Tanaman belimbing manis (Averrhoa carambola) selain dapat ditanam dalam tanah langsung, baik di kebun, halaman rumah ataupun pekarangan, dapat juga ditanam dalam pot. Sebab, tanaman ini mampu tumbuh di semua jenis tanah dan mudah tumbu
Tanpa dirawat dengan baik. supaya buah yang diperolehnya nanti memuaskan, Tanaman yang dirawat dengan sungguh-sungguh sesuai dengan aturan budidaya, maka tanaman akan tumbuh baik dan berbuah lebat serta rasanya akan lebih manis.

budidaya belimbing

Keuntungan menanam bellimbing dalam pot karena keterbatasan lahan, dapat berbuah lebat seperti ditanam langsung dalam tanah asal dirawat dengan baik dan mudah dikontrol karena pot itu dapat ditaruh di teras rumah atau pekarangan rumah sekaligus untuk peneduh dan hiasan. Dengan penanaman belimbing dalam pot itu, suasana rumah menjadi teduh dan asri dengan adanya buah belimbing yang bergantungan.
Buah-buah yang diperolehnya itu, selain untuk konsumsi keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh juga bisa untuk oleh-oleh waktu kita berkunjug ke rumah kerabat atau teman maupun saudara. Jika hasilnya lebih bisa dijual sebagai tambahan uang dapur.

Pilih Pot, Media Tanam dan Benih Yang Sesuai
Pot yang digunakan bisa menggunakan drum yang dipotong, pot dari tanah/semen, atau drum dari kayu yang tahan lapuk. Jika belimbing yang ditanamnya itu diambil buahnya sekaligus dimanfaatkan untuk tanaman elemen rumah, diameter pot sekitar 50-60 cm dan tingginya 40-60 cm. Tetapi jika penanamannya untuk bibit, ukuran pot-nya cukup 20-30 cm. Dasar pot dibuat lubang untuk pembuangan air yang berlebihan yang ada dalam pot tersebut.

Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah gembur/subur yng dicapur dengan pupuk kandang/kompos yang matang dengan perbandingan 2 banding 1 , 3 banding 1 atau 1 banding 1, tergantung dari kesuburan tanah yang digunakan. Jika kesuburan tanahnya kurang, maka campuran pupuk kandang/kompos diperbanyak. Semakin banyak pupuk kandang/kompos-nya, umumnya pertum-buhan tanaman semakin bagus. Tapi pemberiannya jangan berlebihan karena tanaman mudah roboh tertiup angin kencang sebagai akibat medianya terlalu gembur sehingga tidak dapat menahan akar.

Media yang akan dimasukkan dalam pot, sebaiknya disterilkan terlebih dahulu supaya tanaman dapat terhindar dari penyakit busuk akar yang mungkin timbul. Media tanam dimasukkan ke dalam pot sampai ± 10 cm di bawah bibir pot. Tujuannya, supaya media tidak tumpah keluar sewaktu dilakukan penyiraman tanaman. Sebelum benih/bibit ditanam, sebaiknya media tanam tersebut dalam keadaan lembab.

Sebelum media tanam dimasukkan, dasar pot diberi pecahan genting, spon atau serabut kelapa untuk mempermudah keluarnya air yang berlebihan dari pot, selain untuk menahan media mudah lepas dari dasar pot.

Benih/bibit belimbing yang ditanam, gunakan benih sambungan atau okulasi. Sebab, benih seperti itu, hasil buahnya sama dengan pohon induknya. Oleh karena itu, bentih yang akan ditanam sudah diketahui dengan benar asal-usulnya, baik mengenai varietasnya dan asal pohon induknya. Untuk itu, benih yang ditanam, pilih yang sudah bersertifikat.

Sebab, benih yang sudah bersertifikat lebih terjamin mutunya. Misal, produksinya mantap/tinggi dan tidak dipengaruhi musim, berbuah terus menerus sepanjang tahun dengan mutu yang bagus, rasanya manis, segar dan tidak sepet, Selain itu, biasanya benih iitu tidak pernah diserang hama lalat buah dan penyakit akar batang. Buahnya cukup besar, warna matangnya kuning mengkilap dan warnanya merata. Lagi pula tekstur daging buahnya halus, tergantung dari varietas yang ditanamnya.

Sesudah pot diisi dengan media, barulah benih dimasuukan ke dalam pot. Benih ditanam di tengah-tengah pot, tambah media sedikit sambil di sekitar tanaman dipadatkan sehingga benih tidak mudah goyah. Jika benih yang ditanam berasal dari benih sambungan, batas sambungan dari benih tidak boleh tertimbun media tanam. Setidaknya 5 cm bagian batang di bawah sambungan harus muncul di atas media. Tujuannya untuk mencegah benih terinfeksi penyakit busuk akar pada bagian atas yang tertimbun media.

