Jahe merah ditanam atau dibudidayakan dari bibit, bibit jahe merah adalah berupa rimpangnya. Akan tetapi rimpang bibit jahe ini sebaiknya tidak langsung ditanam, melainkan disemai terlebih dahulu, tujuannya adalah agar saat penanaman nantinya dapat dipilih hanya tanaman yang tumbuh baik dan sehat saja sehingga pertumbuhan tanaman dapat seragam. Selain itu dengan persemaian terlebih dahulu pemantauan dan perawatan akan lebih mudah, mengingat tanaman yang masih muda memerlukan perawatan yang lebih intensif jika dibandingkan tanaman dewasa.

Metode dalam melakukan penyemaian jahe merah yang dilakukan oleh para petani, berbagai macam caranya dan dari masing-masing cara memiliki kelebihan tersendiri. Diantaranya adalah penyemaian dengan media bak kayu, bedengan, media jerami maupun penyemaian menggunakan media polybag.

Pada artikel kali ini akan kita ulas mengenai Cara Penyemaian Bibit Jahe Merah menggunakan box kayu, berikut ini penjelasan selengkapnya.

SIAPKAN BIBIT

Pilihlah bibit jahe merah yang berkualitas, bibit jahe merah yang ditanam adalah berupa rimpangnya.

Bibit jahe merah berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik (bibit bebas hama dan penyakit).

Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 – 3 bakal mata tunas dengan berat 20 – 40 g untuk jahe merah. Kebutuhan benih per hektar untuk jahe merah adalah 1 – 1,5 ton.

Rimpang jahe merah yang baik untuk benih adalah jahe merah yang sudah tua dan berusia sekitar 10 bulan ke atas. Karena jika menanam rimpang jahe yang masih muda, rentan dengan serangan penyakit dan pertumbuhannya agak sedikit lambat.

Selain itu, carilah yang berwarna cerah, sehat, mulus, dan ukurannya besar. Benih jahe merah sekarang sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian seperti SentraTani.com

Sebelum disemai rimpang jahe merah direndam terlebih dahulu ke dalam air yang telah ditambahkan ZPT ( zat pengatur tumbuh ) di dalamnya, atau bisa juga menggunakan pupuk hayati. Tujuannya adalah agar bibit jahe merah lebih cepat tumbuh tunas dan akarnya. Perendaman ini  juga bisa menggunakan air yang ditambah fungisida untuk memproteksi bibit dari serangan jamur dan penyakit.

Rimpang jahe tersebut tidak perlu dipotong-potong dahulu, melainkan langsung direndam saja.

ZPT ini bisa didapatkan dengan mudah di toko-toko pertanian. Perendaman rimpang jahe merah dilakukan selama kurang lebih 6 jam.

TAHAP PENYEMAIAN

Tahap penyemaian diawali dengan menyiapkan media semai dan wadah persemaian.

Media semai yang digunakan adalah berupa arang sekam, sedangkan wadah persemaiannya adalah box kayu atau bisa juga menggunakan bedengan. Masukkan media semai ke dalam box kayu kemudian siram hingga lembab.

Tanam rimpang jahe merah yang telah direndam ZPT pada media persemaian dengan menyusunnya secara berjajar, berikan jarak agar tidak terlalu rapat, kemudian tutup menggunakan media yang sama tipis saja dan diikuti dengan penyiraman.

Tutup persemaian jahe merah menggunakan karung atau plastik gelap untuk mempercepat pertumbuhan tunas, penutupan ini dilakukan hingga tumbuh tunas-tunas baru pada persemaian.

Adapun perawatan persemaian jahe merah ini cukup sederhana yaitu penyiraman dan penyemprotan fungisida. Lakukan penyiraman secukupnya (cukup hingga media lembab saja) dan jangan berlebihan. Sedangkan penyemprotan fungisida dilakukan jika dibutuhkan saja atau ketika terindikasi serangan penyakit akibat jamur.

Persemaian akan bertunas setelah 1-2 minggu dan bibit jahe merah hasil persemaian siap dipindah tanam pada polybag, karung ataupun langsung ke lahan setelah berumur 1 bulan dari penyemaian.

Demikian ulasan mengenai cara penyemaian bibit jahe merah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit jahe merah ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN