Kategori: Alpukat

  • Cara Menyemai Biji Alpukat Dengan Media Air

    Untuk menyediakan bibit alpukat yang bermutu, tepat jenis, tepat waktu dan dalam jumlah banyak dapat dilakukan dengan beberapa langkah, baik itu perbanyakan/pembibitan tanaman secara generatif maupun vegetatif.

    Bibit hasil perbanyakan tanaman secara generatif biasanya hanya digunakan untuk batang bawah/rootstock dalam perbanyakan tanaman secara vegetatif seperti grafting, okulasi sambung sisip dan sebagainya, karena jika bibit hasil perbanyakan secara generatif berupa persemaian dari biji langsung ditanam tanpa perlakuan tersebut/vegetatif, meskipun sebenarnya dapat menghasilkan buah akan tetapi memiliki beberapa kekurangan diantaranya tanaman tumbuh tinggi, kualitas buah menyimpang dari induknya, dan untuk berbuah memerlukan waktu yang relatif lama.

    Pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai pembibitan tanaman alpukat melalui persemaian biji/ pembibitan secara generatif dengan media air, dan jika bibit sudah tumbuh pada usia tertentu dapat diberi perlakuan pembibitan secara vegetatif seperti grafting, okulasi sambung sisip dan sebagainya.

    Berikut ini ulasan lengkap mengenai Cara Menyemai Biji Alpukat Dengan Media Air :

    Penyemaian biji alpukat selain dapat dilakukan pada media air dapat dilakukan pula pada media tanah.

    Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

    • Biji alpukat
    • Gelas plastik bekas air mineral atau sejenisnya
    • Lidi atau tusuk gigi
    • Bawang merah
    • Air

    Adapun langkah-langkah penyemaian biji alpukat adalah sebagai berikut :

    • Langkah pertama siapkan biji alpukat yang sudah benar-benar tua dan tentunya dari alpukat yang berkualitas unggul.
    • Keluarkan biji alpukat dari daging buahnya, dengan cara membelah buah menggunakan pisau, lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai biji, cuci hingga bersih dan keringkan menggunakan tisu atau lap.
    • Kupas kulit bijinya hingga bersih.
    • Siapkan larutan bawang merah dengan cara menggepreknya atau bisa juga dengan diparut, masukkan kedalam wadah berisi air, diamkan bawang merah dalam air selama sekitar 10 menit agar hormon perangsang tumbuh akarnya keluar dan menyatu dengan air. Fungsi bawang merah ini adalah untuk merangsang tumbuhnya akar pada biji alpukat.
    • Tusuk 3 atau 4 sisi samping biji menggunakan lidi atau tusuk gigi, sebelum menusuk biji perlu diperhatikan bahwa biji alpukat memiliki sisi lancip dan sisi tumpul, dimana sisi lancip merupakan tempat tumbuhnya tunas dan merupakan sisi atas sedangkan sisi tumpul merupakan sisi bawah yang merupakan tempat tumbuhnya akar, jangan sampai terbalik. Tusuk gigi ini berfungsi untuk menahan biji saat diletakkan pada gelas agar tidak terendam air seluruhnya.
    • Isi gelas plastik bekas air mineral menggunakan air yang telah dicampur dengan larutan bawang merah.
    • Letakkan biji yang telah diberi tusuk gigi pada ketiga sisinya pada gelas air mineral hingga sepertiga biji terendam air.
    • Letakkan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
    • Dalam waktu 4-6 minggu biasanya biji sudah mulai keluar tunas dan akar.
    • Tambahkan air jika volume air berkurang dan tidak mengenai bagian bawah biji.
    • Ganti air dalam gelas setiap 5 hari sekali untuk mencegah tumbuhnya jamur.
    • Setelah bibit berumur 45-55 hari bibit sudah siap dipindah tanam pada pot atau polybag dengan media tanah.

    Demikian ulasan mengenai Cara Menyemai Biji Alpukat Dengan Media Air, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli bibit alpukat maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

  • Cara Sambung Pucuk Alpukat Usia Dini

    Sambung pucuk atau grafting tanaman buah alpukat usia dini maksudnya adalah melakukan sambung pucuk pada bibit tanaman alpukat hasil persemaian biji yang baru berumur sekitar 3 minggu, dimana biasanya dilakukan pada bibit hasil persemaian biji yang telah berumur sekitar 6-7 bulan.

    Sebenarnya cara melakukan penyambungannya hampir sama, akan tetapi karena yang disambung adalah bibit alpukat usia dini yang masih sangat muda, maka memerlukan teknik khusus untuk menunjang keberhasilannya.

    Berikut ini tahapan Cara Sambung Pucuk Pohon Alpukat Usia Dini:

    Dalam pembuatan bibit alpukat usia dini melalui grafting/sambung pucuk ada dua bagian penting yang harus siap dalam waktu bersamaan, bagian yang pertama adalah batang bawah yang bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan yang kedua adalah batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

    PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

    • Pisau okulasi, cutter, silet, atau pisau apa saja asalkan tajam dan steril
    • Plastik PE 02 atau plastik es lilin untuk mengikat sambungan
    • Batang bawah dan batang atas

    PERSIAPAN BATANG BAWAH

    Batang bawah yang digunakan untuk grafting adalah bibit tanaman alpukat usia dini yang berasal dari persemaian biji yang berumur sekitar 3 minggu, baik itu ditanam di pot atau polybag, usahakan diameter batangnya kurang lebih sama dengan batang atas yang akan disambungkan.