Harus Dirawat
Meski secara umum, belimbing mudah tumbuh dan menghasilkan buah tanpa perawatan yang intensif, tetapi untuk menghasilkan buah yang banyak dan mutu yang baik, tentunya benih yang sudah ditanam itu harus dirawat. Jika benih yang ditanam itu berasal dari benih bersertifikat dan dirawat sungguh-sungguh sesuai dengan aturan budidaya belimbing dan ditanam pada tempat yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya, maka belimbing akan berbuah lebat dengan rasa yang manis..

Perawatan yang harus dilakukan antara lain pemupukan, pemangkasan, penyiraman maupun pengendalian hama dan penyakit. Perawatannya, tidak bedanya dengan belimbing yang ditanam langsung di tanah, baik yang ditanam di kebun, halaman rumah maupun yang ditanam di pekarangan. Bedanya, belimbing yang ditanam dalam pot, medianya sering diganti untuk memperbaharui media tanamnya sehingga pertumbuhan tanaman tetap subur danb erbuah lebat.

Jika media tumbuhnya sudah keras/padat, pertumbuhan tanaman terlihat kerdil dan pertumbuhannya lambat, maka media tanamnya harus diganti. Kondisi seperti ini, umumnya setelah tanaman berumur 3-4 tahun. Memadatnya media tanam karena media tanam tersebut telah dipenuhi akar tanaman yang tumbuh melingkar di dalam pot. Kondisi tanaman seperti ini sebaiknya dipindahkan ke dalam media dan pot baru yang lebih lebar. Sebelum dipindahkan, sebagian akarnya dikurangi/dipotong dengan gunting yang steril.

Untuk mengganti media tanam yang lama dengan media tanam yang baru, pertama-tama media tanam lama dikeluarkan setengahnya sambil menepuk punggung pot supaya akar-akar samping yang melekat di pot bagian dalam lepas dan media tanam menjadi hancur. Keluarkan tanaman secara perlahan-lahan, kemudian potong ujung-ujung akar dengan gunting tajam dan steril.

Sesudah itu, siapkan media tanam pengganti yang berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang matang dengan perbandingan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Masukkan media tanam pengganti ke dalam pot sampai 10 cm di bawah bibir pot. Pekerjaan berikutnya, benih yang baru dipindahakan ke dalam media tanam pengganti tersebut disiram secukupnya sampai lembab saja supaya tanaman tidak mengalami stress
Belimbing yang ditanam itu bisa dipanen setelah umur 60-90 hari setelah bunga mekar, tergantung dari variets yang ditanam. Belimbing sembiring misalnya dapat dipanen pada umur 60-70 hari sesudah bunga mekar. Sedang Belimbing demak bisa dipetik saat umur 80-90 hari sesudah bunga mekar. Dalam setahun, belimbing dapat dipanen 4-6 kali

Sumber : http://cybex.pertanian.go.id

Artikel Terkait

Budidaya Cabe Keriting Tanaman cabe keriting adalah salah satu jenis cabe yang paling banyak dibeli untuk dijadikan bahan bumbu masakan. Tanaman cabe keriting terutama yang ...
Budidaya Pala Pala (Miristica fragrans)adalah tanaman asli indonesia yang berasal dari Kepulauan Banda dan Maluku. Dari sinilah pala kemudian menyebar ke pulau lain...
Cara Menanam Bawang Putih Di Polybag Bawang putih putih adalah salah satu bumbu dapur yang begitu perlu untuk melezatkan tiap-tiap makanan. Anda pasti senantiasa memerlukan bawang putih u...
Cara Menghitung Jarak Tanam Cara menghitung jarak tanam pada dasarnya menggunakan rumus di bawah ini: "Jumlah Tanaman" = "Luas Lahan" dibagi "jarak tanam" atau "Luas Lah...
Budidaya Tanaman Manggis Manggis adalah tanaman yang membutuhkan iklim lembab sampai basah dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun atau minimal 5 bulan, Kondisi iklim i...
Budidaya Jambu Air Madu Hijau Jambu air madu hijau adalah varietas baru yang mulai banyak dikembangkan oleh para pehobi buah atau petani buah, bahkan buah yang masih tergolong dala...
Manfaat Pupuk Dolomit Untuk Pertanian Pupuk dolomit merupakan salah satu jenis pupuk yang cukup ramah lingkungan namun memiliki kualitas tinggi. Dolomit merupakan mineral yang di dalamnya ...
Budidaya Kelapa Kopyor Kelapa kopyor adalah tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi ...