Tomat merupakan sayuran yang banyak dibudidayakan oleh para petani di berbagai provinsi di Indonesia. Menanam tomat bisa dilakukan dimana saja dan tidak sesulit yang dibayangkan dan anda pun bisa menanamnya sendiri.

Jika anda tidak memiliki lahan yang luas untuk menanam tomat, hal tersebut bukan menjadi kendala, anda bisa menanamnya dalam polybag, yang bisa diletakkan di sekitar rumah, sehingga anda bisa mencukupi kebutuhan sayur keluarga melalui tangan anda sendiri.

Untuk cara budidaya tomat di polybag, mari simak penjelasannya berikut ini.

Sebelum anda memulai menanam tomat, hal penting yang harus anda lakukan adalah memilih benih berkualitas unggul, yang bisa anda dapatkan di SentraTani.com

Tahap penyemaian

Sebelum ditanam, benih tomat perlu disemai terlebih dahulu, proses semai diawali dengan penyiapan media semai  berupa campuran tanah yang sudah diayak, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1, atau bisa juga membeli media semai yang sudah siap digunakan.

Masukkan media semai berupa campuran tanah, arang sekam dan kompos kedalam pot tray/tray semai kemudian siram air secara merata, tunggu beberapa menit hingga air tidak lagi menetes dari lubang ujung bawah pot tray/tray semai.

Setelah itu buat lubang semai sedalam 0,5 cm, masukkan satu butir benih pada tiap lubang semai kemudian tutup kembali dengan media semai.

Untuk mempercepat proses perkecambahan tutup persemaian dengan plastik gelap atau penutup lainnya, sekitar 3-4 hari kemudian tutup persemaian dibuka, dan biasanya benih telah berkecambah.

Rawat persemaian dengan baik, bila diperlukan siram persemaian secara merata setiap pagi dan sore.

Agar pertumbuhan optimal antara 3-5 hari bibit diberi pupuk, aplikasi pemupukan ada 2 cara yaitu dengan semprot atau disiram dengan dosis sesuai anjuran.

Tahap penanaman

Selanjutnya siapkan media tanam berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1, kemudian masukkan media tanam kedalam wadah/polybag, hal ini dilakukan 1-2 minggu sebelum pindah tanam.

Tambahkan juga pupuk NPK sebanyak 1 sendok makan untuk polybag besar dan setengahnya untuk polybag kecil.

Campurkan pupuk NPK secara merata dengan media tanam yang lain, kemudian siram media tanam pada polybag dengan air.

Setelah 14-17 hari di persemaian, benih siap dipindahkan ke polybag, pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore hari dan lakukan enyiraman pada tanaman agar tidak stres.

Buat lubang tanam sedalam 5-7 cm untuk memasukkan benih semai yang sudah siap pindah tanam. Pindahkan bibit secara hati-hati, kemudian disiram.

Penyiraman berikutnya dilakukan setiap 1-2 hari sekali

Tahap pemupukan

Pupuk susulan berupa NPK diberikan setiap 5-7 hari sekali dengan sistem kocor. Caranya larutkan NPK dalam air dengan dosis 1 gram per liter.

Tahap perawatan

Berilah penopang tanaman atau ajir dari bambu, agar tanaman tegak, saat tanaman tumbuh sekitar 20 cm.

Bila terlihat ada serangan hama, ambil hama tersebut secara manual, buang daun atau batang yang terkena hama.

Penyemprotan dilakukan apabila benar-benar diperlukan, agar lebih aman untuk kesehatan dan lingkungan, gunakan pestisida organik yang lebih alami.

Tahap pemanenan

Dalam waktu 3 bulan tomat sudah mulai bisa dipanen, buah tomat tidak matang secara serempak, lakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali, jangan terlalu rapat untuk menghindari kerusakan tanaman.

Waktu pemetikan yang baik adalah pagi dan sore hari ketika sinar matahari tidak terlalu terik, agar kesegaran buah tetap terjaga.

Demikian cara budidaya tomat di polybag, semoga menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk anda semua.

Untuk membeli benih tomat silakan kunjungi SentraTani.com