Kategori: Alpukat

  • Cara Menanam Alpukat di Musim Hujan

    Musim hujan bagi tanaman alpukat yang baru ditanam dapat memberikan efek positif dan negatif. Efek positifnya yaitu pada musim hujan tidak perlu melakukan penyiraman. Sedangkan efek negatifnya adalah bahwa pada lahan penanaman terutama lahan persawahan dimana tanahnya selalu berair yang mana hal tersebut dapat merendam perakaran alpukat yang dapat berdampak buruk bagi akar tanaman alpukat, yaitu dapat menyebabkan busuknya akar.

    Maka dari itu perlu teknik tertentu untuk menanam alpukat di musim hujan agar kemungkinan terburuknya yaitu busuk akar dapat dihindari. Sebenarnya cara menanam alpukat di musim hujan hampir sama dengan menanam alpukat pada umumnya hanya saja ada sedikit perbedaan yang penjelasannya akan kami ulas pada artikel kali ini.

    PERSIAPAN BIBIT

    Terdapat dua jenis bibit tanaman alpukat, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

    Akan tetapi sebaiknya gunakanlah bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya serta lebih cepat berbuah, berbeda dengan bibit dari menanam biji (generatif) tanpa penyambungan yang mana nantinya tanaman alpukat akan tumbuh tinggi, lama berbuah dan meskipun berbuah tidak jarang sifatnya menyimpang dari induknya.

    Saat ini bibit tanaman alpukat cukup mudah untuk didapatkan di toko-toko bibit tanaman di sekitar Anda, atau bisa juga dibeli di SentraTani.com

    Bibit tanaman alpukat di toko pertanian biasanya ditanam pada polybag siap tanam.

    TAHAP PENANAMAN

    Dalam penanaman alpukat pada musim hujan ini tidak memerlukan lubang tanam, alasannya adalah untuk menghindari akar terendam air di dalam tanah yang dapat berdampak pada busuknya akar sebagaimana dijelaskan diatas. Lalu bagaimana caranya?

    Caranya adalah cukup meletakkan bibit alpukat di permukaan tanah yang sudah dibersihkan dari rumput-rumput dan gulma, atau bisa juga dengan menggali sedikit saja sekitar 5 cm agar bibit tidak mudah roboh.

    Buka polybagnya, lakukan dengan hati-hati dan usahakan media tanam dalam polybag tidak pecah tujuannya adalah agar setelah ditanam tanaman tidak stres.

    Atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun media tanam bibit yang semula dalam polybag dengan tanah tanpa campuran hingga membentuk gundukan sampai pangkal batang.

    Padatkan perlahan tanah gundukan, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, dan barulah bisa diberi pupuk kandang secukupnya.

    Jika menanam alpukat lebih dari 1 pohon, maka jarak antar satu tanaman alpukat dengan alpukat lainnya adalah 8 meter jarak dalam barisan dan 5 meter jarak antar barisan.

    Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Alpukat di Musim Hujan, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Desa Wisata jambu Kediri

  • Cara Okulasi Alpukat Kendil

    Alpukat kendil merupakan satu dari sekian banyak jenis alpukat unggulan. Dan untuk mendapatkan bibit tanaman alpukat kendil yang berkualitas dan tentunya cepat berbuah, salah satu caranya yaitu dengan menerapkan teknik okulasi pada bibit alpukat tersebut.

    Okulasi adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa, sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

    Dalam teknik okulasi ini dua bagian tanaman yang disatukan yaitu batang bawah atau rootstock yang biasanya berupa bibit yang ditanam dari bijinya dan batang atas (entres) berupa mata tunas dari pohon alpukat unggulan untuk ditempelkan pada batang bawah dengan teknik tertentu untuk menghasilkan dahan baru.

    Dengan demikian bibit yang dihasilkan dari proses okulasi nantinya adalah bibit yang memiliki kualitas unggul mewarisi dari pohon induk yang diambil mata tunasnya.

    Untuk mengetahui bagaimana Cara Okulasi Alpukat Kendil secara lengkap, berikut ini kami ulas penjelasannya.

    BAHAN DAN ALAT

    • Batang bawah dan entres/mata tunas
    • Pisau okulasi, cutter atau silet yang terpenting tajam dan steril
    • Plastik PE, grafting tape, atau juga bisa menggunakan plastik wrapping

    PERSIAPAN BATANG BAWAH

    Batang bawah yang digunakan untuk okulasi adalah bibit tanaman alpukat kendil atau alpukat jenis apa saja yang ditanam dari biji yang sudah berumur 3-4 bulan, usahakan diameter batangnya sudah sebesar pensil. Bibit untuk batang bawah ini dapat diperoleh dari penanaman biji alpukat pada polybag atau juga yang langsung ditanam pada lahan.

    PERSIAPAN ENTRES/MATA TUNAS

    Entres atau mata tunas diperoleh dari pohon induk alpukat kendil. Pohon induk yang akan diambil mata tunasnya harus berasal dari pohon alpukat kendil varietas unggul, sudah berbuah/produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit. Karena yang digunakan adalah mata tunas maka perbanyakan tanaman menggunakan metode okulasi ini lebih menghemat dalam menggunakan entres. Mengingat harga entres alpukat berkualitas harganya cukup mahal jika membelinya atau tidak mempunyai pohon indukan sendiri.

    TAHAP PENEMPELAN MATA TUNAS

    Siapkan entres yang akan diambil mata tunasnya, pilih entres yang sudah muncul mata tunasnya, mata tunas biasanya berada pada ketiak daun, pangkas daunnya akan tetapi sisakan sedikit pangkal batang daunnya untuk melindungi tunas agar nanti saat diikat mata tunas tersebut tidak patah.

    Sayat batang bawah sepanjang 2-3 cm, pada ketinggian sekitar 30-40 cm dari pangkal batang, cukup sayat atau kelupas kulitnya saja jangan sampai terkena kayunya. Potong kulit sayatan akan tetapi sisakan sedikit kulit sayatan yang fungsinya untuk menopang tempelan nantinya.

    Ambil mata tunas dengan cara menyayat entres di bawah bagian tumbuhnya tunas, (tunas tumbuh di ketiak daun). 

    Buang kayu yang ikut tersayat, karena yang akan digunakan hanya kulit dan mata tunasnya saja, lakukan dengan hati-hati, bagian sayatan jangan sampai tersentuh tangan.

    Jika perlu, rapikan bagian kulit agar mata tunas dapat menempel sempurna.

    Tempelkan mata tunas pada batang bawah yang telah disayat sebelumnya, potong jika masih terlalu panjang.

    Jika sudah dirasa pas, ikat mata tunas menggunakan plastik PE atau grafting tape atau bisa juga menggunakan plastik wrapping, pengikatan dilakukan dari bawah ke atas hingga seluruh bagian tempelan tertutup, lalu kunci ikatan bagian atasnya agar saat hujan air tidak masuk.

    Pangkas batang diatas tempelan mata tunas, berjarak sekitar 10 cm dari mata tunas, namun sisakan beberapa daun. Tujuan pemangkasan ini adalah untuk mempercepat pertumbuhan tunas okulasi. Untuk sementara letakkan bibit di tempat teduh yang terhindar dari sinar matahari.

    Setelah kurang lebih 1 bulan dari penempelan, biasanya tunas tempelan sudah mulai tumbuh. Dan setelah pertumbuhannya terlihat sempurna dapat diletakkan di tempat terbuka.

    Demikian ulasan mengenai Cara Okulasi Alpukat Kendil, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat kendil maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

  • Cara Budidaya Alpukat Kendil

    Alpukat kendil adalah salah satu dari sekian banyak jenis alpukat unggulan yang mana alpukat kendil ini terkenal dengan ukuran buahnya yang besar dengan bobot rata-ratanya mencapai 600 gram/buah.

    Buah alpukat jenis kendil ini banyak diminati karena selain ukuran buahnya yang besar besar, daging buahnya juga tebal, tekstur buah yang lembut dan mempunyai rasa yang gurih dan nikmat.

    Alpukat kendil ini selain cocok ditanam dengan skala perkebunan, juga sangat cocok untuk ditanam di pekarangan rumah sehingga memudahkan perawatannya.

    Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya alpukat kendil, berikut ini kami ulas penjelasannya.

    PERSIAPAN BIBIT

    Untuk membudidayakan alpukat, terdapat dua jenis bibit, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

    Akan tetapi sebaiknya gunakanlah bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya serta lebih cepat berbuah, berbeda dengan bibit dari menanam biji (generatif) tanpa penyambungan yang mana nantinya tanaman alpukat akan tumbuh tinggi, lama berbuah dan meskipun berbuah tidak jarang sifatnya menyimpang dari induknya.

    Saat ini bibit tanaman alpukat kendil cukup mudah untuk didapatkan di toko-toko bibit tanaman di sekitar Anda, atau bisa juga dibeli di SentraTani.com

    PERSIAPAN LUBANG TANAM

    Setelah lahan penanaman ditentukan, bersihkan dari rumput liar atau gulma, serta benda asing seperti batu, sampah plastik dan sebagainya yang dapat mengganggu.

    Ukuran lubang tanam alpukat kendil adalah 60x60x60 cm, gali tanah pada lahan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu panjang dan lebar 60 cm dan kedalaman 60 cm, lalu diamkan selama 2 minggu.

    Setelah 2 minggu lakukan pengapuran menggunakan kapur dolomit secukupnya. Kemudian campurkan tanah galian dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang telah matang/telah difermentasi dan diikuti dengan penyemprotan air yang sudah dicampur dengan mikroorganisme baik yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

    Setelah dicampur hingga merata, masukkan pada lubang tanam hingga penuh dan diamkan kembali selama 1- 2 minggu sebelum ditanami.

