Bagi anda yang tidak memiliki lahan yang luas untuk menanam cabe, hal tersebut bukan menjadi kendala, karena cabe bisa ditanam dimana saja, salah satunya dapat ditanam dalam pot, yang bisa diletakkan disekitar rumah, sehingga anda bisa mencukupi kebutuhan cabe keluarga melalui tangan anda sendiri.

Untuk mengetahui cara menanam cabe rawit dalam pot, mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

PERSIAPAN BENIH

Sebelum anda memulai menanam cabe rawit, hal penting yang harus anda lakukan adalah memilih benih berkualitas unggul, yang bisa anda dapatkan di SentraTani.com, karena benih yang unggul memiliki daya kecambah yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga benih unggul ini dapat menunjang keberhasilan budidayanya.

TAHAP PENYEMAIAN

Sebelum ditanam, benih cabe rawit perlu disemai terlebih dahulu, proses semai diawali dengan penyiapan media semai  berupa campuran tanah yang sudah diayak, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1, aduk semua bahan hingga merata.

Masukkan media semai tersebut ke dalam pot tray/tray semai kemudian siram air secara merata, tunggu beberapa menit hingga air tidak lagi menetes dari lubang ujung bawah pot tray/tray semai.

Setelah itu buat lubang semai sedalam 0,5 cm, masukkan satu benih pada tiap lubang semai kemudian tutup kembali dengan media semai.

Untuk mempercepat proses perkecambahan tutup persemaian dengan plastik gelap atau penutup lainnya, dalam waktu 3-4 hari biasanya benih telah berkecambah.

Rawat persemaian dengan baik, agar benih cabe tetap sehat, dengan menyiram persemaian secara merata.

Setiap 3-5 hari sekali persemaian disemprot dengan pupuk daun, insektisida dan fungisida agar pertumbuhannya lebih baik dan mencegah dari serangan hama atau penyakit.

Setelah kecambah mulai tumbuh dan memiliki daun 5-6 helai atau umur bibit 14-18 hari setelah semai, bibit siap dipindahkan ke dalam pot.  

TAHAP PENANAMAN

Pada tahap penanaman ini diawali dengan menyiapkan media tanam berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Tambahkan juga pupuk NPK sebanyak 1 sendok makan untuk pot besar dan setengahnya untuk pot kecil. Campurkan pupuk NPK secara merata dengan media tanam yang lain, kemudian masukkan media tanam ke dalam pot, dan siram hingga basah merata.

Buat lubang tanam sedalam 5-7 cm untuk memasukkan bibit yang sudah siap pindah tanam.

Tanam bibit pada lubang tanam, kemudian tutup kembali dengan sedikit dipadatkan secara hati-hati agar bibit tertanam erat dan tidak mudah roboh. Lakukan penyiraman setelah selesai penanaman.

TAHAP PERAWATAN

Tanaman cabe yang sudah ditanam di pot harus dirawat secara telaten, karena titik krusial dalam budidaya cabe dimulai sejak masa satu hari setelah pindah tanam hingga panen. Untuk itu perawatan tanaman cabe dalam pot harus dilakukan secara insentif.

Perawatan tanaman cabe rawit dalam pot meliputi penyiraman, pemasangan ajir, perempelan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman sekurang-kurangnya 3 hari sekali, saat matahari terik lakukan penyiraman setiap hari pada pagi dan sore hari.

  •  Pemasangan ajir

Berilah penopang tanaman atau ajir dari bambu, agar tanaman tegak, pemasangan ajir ini dilakukan saat tanaman tumbuh sekitar 20 cm.

  • Perempelan

Lakukan perempelan pada tunas muda yang tumbuh di ketiak daun, ini dilakukan agar tanaman tidak tumbuh menyamping saat batang belum kuat menopang. Perempelan dilakukan sejak tanaman berumur 20 hari setelah pindah tanam, biasanya perempelan dilakukan 3 kali hingga terbentuk cabang.

  • Pemupukan

Pemupukan juga perlu dilakukan dengan pupuk tambahan dengan dosis 1 sendok makan NPK per pot setiap bulannya, atau apabila ingin menanam cabe secara organik sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah.

  • Pengendalian hama penyakit

Meski hanya menanam beberapa batang namun hama dan penyakit cabe harus diwaspadai, lakukan pengendalian hama dan penyakit secara bijak, yaitu dengan menggunakan pestisida hanya pada saat tanaman terserang hama atau penyakit, gunakan dosis sesuai anjuran. Namun jika bertanam cabe secara organik gunakan pestisida organik.   

TAHAP PEMANENAN

Umur tanaman cabe dari tanam hingga panen bervariasi, tergantung jenis varietas dan lingkungan.

Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah dan masih memiliki garis hijau.

Untuk menjaga kesegaran sebaiknya cabe dipanen saat pagi hari, hindari panen saat siang hari atau malam hari.

Demikian ulasan mengenai cara menanam cabe rawit dalam pot, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih cabe ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube PANAH MERAH TV