    Pilihlah bibit yang sehat, pertumbuhannya bagus, batang tegak dan kokoh.

    PERSIAPAN BATANG ATAS/ENTRES

    Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

    Ambil entres dari pohon induk berupa cabang yang daunnya benar-benar tua, ujungnya tidak sedang tumbuh ( tidak terdapat daun muda/cabang dorman), sudah mulai muncul mata tunas yang nantinya akan menjadi tunas baru.

    Potong entres pilihan kemudian pangkas semua daunnya untuk mencegah penguapan.

    TAHAP PENYAMBUNGAN/GRAFTING

    • Potong batang bawah kurang lebih 8-10 cm dari pangkal batang agar nantinya pohon tumbuh pendek.
    • Batang bagian bawah dibelah sekitar 3 cm (lebih panjang dari biasanya) dengan menggunakan pisau okulasi atau cutter, pada bibit alpukat usia dini pembelahan dilakukan lebih panjang daripada pembelahan grafting biasanya, tujuannya untuk memudahkan dalam pengikatan, karena jika pembelahan dibuat seperti biasa akan licin sehingga sulit untuk diikat.
    • Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, karena pembelahan batang bawah dibuat lebih panjang dari biasanya, maka penyayatan entrespun juga dibuat lebih panjang menyesuaikan dengan belahan batang bawah. Panjang entres kira-kira 10 cm dan minimal memiliki 2 ruas atau mata tunas.
    • Sisipkan pada belahan batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama, usahakan sambungan serapat mungkin dan tidak terdapat rongga.
    • Kemudian ikat sambungan, jika menggunakan plastik es untuk mengikat maka ditarik terlebih dahulu agar memanjang kemudian dibelah menggunakan cutter/pisau.
    • Ikat sambungan menggunakan plastik PE atau plastik es tersebut, dengan cara melilitnya yang dimulai dari bagian bawah ke atas/sistem genteng hingga bagian entres dan sambungan tertutup semua.
    • Bibit hasil sambung pucuk ini bisa diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung akan tetapi dengan syarat jangan sampai kekurangan air, karena bibit akan menjadi layu.

    Demikian ulasan mengenai Cara Sambung Pucuk Pohon Alpukat Usia Dini, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli bibit alpukat maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi : Channel Youtube grafting tree

  • Cara Menyemai Biji Alpukat

    Untuk mengoptimalkan potensi alpukat sebagai penunjang kemajuan perekonomian masyarakat, salah satu kuncinya adalah tersedianya bibit yang bermutu, tepat jenis, tepat waktu dan dalam jumlah banyak.

    Ketersediaan bibit merupakan langkah awal dan faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya tanaman alpukat baik itu berskala kecil ataupun berskala komersial.

    Untuk menyediakan bibit bermutu yang tepat jenis, tepat waktu dan dalam jumlah banyak dapat dilakukan dengan beberapa langkah, baik itu perbanyakan/pembibitan tanaman secara generatif maupun vegetatif.

    Bibit hasil perbanyakan tanaman secara generatif biasanya hanya digunakan untuk batang bawah/rootstock dalam perbanyakan tanaman secara vegetatif seperti grafting, okulasi sambung sisip dan sebagainya, karena jika bibit hasil perbanyakan secara generatif berupa persemaian dari biji langsung ditanam tanpa perlakuan tersebut/vegetatif, meskipun sebenarnya dapat menghasilkan buah akan tetapi memiliki beberapa kekurangan diantaranya tanaman tumbuh tinggi, kualitas buah menyimpang dari induknya, dan untuk berbuah memerlukan waktu yang relatif lama.

    Pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai pembibitan tanaman alpukat melalui persemaian biji/ pembibitan secara generatif, dan jika bibit sudah tumbuh pada usia tertentu dapat diberi perlakuan pembibitan secara vegetatif seperti grafting, okulasi sambung sisip dan sebagainya.

    Berikut ini ulasan lengkap mengenai Cara Menyemai Biji Alpukat :

    Penyemaian biji alpukat selain dapat dilakukan pada media air dapat dilakukan pula pada media tanah.

    Langkah pertama siapkan biji alpukat yang sudah benar-benar tua dan tentunya dari alpukat yang berkualitas unggul.

    Keluarkan biji alpukat dari daging buahnya, kemudian kupas kulit bijinya hingga bersih untuk mempercepat proses keluarnya akar.