    Jika menanam lebih dari satu atau dalam jumlah banyak maka jarak tanamnya antara satu tanaman dengan yang lain minimal 5 meter dan jika lahan yang tersedia cukup sebaiknya 8 m.

    TAHAP PENANAMAN

    Untuk menanam bibit, buatlah kembali lubang tanam pada lokasi yang sebelumnya telah dibuat lubang tanam, ukurannya cukup seukuran besarnya polybag bibit saja. Tanam bibit alpukat kendil siap ditanam pada lubang tanam tersebut.

    Penanaman diawali dengan membuka polybag bibit, usahakan media tanam dalam polybag tidak pecah tujuannya adalah agar setelah ditanam tanaman tidak stres.

    Posisikan bibit tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang tersisa hingga pangkal batang. Buat sedikit gundukan pada pangkal batang tanaman agar lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar, agar pada saat musim hujan tidak terdapat genangan air di sekitar tanaman yang dapat menyebabkan busuknya akar.

    Padatkan perlahan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air. Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau berikan mulsa organik berupa rerumputan kering atau jerami di sekeliling pangkal tanaman agar kelembaban media tanaman terjaga dan untuk mengurangi penguapan.

    Demikian ulasan mengenai cara budidaya alpukat kendil, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat kendil ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube DUNIA TANI TV

  • Top Working Alpukat Kendil

    Apa itu top working? Top working adalah salah satu teknik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman buah tanpa harus melakukan penebangan/mematikan pohon pohon yang ada.

    Misalnya kita memiliki pohon alpukat namun hasil buahnya tidak sesuai harapan, buahnya kecil, jarang berbuah, berbuahnya tidak lebat. Atau untuk mengganti varietas suatu tanaman yang ada dengan varietas baru atau varietas yang lebih baik, seperti mengganti alpukat lokal dengan varietas kendil, itu tidak harus mematikan tanaman tersebut dan menggantinya dengan tanaman baru, akan tetapi salah satu solusinya adalah dengan menerapkan top working.

    Disamping itu, pohon tanaman buah unggul sekalipun jika semakin tua usianya semakin mengalami penurunan baik pada produksi maupun kualitas buahnya, nah teknologi top working dilakukan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas pohon buah, tanpa harus mematikan tanaman tersebut dan menggantinya dengan tanaman baru.

    Selain pada tanaman alpukat kendil teknik ini dapat pula diterapkan pada hampir semua jenis tanaman buah-buahan.

    Teknik top working pada tanaman buah alpukat kendil pada dasarnya adalah sama seperti teknik penyambungan pada bibit alpukat kendil muda yaitu memadukan batang bawah dengan batang atas. Namun pada top working batang bawah yang digunakan adalah pohon dewasa dengan akar yang kuat. Top working dapat dilakukan secara sambung sisip, sambung celah, penempelan/okulasi dan sambung tunas.

    Teknik top working ini banyak dipilih karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:

    • Dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman.
    • Melakukan peremajaan tanaman tanpa harus menebang pohon, sehingga tidak memerlukan bibit baru dan dapat menghemat biaya.
    • Dapat dilakukan pada semua umur tanaman, tetapi akan lebih efektif apabila dilakukan pada tanaman yang sudah tua.
    • Tanaman buah hasil top working akan berbunga dan berbuah lebih cepat.
    • Tanaman top working tidak hanya unggul dalam hal kualitas dan kuantitas tetapi juga unggul dalam perakaran.
    • Ukuran, bentuk dan rasa buah yang dihasilkan relatif sama seperti induk entres yang disambungkan.
    • Dapat meningkatkan nilai ekonomis tanaman buah.

    Top working dapat diterapkan pada tanaman alpukat kendil yang ditanam dari biji (tanaman tumbuh tinggi) untuk dibuat menjadi pendek, selain itu dapat pula diterapkan pada tanaman alpukat kendil jenis lokal dan ingin diperbarui dengan alpukat kendil atau jenis unggul, atau dapat pula diterapkan untuk peremajaan tanaman alpukat kendil yang sudah tua yang produktivitasnya menurun dengan tanpa harus menebang/mematikan tanaman tersebut dan menggantinya dengan tanaman baru.

    Untuk mengetahui bagaimana cara Top Working Alpukat Kendil dengan metode sambung sisip, berikut ini penjelasan selengkapnya.

    ALAT DAN BAHAN

    • Pisau okulasi atau pisau apa saja yang tajam dan steril.
    • Plastik PE, grafting tape, atau juga bisa menggunakan plastik es.
    • Entres yang diambil dari pohon induk, pohon induk yang akan diambil entresnya harus berasal dari varietas unggul, produktif/sering berbuah, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit. Pilihlah entres berupa cabang/ranting yang berdaun tua/tidak sedang tumbuh daun muda (pupus) yang ditandai dengan daun pada ujungnya berwarna hijau pekat (daun tua). Potong entres dari pohon induk dan pangkas semua daunnya.

