerja lagi dan hanya menunggu pemasukan tanpa harus aktif menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengurusnya setiap hari.

Demikianlah ulasan mengenai Passive Income di Bidang Pertanian, semoga artikel ini dapat menjadikan inspirasi dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pestisida, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Petani kreatif channel