    Selanjutnya adalah proses pemeraman yang bertujuan untuk merangsang proses tumbuhnya akar agar lebih cepat, berikut ini langkah-langkahnya :

    • Siapkan wadah yang memiliki tutup untuk media pemeraman baik itu berupa kaleng biskuit bekas atau sejenisnya, siapkan pula kain semacam kain lap atau sejenisnya.
    • Basahi dan peras kain lap, cukup lembab dan tidak perlu terlalu basah.
    • Masukkan lap lembab tersebut ke dalam wadah, masukkan biji alpukat kemudian tutup menggunakan kain yang sama.
    • Tutup rapat wadah tersebut dan letakkan pada tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung.
    • Tunggu hingga sekitar 1-2 minggu biasanya biji sudah membelah dan sudah keluar akar dan biji sudah siap ditanam pada media tanah.

    Untuk menanam biji alpukat yang sudah mulai tumbuh akar pada media tanah, berikut ini langkah-langkahnya :

    • Siapkan media tanam dengan komposisi tanah, pupuk kompos dan pasir dengan perbandingan 3:1:1, siapkan pula wadah media berupa gelas plastik bekas air mineral atau bisa juga menggunakan polybag.
    • Aduk semua bahan media tanam hingga merata, kemudian masukkan kedalam wadah yang sudah disiapkan sebelumnya.
    • Letakkan biji pada media tanam dengan menimbunnya sekitar 1/3 bagian biji, dengan akar pada bagian bawah, lakukan dengan hati-hati agar akar tidak patah.
    • Siram dengan air secukupnya, untuk selanjutnya penyiraman dilakukan setiap hari atau jika media tanam terlihat kering.
    • Letakkan persemaian biji di tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari secara langsung.
    • Setelah berumur 1-2 bulan bibit biasanya sudah tumbuh sekitar 40-50 cm dan siap dipindah tanam pada polybag atau langsung pada lahan untuk kemudian dilakukan penyambungan baik itu grafting, okulasi ataupun sambung sisip sebagai batang bawah atau rootstock.

    Demikian ulasan mengenai Cara Menyemai Biji Alpukat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli bibit alpukat maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi : Channel Youtube Dwi Siswanto

  • Cara Cangkok Susu Pohon Alpukat

    Perbanyakan tanaman atau pembibitan tanaman buah alpukat yang banyak dilakukan oleh para pembudidaya  salah satunya adalah dengan cara mencangkok, karena dengan mencangkok bibit yang dihasilkan memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan pembibitan menggunakan biji.

    Pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai teknik mencangkok yang lain dan berbeda dengan cara mencangkok pada umumnya/konvensional, yaitu mencangkok dengan menggunakan 2, 3 atau lebih akar tanaman muda yang masih sejenis yang  ditempelkan pada cabang batang tanaman yang sudah tumbuh dewasa kemudian tempelan tersebut diberi cocopeat yang kemudian dibalut menggunakan plastik dan diikat, teknik ini disebut dengan cangkok susu.

    Cangkok susu ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan mencangkok secara konvensional, diantara kelebihannya adalah sebagai berikut :

    1. Tidak semua tanaman bisa dicangkok dengan teknik konvensional
    2. Dapat menghasilkan bibit lebih baik dengan pertumbuhan lebih cepat
    3. Selain pada batang dengan ukuran standar cangkok, cangkok susu dapat dilakukan pada batang yang berukuran besar
    4. Bibit hasil cangkok susu akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan bibit hasil cangkok konvensional, bahkan pada beberapa jenis tanaman buah, kurang dari satu tahun sejak penanaman sudah bisa berbuah, baik itu ditanam pada pot atau langsung pada lahan
    5. Mempunyai perakaran yang lebih baik dan lebih kuat, sehingga tanaman tidak mudah tumbang

    Setelah mengetahui kelebihan perbanyakan tanaman alpukat menggunakan teknik cangkok susu, dan anda tertarik untuk melakukannya berikut ini kami ulas mengenai Cara Cangkok Susu Pada Pohon Alpukat :

    Peralatan yang kita perlukan antara lain :

    • Pisau okulasi atau cutter yang tajam dan steril
    • Grafting tape atau plastik es atau plastik PE 02
    • Plastik lembaran untuk menutup media cangkokan kira-kira 30cm×30cm atau sesuaikan dengan batang dan juga besar cangkokan
    • Tali rafia

    Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah :

    • Pohon induk yang berkualitas unggul, produktivitas tinggi, bebas dari serangan hama dan penyakit
    • Bibit alpukat hasil persemaian biji berumur sekitar 6 bulan atau telah memiliki batang kira-kira sebesar pensil, yang akan diambil batang bagian bawah dan akarnya untuk ditempelkan.
    • Cocopeat untuk media cangkok

    Langkah-langkah perbanyakan tanaman alpukat dengan metode cangkok susu.