    TAHAP PENYAMBUNGAN

    Tanaman alpukat kendil yang akan diberi perlakuan top working dipangkas terlebih dahulu dengan ketinggian sekitar 1 meter dari permukaan tanah atau bisa juga sesuai keinginan.

    Sayat/kupas kulit batang bawah sepanjang 10 cm, cukup sayat atau kelupas kulitnya saja jangan sampai terkena kayunya pada posisi tepat di bawah potongan. Potong kulit sayatan akan tetapi sisakan sedikit kulit sayatan yang fungsinya untuk menopang/menyisipkan entres nantinya.

    Ambil entres, pangkas semua daunnya dengan hati-hati jangan sampai mengenai calon tunas yang berada pada ketiak daun. Entres yang sudah dipangkas semua daunnya potong sepanjang 10-15 cm, sayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, akan tetapi sayatan dibuat lebih panjang sebelah. Irisan dibuat selurus mungkin sehingga saat ditempelkan tidak terdapat rongga dan menempel dengan sempurna.

    Sisipkan entres pada sayatan dan usahakan penyisipan serapat mungkin atau tidak terdapat rongga pada tempelan antara entres dan batang bawah. Ikat sambungan menggunakan plastik PE 02 atau grafting tape hingga sambungan dan semua batang entres tertutup semua. Eratkan ikatan pada bagian bawah dan atas entres agar pada saat hujan air tidak masuk. Dan khusus pada bagian entres cukup satu lapis ikatan saja jangan diulangi agar saat tunas tumbuh dapat dengan mudah menembusnya.

    Pada tanaman alpukat ini tunas yang tumbuh bisa menembus plastik penutup dengan sendirinya, berbeda dengan tanaman durian yang mana untuk menembus plastik, tunas pada durian harus dibantu dengan merobek plastik pengikatnya.

    Setelah 21 hari dari penyambungan, plastik pengikat bagian atas sudah dapat dibuka, dan plastik pengikat tersebut sudah dapat dibuka seluruhnya setelah 30 hari dari penyambungan atau jika sambungan sudah menempel dengan sempurna.

    Demikian ulasan mengenai Top Working Alpukat Kendil, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat kendil ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi : Channel Youtube Sang durian

  • Cara Sambung Pucuk Alpukat Kendil

    Keberhasilan budidaya tanaman buah, dalam hal ini termasuk alpukat kendil, salah satunya ditentukan oleh penggunaan bibit yang berkualitas unggul.

    Untuk mendapatkan bibit tanaman alpukat kendil yang berkualitas unggul banyak cara dan teknik yang bisa dilakukan, dan salah satunya adalah melalui metode sambung pucuk atau dikenal juga dengan grafting.

    Sambung pucuk adalah salah satu metode perbanyakan vegetatif dengan cara menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedekendilan rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

    Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah (rootstock atau seedling) dan batang atas (entres).

    Untuk itu pada kesempatan kali ini akan kami ulas bagaimana cara Sambung Pucuk Alpukat Kendil yang baik dan benar agar menghasilkan bibit berkualitas unggul, berikut ini penjelasan selengkapnya.

    BAHAN DAN ALAT

    • Batang bawah atau seedling dan batang atas atau entres
    • Grafting tape atau plastik es atau bisa juga menggunakan plastik wrapping
    • Plastik es untuk sungkup
    • Pisau yang tajam

    PERSIAPAN BATANG BAWAH DAN BATANG ATAS

    Batang bawah yang digunakan untuk grafting adalah bibit tanaman alpukat kendil atau tanaman alpukat apa saja yang berasal dari persemaian biji yang berumur 3-4 bulan, dengan diameter batang sudah sebesar pensil.

    Bibit dari biji ini perlu disambung karena jika langsung ditanam tanpa sambungan meskipun itu berasal dari biji buah alpukat berkualitas unggul tidak menjamin bibit yang dihasilkan mewarisi sifat unggul tersebut, bahkan tidak jarang sifatnya malah justru menyimpang.

    Sedangkan batang atas atau entres diambil dari pohon alpukat kendil induk. Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, pernah berbuah/produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit, agar bibit yang dihasilkan nantinya dapat mewarisi sifat-sifat tersebut.

    Ambil entres dari pohon induk berupa ujung cabang atau ranting yang tidak sedang tumbuh (tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan potong pucuknya lalu pangkas semua daunnya.

    Pada saat memangkas daun, lakukan dengan hati-hati karena di ketiak daun ada mata tunas yang nantinya diharapkan pertumbuhannya.

    PROSES PENYAMBUNGAN

    Tentukan titik penyambungan misalnya pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah. Potong batang bawah pada ketinggian tersebut, namun sisakan beberapa daun pada batang bawah tersebut agar jika penyambungan gagal masih hidup.

    Pada potongan tersebut belah batang bawah sekitar 2-2,5 cm menggunakan pisau tepat di tengah sehingga kedua sisinya sama.

    Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji. Sisipkan pada belahan batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama, namun jika salah satu lebih besar maka dalam penyambungannya upayakan salah satu sisi kambiumnya saling bertemu.

    Ikat sambungan menggunakan plastik es, grafting tape, plastik PE dan sejenisnya, dengan cara melilitnya yang dimulai dari bagian bawah sambungan hingga sambungan tertutup rapat, rapatkan dan perkuat ikatan di bagian atas sambungan agar air hujan tidak masuk mengenai sambungan.

    Sungkup entres menggunakan plastik. Ikat bagian bawah plastik sungkup agar tidak mudah lepas.

    Jika batang bawah merupakan bibit yang ditanam dalam polybag maka untuk sementara letakkanlah di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, akan tetapi jika batang bawah ditanam pada lahan maka buatlah naungan agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

    Dalam waktu 2 minggu jika penyambungan berhasil biasanya akan tumbuh tunas-tunas baru yang muncul dari ketiak-ketiak daun.

    Dekendilan ulasan mengenai Cara Sambung Pucuk Alpukat Kendil, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat kendil maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube PM 1637 SILAMPARI

  • Cara Mencangkok Pohon Alpukat Mentega

    Diantara cara pembibitan pohon alpukat yang banyak dilakukan adalah dengan metode cangkok.

    Mencangkok adalah suatu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan membiarkan suatu bagian tanaman menumbuhkan akar sewaktu bagian tersebut masih tersambung dengan tanaman induk dengan cara dan teknik tertentu.

    Metode perbanyakan tanaman menggunakan metode cangkok ini dipilih karena memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan perbanyakan menggunakan biji, diantara keunggulannya adalah mempunyai sifat yang sama dengan induknya, sehingga jika bibit cangkok diambil dari indukan yang berkualitas unggul maka bibit hasil cangkok akan mewarisi sifat unggul tersebut. Tanaman alpukat hasil cangkok juga akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan pembibitan melalui biji. Tingkat keberhasilannya tinggi dan juga postur pohon tidak terlalu tinggi.

    Jika banyak yang mengatakan bahwa mencangkok alpukat itu sulit tumbuh akar dan harus menggunakan metode cangkok susu agar berhasil, ternyata itu keliru karena alpukat bisa dicangkok dengan metode cangkok biasa namun membutuhkan waktu agak lama yaitu sekitar 2-3 bulan hingga tumbuh akar.

    Nah, untuk mengetahui bagaimana cara mencangkok pohon alpukat mentega, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    ALAT DAN BAHAN

    • Pisau yang tajam
    • Pohon induk alpukat mentega
    • Media cangkok berupa cocopeat
    • Bawang merah sebagai perangsang tumbuhnya akar
    • Kantong plastik transparan untuk membungkus cangkokan
    • Tali rafia untuk mengikat cangkokan

    TAHAP PENCANGKOKAN

    Batang untuk dicangkok pilihlah cabang pohon alpukat mentega yang sudah tua dan dari pohon induk yang berkualitas unggul, sehat, bebas dari hama dan penyakit dan produktivitasnya tinggi.

    Setelah cabang/batang ditentukan, buat 2 keratan melingkar dengan jarak 5 cm, kemudian kupas kulit batang pohon di antara keratan tersebut.

    Kerik bagian yang dikupas kulitnya hingga kambium atau lendirnya benar-benar bersih, tidak licin dan kering. Pengerikan ini merupakan hal penting karena jika pengerikan tidak benar-benar bersih, pencangkokan akan gagal, karena hanya akan membentuk kalus dan akan menyambung kembali.

    Selanjutnya oleskan bawang merah untuk merangsang tumbuhnya akar pada bagian yang akan dicangkok tersebut tepatnya pada keratan bagian atas dimana nantinya merupakan tempat tumbuhnya akar.

    Langkah berikutnya adalah membungkus keratan menggunakan media cangkok. Media cangkok yang digunakan yaitu berupa cocopeat yang disiram air hingga lembab, cirinya yaitu jika dipegang terasa dingin tapi tidak basah, jika digenggam bisa menggumpal, akan tetapi jika diperas tidak mengeluarkan air.

    Caranya yaitu dengan memasukkan media cangkok secukupnya ke dalam kantong plastik transparan dengan ukuran plastik dan media disesuaikan dengan ukuran batang yang akan dicangkok kemudian ikat.

    Belah plastik berisi media cangkok tersebut dan balutkan pada keratan hingga tertutup sempurna kemudian diikat.

    Perlu diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk mencangkok adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung didalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air di atasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari. Sebelum digunakan untuk mencangkok basahi terlebih dahulu cocopeat hingga lembab, jangan terlalu basah, yaitu jika dipegang tidak basah akan tetapi dingin/mengandung air.

    Akar pada cangkokan alpukat mentega biasanya sudah tumbuh setelah kurang lebih 2-3 bulan sejak pencangkokan, dan setelah akar tumbuh banyak dan tua maka cangkokan sudah siap dipotong untuk ditanam.

