Jambu mete (Anacardium occidentale L) adalah tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara..j ambu mete mempunyai puluhan varietas, di antaranya ada yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan dan hijau.
Tanaman jambu mete adalah komoditi ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Selain itu biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Buah mete semua dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, dan jem jambu mete. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. Apabila terkena udara, cairan tersebut berubah menjadi hitam. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. Selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. Selain daya rekatnya baik, gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.

budidaya jambu mete

Pengolahan media tanam merupakan hal sangat penting dalam budidaya jambu mete, kegiatan pengolahan media tanam sebagai berikut: Persiapan, Pembukaan Lahan, dan Pemupukan.

Persiapan
Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu, pH harus 4-6, tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab, juga terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan, pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.

Pembukaan lahan
Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar, untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase.

Pemupukan
Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang, sedikit diluar lingkaran daun. pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang, diluar lubang sebelumnya. Pemberian pupuk kandang dan kompos, kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah.
Setelah media siap kemudian dilaksanakan penanaman. Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. Untuk efisiensi lahan, dapat diterapkan budidaya polikultur. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela. Sebagai contoh adalah tanaman palawija, rumput setaria, dan jambu mete. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m, bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur. Selain itu pembuatan lubang tanam harus juga diperhatikan, cara membuat lubang tanam adalah sebagai berikut: 1). Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. Bila jenis tanahnya sangat liat, ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas, harus ditembus, agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air. 2). Pada waktu penggalian lubang, lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat. 3). Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Pada waktu penutupan lubang, tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula, disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul. 4). Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali.
Sumber: cybex.pertanian.go.id

Artikel Terkait

Budidaya Mentimun Pada Lahan Sawah Mentimun (Cucumis Sativus L) adalah sayuran buah yang memiliki kandungan mineral dan vitamin cukup tinggi. Disamping untuk memenuhi kebutuhan pasar se...
Budidaya Cabe Rawit Di Dalam Polybag Cabai merupakan adalah satu komoditas tanaman hortikultura yang berpengaruh cukup besar dalam perekonomian Indonesia terutama pengaruhnya terhadap ter...
Budidaya Tanaman Brokoli Brokoli (Brassica oleracea var. botrytis forma cymosa) termasuk dalam famili BrassicaceaePada kubis jenis ini, bakal bunganya mengembang menyerupai te...
Adi Pramudya, Petani Muda Nan Kaya Mimpi, Komitmen, Fokus dan tidak Menyerah Empat kata kunci inilah yang sangat dipegang oleh seorang Adi Pramudya. Petani muda yang dalam sebulan berh...
Budidaya Cabe Rawit Cabe rawit merupakan tanaman dari benua Amerika. Tanaman ini cocok dikembangkan di daerah tropis terutama sekitar khatulistiwa. Tanaman ini paling coc...
Budidaya Daun Bawang Bawang daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia ada tiga macam, yaitu: Bawang prei atau leek (Allium porum L.), tidak berumbi dan mempunyai daun y...
Cabe Hias Cabe merupakan jenis tanaman yang biasanya digunakan untuk memberikan cita rasa pedas pada makanan. Itulah mengapa, cabe identik dengan tanaman untuk ...
Budidaya dan Pengolahan Tanaman Kakao Kakao (Theobroma cacao L) adalah salah satu jenis tanaman penyegar yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pengembangan kakao di Indonesia pada tahun...