    • Siapkan 2, 3 atau lebih bibit alpukat hasil persemaian biji, jumlah ini bisa disesuaikan dengan keinginan dan besar batang yang akan dicangkok, cabut bibit dari persemaiannya.
    • Potong batang bibit hingga menyisakan sekitar 10 cm dari pangkal batang, potong pula akar yang terlalu panjang, sisakan kira-kira 10 cm, hingga tersisa 20 cm yang terdiri dari batang dan akar,bersihkan akar serabutnya untuk merangsang pertumbuhan akar baru, kemudian cuci akar hingga bersih
    • Pilihlah batang yang akan dicangkok, buat 2 keratan melingkar berjarak 2-3 cm, kemudian kupas kulit batang diantara 2 keratan tersebut, batang dari pohon alpukat yang sehat akan mudah saat dikupas, lalu kerok kambiumnya hingga bersih dan tak tersisa lendirnya. Untuk cangkok susu alpukat dapat memilih batang yang sudah lumayan tua atau yang masih agak muda yaitu masih berwarna hijau, berbeda dengan cangkok biasa dimana harus menggunakan batang yang sudah tua yang ditandai dengan kulit batang keras dan berwarna kecoklatan.
    • Buat sayatan memanjang sekitar 8 cm, dengan menyayat kulit batangnya hingga bagian kayunya terlihat, lakukan dari atas ke bawah, dengan jarak 3 cm di atas cangkokan. Sayatan ini digunakan untuk menempelkan batang bibit hasil persemaian biji tersebut, jumlah sayatan disesuaikan dengan besar batang yang akan dicangkok dan jumlah bibit yang dimiliki.
    • Pasang tali pengikat yaitu plastik es atau grafting tape maupun plastik PE 02 dengan cara mengikatkannya pada batang yang disayat untuk mengikat batang bibit yang nantinya akan ditempelkan pada sayatan. Usahakan sayatan jangan sampai tersentuh tangan.
    • Sayat miring batang bibit yang akan ditempelkan sepanjang 8 cm, menggunakan pisau yang tajam, usahakan sayatan serata mungkin agar saat ditempelkan dapat menempel sempurna tanpa ada rongga
    • Ikat tempelan menggunakan plastik es atau grafting tape, cara pengikatan dimulai dari bawah/sistem susun genteng agar saat hujan air tidak masuk, pada bagian atas sayatan ikat serapat mungkin, dan pemasangan akar selesai.
    • Tahap selanjutnya yaitu pemasangan plastik pembungkus media, gunakan plastik untuk membungkus media cangkok, lingkarkan/balutkan plastik pada batang cangkokan dan satukan sambungan menggunakan lidi yang diruncingkan terlebih dahulu, lebar lingkaran disesuaikan dengan kebutuhan, jika menginginkan media lebih banyak buat lebih lebar, usahakan sambungan berada di bagian bawah.
    • Ikat bagian bawah plastik menggunakan tali rafia sekitar 2 cm dibawah keratan.
    • Masukkan cocopeat pada plastik yang telah diikat bagian bawahnya pada batang cangkok, padatkan secara hati-hati.
    • Perlu diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk mencangkok ataupun digunakan untuk media tanam adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung didalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air diatasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari. Sebelum digunakan untuk mencangkok basahi terlebih dahulu cocopeat hingga lembab, jangan terlalu basah, yaitu jika dipegang tidak basah akan tetapi dingin/mengandung air.
    • Setelah dirasa cukup, buang lidi, lalu ikat rapat bagian atas plastik hingga saat hujan air tidak masuk, ikat juga bagian tengahnya agar media cocopeat lebih padat. Tidak perlu dibuat lubang pada plastik, karena penggunaan cocopeat sebagai media cangkok memiliki keunggulan tersendiri, salah satunya dapat mengikat/menahan air dalam waktu yang lama sehingga tidak memerlukan penyiraman bahkan hingga cangkokan jadi dan siap tanam.
    • Jika pencangkokan dilakukan pada musim hujan, tambahkan plastik pelindung atau ikat menggunakan grafting tape di atas ikatan bagian atas agar air hujan tidak masuk.
    • Teknik cangkok susu ini tergolong cepat, usia cangkok susu bisa dipanen/turun cangkok mulai umur 2- 3 bulan, atau jika akar sudah terlihat penuh cangkokan siap dipotong untuk ditanam. Akan tetapi yang harus diperhatikan saat turun cangkok yaitu pada saat daun dari batang yang dicangkok berupa daun tua atau tidak sedang tumbuh tunas atau pupus.

    Demikian ulasan mengenai Cara Cangkok Susu Pohon Alpukat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli bibit alpukat maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi : Channel Youtube grafting tree

  • Cara Sambung Sisip Pohon Alpukat

    Sambung sisip adalah salah satu jenis teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dimana merupakan modifikasi dari teknik okulasi. Teknik pembibitan ini merupakan proses menghasilkan dahan baru dengan cara menyambungkan dahan muda yang secara teknik menyerupai okulasi, jika okulasi menggunakan mata tunas sebagai sambungannya, sedangkan pada teknik sambung sisip menggunakan ranting muda sebagai sambungannya.

    Pada prinsipnya, sambung sisip adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

    Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, ataupun stock. Bagian atas yang digunakan untuk menyambung disebut dengan scion.