    Demikian ulasan mengenai Cara Mencangkok Pohon Alpukat Mentega, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat mentega maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Yudi W Channel

  • Cara Sambung Pucuk Alpukat Miki

     

    Penggunaan bibit berkualitas merupakan syarat mutlak dalam budidaya tanaman apa saja, tidak terkecuali pada tanaman alpukat miki. Nah, bibit berkualitas tersebut dapat diperoleh dari proses pembibitan yang baik pula.

    Untuk mendapatkan bibit tanaman alpukat yang berkualitas unggul banyak cara dan teknik yang bisa dilakukan, dan salah satunya adalah melalui metode sambung pucuk atau dikenal juga dengan grafting.

    Sambung pucuk adalah salah satu metode perbanyakan vegetatif dengan cara menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

    Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah (rootstock atau seedling) dan batang atas (entres).

    Untuk mengetahui bagaimana cara Sambung Pucuk Alpukat Miki yang baik dan benar agar menghasilkan bibit berkualitas unggul, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    BAHAN DAN ALAT

    • Batang bawah dan batang atas
    • Grafting tape atau plastik es
    • Plastik untuk sungkup
    • Pisau yang tajam

    PERSIAPAN BATANG BAWAH

    Batang bawah yang digunakan untuk grafting adalah bibit tanaman alpukat miki atau tanaman alpukat apa saja yang berasal dari persemaian biji yang berumur 3-4 bulan, dengan diameter batang sudah sebesar pensil.

    Bibit dari biji ini perlu disambung karena jika langsung ditanam tanpa sambungan meskipun itu berasal dari biji buah alpukat berkualitas unggul, tidak menjamin bibit yang dihasilkan mewarisi sifat unggul tersebut, bahkan tidak jarang sifatnya malah justru menyimpang.

    PERSIAPAN BATANG ATAS/ENTRES

    Batang atas atau entres diambil dari pohon alpukat miki induk. Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, pernah berbuah/produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit, agar bibit yang dihasilkan nantinya dapat mewarisi sifat-sifat tersebut.

    Ambil entres dari pohon induk berupa ujung cabang atau ranting yang tidak sedang tumbuh (tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan potong pucuknya lalu pangkas semua daunnya.

    Pada saat memangkas daun, lakukan dengan hati-hati karena di ketiak daun ada mata tunas yang nantinya diharapkan pertumbuhannya.

    TAHAP PENYAMBUNGAN

    Potong batang bawah pada ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah. Pada potongan tersebut belah batang bawah sekitar 2-2,5 cm menggunakan pisau tepat di tengah sehingga kedua sisinya sama.

    Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji.

    Sisipkan pada belahan batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama, namun jika salah satu lebih besar maka dalam penyambungannya upayakan salah satu sisi kambiumnya saling bertemu.

    Ikat sambungan menggunakan plastik es, grafting tape, plastik PE dan sejenisnya, dengan cara melilitnya yang dimulai dari bagian bawah sambungan hingga sambungan tertutup rapat, rapatkan dan perkuat ikatan di bagian atas sambungan agar air hujan tidak masuk mengenai sambungan.

    Sungkup entres menggunakan plastik. Ikat bagian bawah plastik sungkup agar tidak mudah lepas.

    Jika batang bawah ditanam dalam polybag maka letakkanlah di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, akan tetapi jika batang bawah ditanam pada lahan maka buatlah naungan agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

    Dalam waktu 2 minggu jika penyambungan berhasil biasanya akan tumbuh tunas-tunas baru yang muncul dari ketiak-ketiak daun.

    Demikian ulasan mengenai Cara Sambung Pucuk Alpukat Miki, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat miki maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube GF Sejahtera Channel

  • Cara Okulasi Alpukat Mentega

    Untuk mendapatkan bibit tanaman alpukat mentega yang berkualitas dan tentunya cepat berbuah, salah satu caranya yaitu dengan menerapkan teknik okulasi pada bibit alpukat tersebut.

    Apa itu okulasi? Okulasi adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa, sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

    Dalam teknik okulasi ini dua bagian tanaman yang disatukan yaitu batang bawah atau rootstock yang biasanya berupa bibit yang ditanam dari bijinya dan batang atas (entres) berupa mata tunas dari pohon alpukat unggulan untuk ditempelkan pada batang bawah dengan teknik tertentu.

    Dengan demikian bibit yang dihasilkan dari proses okulasi nantinya adalah bibit yang memiliki kualitas unggul mewarisi dari pohon induk yang diambil mata tunasnya.

    Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami ulas mengenai Cara Okulasi Alpukat Mentega secara lengkap.

