Budidaya sirih merah yang baik dan benar tidaklah terlalu sulit, ada 3 teknik yang biasa digunakan untuk menanam sirih merah, yaitu teknik stek, teknik merunduk dan teknik stek air.

Namun untuk menanam tanaman herbal ini memang diperlukan ketekunan untuk merawatnya. Tanaman sirih merah merupakan salah satu jenis tanaman obat yang saat ini banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ternyata tanaman ini mengandung beragam manfaat untuk kesehatan, seperti mengobati penyakit diabetes, radang tenggorokan, melancarkan haid, mengobati keputihan, menghilangkan bau mulut dan sebagainya. Tak heran jika sirih merah saat ini banyak ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman obat sekaligus sebagai tanaman hias.

Apabila anda juga tertarik untuk menanam sirih merah, ada baiknya anda mempelajari habitat awal dari tanaman ini.

Sirih merah juga termasuk golongan tanaman hias merambat yang menyukai tempat yang teduh, tanaman ini biasanya merambat pada pohon yang lebih besar, sehingga ia ternaungi oleh pohon tersebut. Sirih merah yang tumbuhnya di tempat yang teduh maka daunnya akan tumbuh lebar dan batangnya nampak berisi, apabila sering terpapar sinar matahari maka batangnya akan cepat mengering. Sebaliknya jika terlalu banyak air maka akar dan batangnya akan cepat membusuk.

Agar tanaman sirih merah dapat tumbuh subur sebaiknya berikan perlindungan pada tanaman tersebut menggunakan paranet atau bisa juga letakkan tanaman pada tempat yang tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung.

Jika anda memiliki pekarangan yang cukup luas, anda bisa menanamnya langsung pada tanah, namun jika pekarangan terbatas anda bisa menanamnya menggunakan media pot atau polybag.

MENYIAPKAN MEDIA TANAM

Langkah awal dalam budidaya sirih merah adalah menyiapkan media tanam yaitu berupa campuran tanah , kompos dan pasir dengan perbandingan 3:3:1 kemudian campurkan bahan-bahan tersebut hingga merata. Masukkan media tanam tersebut kedalam pot, polybag atau lubang tanam pada lahan sebagai tempat untuk menanam. Jikan menggunakan pot atau polybag pastikan pada bagian bawahnya sudah terdapat lubang untuk keluar air agar tidak tergenang saat disiram.

Berikut ini ulasan mengenai cara menanam sirih merah yang benar dengan menerapkan teknik stek, teknik merunduk dan teknik stek air.

TEKNIK STEK

Budidaya sirih merah  menggunakan teknik stek ini merupakan cara yang termudah, berikut ini langkah-langkahnya :

  • Pilih batang sirih yang cukup tua
  • Potong sekitar 2 ruas dan sebaiknya memiliki 2-3 helai daun
  • Rendam potongan batang kedalam air sekitar 15 menit
  • Tancapkan potongan/bibit tersebut pada media tanam yang sudah disiapkan
  • Letakkan pot atau polybag pada tempat yang teduh
  • Jaga agar kebutuhan air tercukupi dengan melakukan penyiraman secara rutin

TEKNIK MERUNDUK

Pada dasarnya cara menanam sirih merah menggunakan teknik merunduk ini mirip dengan teknik stek, hanya saja pemotongannya dilakukan setelah akar dari batang yang dirundukkan tumbuh.

Caranya yaitu :

  • Pilih sulur yang panjang
  • Atur agar sulur tersebut merunduk dan menempel pada media tanam/tanah
  • Setelah sulur yang menempel pada media tanam tumbuh akar, potonglah sulur tersebut
  • Pindahkan sulur yang sudah dipotong pada media tanam baik berupa pot, polybag atau langsung ditanam pada lahan.

TEKNIK STEK AIR

Teknik stek air ini sebenarnya hampir mirip dengan teknik stek biasa. Yang membedakannya hanyalah media tanam yang digunakan. Dalam teknik stek, cara menanamnya dengan menggunakan media tanah, sedangkan teknik stek air menggunakan media air terlebih dahulu untuk merangsang tumbuhnya akar. Berikut ini langkah-langkahnya :

  • Potong batang sirih merah yang tua dan sehat sepanjang dua ruas (memiliki daun 2-3 helai).
  • Siapkan botol bekas/wadah yang diisi air
  • Rendam pangkal batangnya ke dalam air, yang perlu diperhatikan dalam perendaman ini adalah jangan sampai daunnya ikut terendam, akan tetapi cukup batangnya saja
  • Letakkan di tempat yang teduh
  • Tunggu hingga sekitar 4-7 hari biasanya akar akan mulai tumbuh
  • Pindahkan sulur atau batang yang telah berakar pada media tanam berupa pot, polybag atau langsung pada lahan. ¬†

PERAWATAN

Setelah penanaman, tanaman sirih merah memerlukan perawatan, adapun perawatannya tergolong mudah, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin 1-2 hari sekali tergantung kondisi tanah dan tanaman, lakukan penyiraman secukupnya saja, jangan sampai tergenang karena bisa menyebabkan akar tanaman menjadi busuk.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan secara berkala, yaitu jika terlihat tumbuh gulma disekitar tanaman, karena gulma akan mengganggu pertumbuhan sirih merah dengan merebut unsur hara dan air dari dalam tanah.

  • Pemupukan

Pada pemupukan dasar gunakanlah pupuk kandang atau kompos, sedangkan untuk meningkatkan kesuburan dan pertumbuhan tanaman, bisa digunakan pupuk NPK.

Lakukan pemupukan dengan hati-hati, letakkan pupuk di sekitar batang tanaman akan tetapi jangan sampai mengenai batang secara langsung agar batang tidak busuk.

PEMANENAN

Bagian yang dipanen dari sirih merah adalah daunnya, akan tetapi tanaman sirih merah ini termasuk tanaman yang memerlukan pertumbuhan daun yang cukup lama, untuk menghasilkan 5-7 helai daun saja memerlukan waktu sekitar 1,5 bulan.

Sirih merah yang sudah bisa dipanen adalah yang sudah memiliki 15-20 helai daun atau berumur sekitar 4 bulan setelah tanam.

Pilihlah daun yang tebal dan kaku dengan ukuran 5-10 cm, pemetikan dilakukan dari bawah ke atas dengan batas minimal pemetikan bagian bawah adalah 60 cm dari permukaan tanah.

Demikianlah ulasan mengenai cara menanam sirih merah yang benar, semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit sirih ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube RANGSES