    Berikut ini tahapan Cara Sambung Sisip Pohon Alpukat :

    Dalam pembuatan bibit alpukat melalui sambung sisip sama dengan grafting, dimana batang atas dan batang bawah harus siap dalam waktu bersamaan, batang bawah bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

    PERSIAPAN BATANG BAWAH

    Siapkan bibit alpukat hasil persemaian dari biji yang batangnya telah sebesar pensil atau lebih dengan tinggi kira-kira 60-70 cm. Pangkas terlebih dahulu bagian atas bibit dan sisakan sekitar 30-40 cm dari pangkal batang akan tetapi sisakan daun pada batang bawah. Pemangkasan ini dilakukan di awal karena pada tanaman alpukat ini berbeda dengan mangga dan lainnya, pemangkasan ini bertujuan agar sambungan lebih cepat tumbuh, karena jika tidak dilakukan pemangkasan akan terjadi perebutan nutrisi, sehingga pertumbuhan tunas dari sambungan berlangsung lambat.

    Akan tetapi pada batang bawah daunnya jangan dipangkas, agar bibit/batang bawah dapat tumbuh dengan baik

    PERSIAPAN BATANG ATAS

    Siapkan batang atas atau entres yang dipilih dari pohon induk. Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

    • Ambil entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak sedang tumbuh ( tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan memiliki tunas-tunas kecil pada ketiak daun.
    • Entres yang baik adalah yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu)
    • Potong entres pilihan kemudian pangkas semua daunnya.
    • Dari satu batang entres dapat dibuat beberapa sambung sisip dimana dalam proses sambung sisip ini tidak harus menggunakan bagian pucuk entres untuk batang atas, yang terpenting entres untuk batang atas ini minimal memiliki 2 mata tunas.

    TAHAP PENYAMBUNGAN

    Sayat atau iris kulit batang sepanjang 3-4 cm, dengan jarak 10-15 cm dari ujung, sayat sampai kulit benar-benar hilang, mengenai sedikit kulitnya tidak apa-apa, berbeda dengan tanaman durian yang hanya dikupas kulitnya saja.

    Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, akan tetapi sayatan dibuat lebih panjang sebelah. Irisan dibuat selurus mungkin sehingga saat ditempelkan tidak terdapat rongga dan menempel dengan sempurna.

    Tempelkan entres pada sayatan, kemudian ikat sambungan menggunakan plastik PE atau grafting tape atau plastik es lilin. Pengikatan dilakukan dari bawah ke atas, lakukan dengan hati-hati saat mengikat pada mata tunas agar mata tunas tidak patah, ikat hingga seluruh entres tertutup plastik, kemudian ikat. Untuk melindungi mata tunas, saat pemangkasan daun pada entres sisakan sedikit batang pangkal daun dimana mata tunas tumbuh pada ketiak daun.

    Setelah 2 minggu sejak penyambungan biasanya sambungan sudah mulai pecah tunas, dan pada usia 2 bulan plastik pengikat sudah dapat dibuka.

    Demikian ulasan mengenai Cara Sambung Sisip Pohon Alpukat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli bibit alpukat maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi : Channel Youtube Muttaqin

  • Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat

    Untuk mengoptimalkan potensi alpukat sebagai penunjang kemajuan perekonomian Indonesia salah satu kuncinya adalah tersedianya benih yang bermutu, tepat jenis, tepat waktu dan dalam jumlah banyak.

    Ketersediaan bibit merupakan langkah awal dan faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya tanaman alpukat berskala komersial, kegagalan dalam penyediaan bibit bermutu ini pengaruhnya sangat luas, selain kehilangan biaya juga kehilangan waktu. Maka industri pembibitan merupakan tulang punggung dalam pengembangan alpukat dan harus menjadi bagian integral dari sistem agribisnis alpukat.

    Untuk menyediakan bibit bermutu yang tepat jenis, tepat waktu dan dalam jumlah banyak dapat dilakukan dengan beberapa langkah, salah satunya adalah sambung pucuk atau grafting.

    Sambung pucuk/grafting merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif buatan yang sudah lama dikenal dan digunakan masyarakat luas untuk memperbaiki sifat tanaman baik sifat yang berkaitan kualitas ataupun yang berkaitan dengan kuantitas.. Selain berkaitan dengan aspek agronomi, grafting juga merupakan salah satu metode dalam pemuliaan tanaman yang sudah dikenal sejak dahulu.

    Pada prinsipnya, grafting adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

    Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, ataupun stock. Bagian atas yang digunakan untuk menyambung disebut dengan scion. Scion dapat berupa potongan batang atas/entres (cutting) atau juga apat berupa mata tunas tanaman. Jika scion yang digunakan adalah cutting, maka disebut dengan grafting. Namun jika scion yang digunakan adalah mata tunas, maka disebut dengan penempelan, budding, atau okulasi.

    Berikut ini tahapan Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat :

    Dalam pembuatan bibit alpukat melalui grafting ada dua bagian penting yang harus siap dalam waktu bersamaan, bagian yang pertama adalah batang bawah yang bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan yang kedua adalah batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

    PERSIAPAN BATANG BAWAH

    Batang bawah yang digunakan untuk grafting adalah bibit tanaman alpukat yang berasal dari persemaian biji yang berumur 3-4 bulan, usahakan diameter batangnya kurang lebih sama dengan batang atas.