    BAHAN DAN ALAT

    • Batang bawah dan entres/mata tunas
    • Pisau okulasi, cutter atau silet yang terpenting tajam dan steril
    • Plastik PE, grafting tape, atau juga bisa menggunakan plastik es lilin

    PERSIAPAN BATANG BAWAH

    Batang bawah yang digunakan untuk okulasi adalah bibit tanaman alpukat mentega atau alpukat jenis apa saja yang ditanam dari biji yang sudah berumur 3-4 bulan, usahakan diameter batangnya sudah sebesar pensil. Bibit untuk batang bawah ini dapat diperoleh dari penanaman biji alpukat pada polybag atau juga yang langsung ditanam pada lahan.

    PERSIAPAN ENTRES/MATA TUNAS

    Entres atau mata tunas diperoleh dari pohon induk alpukat mentega. Pohon induk yang akan diambil mata tunasnya harus berasal dari pohon alpukat mentega varietas unggul, sudah berbuah/produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit. Karena yang digunakan adalah mata tunas maka perbanyakan tanaman menggunakan metode okulasi ini lebih menghemat dalam menggunakan entres.

    TAHAP PENEMPELAN

    Siapkan entres yang akan diambil mata tunasnya, pilih entres yang sudah muncul mata tunasnya, mata tunas biasanya berada pada ketiak daun, pangkas daunnya akan tetapi sisakan sedikit pangkal batang daunnya untuk melindungi tunas agar nanti saat diikat mata tunas tersebut tidak patah.

    Sayat batang bawah sepanjang 2-3 cm, pada ketinggian sekitar 20 cm dari pangkal batang, cukup sayat atau kelupas kulitnya saja jangan sampai terkena kayunya. Potong kulit sayatan akan tetapi sisakan sedikit kulit sayatan yang fungsinya untuk menopang tempelan nantinya.

    Ambil mata tunas dengan cara menyayat entres di bawah bagian tumbuhnya tunas, (tunas tumbuh di ketiak daun). 

    Buang kayu yang ikut tersayat, karena yang akan digunakan hanya kulit dan mata tunasnya saja, lakukan dengan hati-hati, bagian sayatan jangan sampai tersentuh tangan.

    Jika perlu, rapikan bagian kulit agar mata tunas dapat menempel sempurna.

    Tempelkan mata tunas pada batang bawah yang telah disayat sebelumnya, potong jika masih terlalu panjang.

    Jika sudah dirasa pas, ikat mata tunas menggunakan plastik PE atau grafting tape atau bisa juga menggunakan plastik es lilin, pengikatan dilakukan dari bawah ke atas hingga seluruh bagian tempelan tertutup, lalu kunci ikatan bagian atasnya agar saat hujan air tidak masuk.

    Setelah berumur 30 – 40 hari sejak okulasi, pangkas batang diatas tempelan mata tunas, berjarak sekitar 10 cm dari mata tunas, untuk mempercepat pertumbuhan tunas. Dan plastik pengikat sudah bisa dibuka jika tempelan telah terlihat menempel dengan sempurna.

    Demikian ulasan mengenai Cara Okulasi Alpukat Mentega, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat mentega maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

  • Cara Menanam Alpukat Mentega dalam Pot

    Buah alpukat memiliki beragam jenis dan varietas, dan salah satu yang paling banyak digemari adalah alpukat mentega. Jika dilihat sekilas, bentuk alpukat jenis ini tak jauh berbeda dengan alpukat pada umumnya. Namun, alpukat mentega memiliki beberapa keunggulan jika dinilai dari sisi rasa, kulit, tekstur, hingga kualitasnya.

    Daging buah alpukat mentega lebih tebal dibandingkan alpukat biasa dan tekstur alpukat mentega juga lebih lembut dengan rasa yang lebih manis. Hal ini membuat alpukat mentega lebih disukai dan menjadi favorit, dan juga karena kelebihannya itulah banyak yang mulai membudidayakannya.

    Nah, jika Anda juga tertarik untuk membudidayakannya namun tidak memiliki lahan yang luas, hal itu bukan menjadi kendala, karena alpukat mentega selain dapat ditanam pada lahan juga dapat ditanam pada pot.

    Untuk mengetahui bagaimana Cara Menanam Alpukat Mentega dalam Pot, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    SIAPKAN BIBIT

    Dalam mempersiapkan bibit ini hal penting yang harus diperhatikan yaitu pemilihan bibit yang akan ditanam. Karena bibit merupakan faktor penting yang menjadi salah satu penunjang keberhasilan budidayanya.

    Untuk ditanam dalam pot, sebaiknya menggunakan bibit alpukat hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok, sambung pucuk, okulasi dan sebagainya.

    Bibit alpukat mentega saat ini mudah untuk diperoleh di penjual bibit di sekitar Anda atau bisa juga diperoleh di SentraTani.com

    MEDIA TANAM DAN POT

    Komposisi media tanam yang digunakan untuk menanam alpukat mentega dalam pot adalah tanah gembur yang subur dan pupuk kandang yang telah matang atau telah difermentasi dengan perbandingan 1:1, tambahkan pula 2 genggam ZPT berbentuk serbuk (biasanya banyak dijual di toko-toko pertanian), untuk ditaburkan pada media tanam sebanyak untuk 1 pot. Tujuannya agar tanaman alpukat yang ditanam pada pot tersebut dapat tumbuh optimal. Campurkan semua bahan tersebut dengan mengaduknya hingga merata.