    PERSIAPAN BATANG ATAS/ENTRES

    Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

    • Ambil entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak sedang tumbuh ( tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan potong di atas ruas yang terakhir.
    • Potong entres pilihan kemudian pangkas semua daunnya.

    TAHAP PENYAMBUNGAN/GRAFTING

    • Potong batang bawah kurang lebih 20-25 cm dari permukaan tanah.
    • Batang bagian bawah dibelah sekitar 2-2,5 cm dengan menggunakan pisau, cutter atau silet tepat di tengah sehingga kedua sisinya sama.
    • Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji
    • Sisipkan pada belahan batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama
    • Plastik es yang akan digunakan untuk mengikat ditarik terlebih dahulu agar memanjang kemudian dibelah menggunakan cutter/pisau.
    • Ikat sambungan menggunakan plastik es tersebut, dengan cara melilitnya yang dimulai dari bagian bawah sambungan hingga sambungan tertutup rapat, rapatkan dan perkuat ikatan di bagian atas sambungan agar air hujan tidak masuk mengenai sambungan
    • Sungkup entres menggunakan plastik es, jika kurang panjang plastik bisa ditarik dan disesuaikan dengan panjang entres yang akan disungkup. Ikat bagian bawah plastik sungkup untuk menjaga kelembaban agar entres tidak kering
    • Sisakan daun pada batang bawah, tujuannya agar tanaman dapat berfotosintesis, sehingga proses penyambungan berjalan dengan baik.
    • Jika batang bawah ditanam dalam polybag maka letakkanlah di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, akan tetapi jika batang bawah ditanam pada lahan maka buatlah naungan agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara langsung, naungan biasanya menggunakan potongan batang bawah yang tadi dipotong untuk penyambungan, caranya dengan mengikatkan potongan batang tersebut pada batang bawah dan ditata sedemikian rupa untuk menaungi entres.

    Dalam waktu 2 minggu jika penyambungan berhasil biasanya akan tumbuh tunas-tunas baru yang muncul dari ketiak-ketiak daun. Petani biasanya mempunyai kesimpulan tersendiri yaitu jika dalam 2 minggu entres masih terlihat hijau dan tidak layu ini menandakan bahwa penyambungan berhasil, akan tetapi jika dalam 2 minggu entres kering atau mati berarti penyambungan gagal.

    Demikian ulasan mengenai Cara Sambung Pucuk Tanaman Alpukat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli bibit alpukat maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi : Channel Youtube yudha suhadha

  • Cara Menanam Alpukat Dalam Pot Agar Cepat Berbuah

    Alpukat adalah salah satu jenis buah yang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Alpukat berasal dari famili Lauraceae dan genus Persea dengan nama latin Persea Americana. Alpukat memiliki pohon dengan ketinggian dapat mencapai sekitar 20 meter, daunnya memiliki panjang sekitar 12 cm-25 cm. Buah alpukat bertipe buni dengan biji berukuran 5 cm- 6,4 cm didalamnya, kulit buahnya berwarna hijau tua sampai ungu kecoklatan tergantung varietasnya serta permukaannya tidak rata. Daging buahnya bertekstur lembut dengan warna kuning muda pada bagian dekat biji dan berwarna hijau muda dibagian dekat kulit buah.

    Alpukat memiliki banyak manfaat, manfaat alpukat diantaranya seperti dapat mencegah resiko terkena penyakit stroke, dapat menjaga kesehatan mata, dapat membantu mengobati sakit Maag, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan masih banyak lagi yang lainnya. Karena banyak orang yang gemar mengkonsumsi alpukat ini serta banyaknya manfaat dari alpukat, kini banyak orang yang membudidayakan alpukat ini. Namun bagi anda yang

    tidak memiliki lahan luas untuk menanam alpukat ini, anda dapat menanam alpukat dalam pot  atau tabulampot alpukat, berikut cara selengkapnya:

    PERSIAPAN BIBIT ALPUKAT

    Bibit pohon alpukat dapat diperoleh dengan 3 cara yaitu dengan cara cangkok atau stek  batang, melalui biji, dan juga okulasi atau sambung pucuk.

    1.  Melalui Cangkok

    Pilihlah cabang yang subur , tidak memiliki banyak cabang baru, tidak terlalu tua ataupun muda, cabang tersebut merupakan cabang pohon indukan yang memiliki riwayat buah yang baik mulai dari rasanya, ketahanannya terhadap serangan hama dan penyakit dan lain sebagainya.

    Setelah cabang cangkok memiliki akar, maka potonglah bagian pangkal cabang sekitar 3 cm dari cangkokan. Jika sudah, selanjutya tanam cabang cangkok tersebut dalam polybag semai dengan terlebih dahulu penutup cangkokan dibuka. Letakkan bibit alpukat pada tempat yang teduh, lakukan penyiraman secara rutin, serta lakukan perawatan lainnya hingga bibit cangkok memiliki banyak akar dan dapat dipindah tanamkan pada lahan tanam.

    1.  Melalui Biji

    Apabila anda akan menanam alpukat dari biji, maka anda perlu penyemaian biji terlebih dahulu. Buah alpukat yang sudah tua dibelah kemudian bijinya diambil, selanjutnya biji dijemur selama sekitar 3 jam setelah itu letakkan pada tempat yang teduh. Semailah biji benih pada polybag semai, lakukan perawatan pada biji benih hingga tumbuh menjadi bibit dengan ketinggian sekitar 1 meter atau siap dipindah tanamkan pada lahan tanam.

    1. Melalui Sambung Pucuk atau Okulasi

    Apabila anda ingin pohon alpukat yang anda semai dari biji dapat cepat berbuah, anda dapat memilih cara sambung pucuk ini. Caranya ambillah tunas pohon alpukat yang telah berbuah sebagai batang atas dan pohon alpukat hasil semai biji menjadi batang bawah.

    Tanaman alpukat mampu tumbuh di dataran tinggi maupun di dataran rendah, sehingga tanaman alpukat ini sering dijadikan bahan yang menarik sebagai tabulampot alpukat. Namun jika menginginkan membuat tabulampot alpukat sebaiknya pada tempat yang bersuhu dingin karena tabulampot memang sangat rentan pada tempat yang bersuhu panas.

    MENYIAPKAN TEMPAT TANAM/POT

    Siapkan pot untuk wadah media tanam. Pot yang digunakan untuk menanam alpukat ini perlu berukuran besar karena tanaman  alpukat akan tumbuh membesar, dan membutuhkan banyak nutrisi untuk pertumbuhan, pot yang digunakan kira-kira berdiameter sekitar 40 cm dengan tinggi sekitar 45 cm.

    Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan pot adalah pastikan bahwa pot tersebut memiliki lubang di dasar pot yang berfungsi mengalirkan sisa air setelah penyiraman agar akar tidak terendam.

    Jenis pot bisa terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu. Pot dari berbahan tanah liat dan kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban dan temperatur media tanam lebih stabil. Namun kelemahannya bahan-bahan tersebut tidak tahan lama.

    Wadah tabulampot yang baik harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah, jika pot yang anda miliki tidak memiliki kaki, gunakan batu-bata atau yang sejenisnya untuk mengganti kaki pot

    MENYIAPKAN MEDIA TANAM

    Selanjutnya, isi pot dengan media tanam berupa campuran tanah , arang sekam dan kompos/pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1:1. Syarat Media tanam tabulampot yaitu harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

    TAHAP PENANAMAN BIBIT

    • Siapkan bahan-bahan media tanam, kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada didalamnya. Campurkan bahan-bahan itu hingga merata.
    • Sebelum memasukkan media tanam pada pot, letakkan pecahan genteng atau potongan-potongan sterofoam pada dasar pot, satu lapis saja. Bisa juga juga ditambahkan satu lapis ijuk atau sabut kelapa.
    • Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga setengah tinggi pot.
    • Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman.
    • Buka polybag bibit tanaman, letakkan tepat di tengah-tengah pot, atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang sama hingga pangkal batang.
    • Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
    • Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh untuk beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka.

    PERAWATAN

    Setelah penanaman dilakukan, lakukan perawatan secara rutin. Lakukan penyiraman dan pemupukan secara teratur setiap harinya, penyiraman dan pemupukan dilakukan harus sesuai dosis yang dianjurkan..

    Selain itu, lakukan pula pemangkasan setiap 3 bulan sekali agar tanaman tidak mudah terserang hama dan penyakit, dan jangan lupa semprotkan cairan pestisida secara teratur.

    Lakukan pula pergantian pot harus dilakukan setiap 2 tahun sekali, karena tanaman alpukat ini cepat tumbuh membesar sehingga membutuhkan pot yang lebih besar dari sebelumnya. Selain pot, lakukan pula pergantian media tanam yang dapat dilakukan setiap 4-6 tahun sekali, agar nutrisi tanaman tetap terjaga.

    PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

    Hama tanaman alpukat

    Tungau merah ( Tetranychus cinnabarinu. Boish )

    Gejala : permukaan daun akan tampak berbintik – bintik, terdapat bercak berwarna kecoklatan maupun putih, kemudian daun akan terjadi perubahan warna dan daun juga akan mengalami rontok maupun layu.

    Pengendalian : penyemprotan dengan akarasida kelthan MF, dengan bahan aktif dikofdan dengan dosis 06-1 liter / ha.

    Ulat kipat ( Cricula trsifenestrata. Helf )

    Gejala : daun akan mengalami layu, tidak beraturan, menguning, dan juga akan menjadi abnormal.

    Pengendalian : penyemprotan insektisida mengandung bahan aktif monokrotofos, seperti cymbus 50 EC dengan dosis 1-3 cc/ liter.

    Lalat buah ( Dacus dorsalis. Hend )

    Gejala : buah terdapat bintik-bintik, buah berlubang, mengalami perubahan warna dan juga pembusukan.

    Pengendalian : penyemprotan insektisida berbahan aktif seperti triozofas dengan dosis 2 cc / liter dan lakukan pemusnahan buah dengan membuangnya.

    Kumbang busuk cabang ( Xylosandrus morigerus. Bldf )

    Gejala : percabangan terdapat sebuah lubang kecil, maupun besar yang menyebabkan percabangan atau ranting mengalami kerusakan busuk atau kering bahkan mati.

    Pengendalian : lakukan pemangkasan bagi terserang hama tersebut, dan penyemprotan insektisida berbahan aktif seperti orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter.

    Penyakit tanaman alpukat

    Antraknosis

    Penyebab : jamur colletrichum gloesporioides.

    Gejala : menyerang semua tanaman, kecuali bagian akar. Bagian terserang akan mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan bahkan kehitaman, dan daun terserang akan berguguran.

    Pengendalian : pemangkasan ranting atau cabang, atau pembuangan buah dan penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif seperti velimex 80 WP dengan dosis 2-2.5 gram / liter.

    Bercak daun

    Penyebab : cercospora purpurea

    Gejala : terdapat bercak tua di daun terserang, dan terdapat bintik – bintik kelabu dan daun akan menjadi tidak abnormal.

    Pengendalian : penyemprotan fungisida masalgin 50 dengan dosis 1-2 gram / liter atau dengan melakukan pengolesan langsung dengan bubuk bordeaux.

    Busuk akar

    Penyebab : Jamur Phytophtora

    Gejala : pertumbuhan akan terganggu, tunas muda akan jarang, dan bahkan akan mengakibatkan tanaman mati.

    Pengendalian : drainase diperbaiki, lakukan pembongkaran tanaman terserang dan juga menggantikan dengan tanaman yang baru.

    Busuk buah

    Penyebab : Jamur Botryodiplodia theobromae

    Gejala : tangkai buah akan membusuk atau kering, buah akan terdapat bercak berwarna kehitaman, dan terdapat benjolan kecil yang menyebabkan buah menjadi busuk.

    Pengendalian : pembuangan buah terserang, dan melakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif dengan velimek 80 WP dengan dosis 2-2.5 gram / liter.

    PEMANENAN

    Alpukat akan mulai berbuah setelah umur 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, jika ditanam dengan sistem vegetatif biasanya akan mulai berbuah setelah berumur 5-8 tahun bergantung pada perawatan yang digunakan, biasanya buah dapat mulai  dipanen setelah 6-7 bulan setelah bunga mekar.

    Demikian ulasan mengenai cara menanam alpukat dalam pot agar cepat berbuah, semoga artikel ini bermanfaat untuk nda.

    Untuk membeli bibit alpukat ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi

  • Penanaman Alpukat

    Alpukat (Persea americana Mill) adalah tanaman buah berupa pohon yang diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Tanaman alpukat berasal dari daratan rendah/tinggi Amerika Tengah.
    Sampai sekarang berbagai jenis alpukat hasil persilangan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia dengan nama sesuai bahasa setempat. Di Indonesia tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan belum dibudidayakan dalam skala usahatani.

    penenaman alpukat

    1. Syarat Pertumbuhan
    Syarat pertumbuhan tanaman alpukat, yaitu :
    a. Iklim
    -. Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses
    Penyebaran.
    -. Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-
    1000mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari
    kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih
    dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 meter.
    -. Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar
    40-80%.
    -. Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-
    28,30C.

    b. Media Tanam
    -. Tanaman alpukat memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang
    air, subur dan banyak mengandung bahan organik.
    -. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah
    lempung berpasir, lempung liat dan lempung endapan.
    -. Keasaman tanah yang baik berkisar pH sedikit asam sampai netral
    (5,6-6,4). Bila pH dibawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan.

    c. Ketinggian Tempat
    Alpukat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, mulai dari yang rendah (0 m dpl) sampai dataran tinggi (2000m dpl). Namun, alpukat paling cocok ditanam pada ketinggian antara 200-1000m dpl.

    2. Bibit Alpukat

    Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat di peroleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi. Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan, karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya, sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah dan buah yang dihasilkan mempunyai sifat yang sama dengan induknya.

    3. Penanaman Alpukat

    a. Pembuatan Lubang Tanam
    -.Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi masing-
    Masing 75cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih
    kurang 2 minggu.
    -.Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan.
    -. Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah
    bagian atas dicampur dulu dengan 20kg pupuk kandang sebelum
    dimasukan ke dalam lubang.
    -. Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk
    memindahkan mengingat letak lubang tanam.

    b. Cara Penanaman
    -. Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan
    tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mangalami
    penurunan.
    -. Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar
    wadah bibit.
    -. Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya
    agar gumpalan tanah tetap utuh.
    -. Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukan dalam
    lubang setinggi leher batang, lalu di timbun dan di ikatkan ke ajir.
    -. Buatlah peneduh. Peneduh ini berfungsi sebagai naungan sampai
    Tumbuh tunas-tunas baru lebih kurang 2-3 minggu.

    Sumber : cybex.pertanian.go.id