    Untuk menanam alpukat mentega, pilihlah pot yang berukuran besar atau memiliki diameter yang besar dan yang terpenting terdapat lubang pada bagian dasarnya untuk sirkulasi air, atau mengalirkan kelebihan air siraman agar saat disiram, tanaman tidak terendam air terlalu lama.

    PENANAMAN

    Setelah media tanam dan pot siap, tahapan selanjutnya adalah melakukan penanaman. Masukkan media tanam yang telah disiapkan ke dalam pot hingga setengahnya. Buka polybag bibit, namun lakukan dengan hati-hati, usahakan media tanam dalam polybag tersebut tidak pecah.

    Masukkan bibit tepat ditengah pot, atur peletakan agar bibit tegak lurus dan tidak miring. Timbun kembali dengan media tanam yang sama hingga pangkal bibit, sedikit padatkan terutama di pinggir dalam pot agar bibit erat tertanam, kemudian siram secukupnya.

    Untuk menjaga kelembaban media tanam dalam pot terutama pada saat musim kemarau, berikan mulsa organik diatas media tanam berupa jerami atau rumput kering.

    Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menanam alpukat mentega dalam pot adalah ketersediaan nutrisi pada media tanam dalam pot tersebut, mengingat akar tanaman hanya memiliki tempat terbatas dalam memperoleh nutrisi yaitu hanya dalam pot saja. Maka dari itu selain penyiraman rutin, pemupukan juga harus dilakukan secara rutin pula yaitu setiap 6 bulan sekali menggunakan pupuk kandang.

    Demikian ulasan mengenai cara menanam alpukat mentega dalam pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat mentega ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Hijau Buah

  • Sambung Pucuk Alpukat Mentega

    Artikel kali ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu mengenai bagaimana menanam alpukat mentega dari biji untuk menghasilkan bibit alpukat yang siap untuk dilakukan penyambungan melalui sambung pucuk. Dan pada artikel kali ini akan kita ulas bagaimana melakukan sambung pucuk pada bibit alpukat mentega tersebut.

    Sambung pucuk/grafting merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif buatan yang sudah lama dikenal dan digunakan masyarakat luas.

    Sambung pucuk adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

    Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah (rootstock) dan batang atas (entres).

    Untuk mengetahui penjelasan lengkap mengenai bagaimana cara Sambung Pucuk Alpukat Mentega, berikut ini ulasan selengkapnya.

    Dalam pembuatan bibit alpukat mentega melalui sambung pucuk ini ada dua bagian penting yang harus siap dalam waktu bersamaan, bagian yang pertama adalah batang bawah yang bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan yang kedua adalah batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

    PERSIAPAN BATANG BAWAH

    Batang bawah yang digunakan untuk grafting adalah bibit tanaman alpukat mentega atau tanaman alpukat apa saja yang berasal dari persemaian biji yang berumur 3-4 bulan, usahakan diameter batangnya kurang lebih sama dengan batang atas.

    Selain itu ada juga yang menggunakan batang bawah dari bibit alpukat yang masih muda yaitu bibit berusia 1 bulan, karena dianggap memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

    PERSIAPAN BATANG ATAS/ENTRES

    Batang atas atau entres diambil dari pohon alpukat mentega induk. Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, pernah berbuah/produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit, agar bibit yang dihasilkan nantinya dapat mewarisi sifat-sifat tersebut.

    Ambil entres dari pohon induk berupa ujung cabang atau ranting yang tidak sedang tumbuh (tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan potong pucuknya lalu pangkas semua daunnya.

    TAHAP PENYAMBUNGAN

    • Potong batang bawah kurang lebih 20-25 cm dari permukaan tanah.
    • Batang bagian bawah dibelah sekitar 2-2,5 cm dengan menggunakan pisau tepat di tengah sehingga kedua sisinya sama.
    • Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji.
    • Sisipkan pada belahan batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama.
    • Ikat sambungan menggunakan plastik es, grafting tape, plastik PE dan sejenisnya, dengan cara melilitnya yang dimulai dari bagian bawah sambungan hingga sambungan tertutup rapat, rapatkan dan perkuat ikatan di bagian atas sambungan agar air hujan tidak masuk mengenai sambungan.
    • Sungkup entres menggunakan plastik. Ikat bagian bawah plastik sungkup untuk menjaga kelembaban agar entres tidak kering.
    • Sisakan daun pada batang bawah jika ada, tujuannya agar tanaman dapat berfotosintesis, sehingga proses penyambungan berjalan dengan baik.
    • Jika batang bawah ditanam dalam polybag maka letakkanlah di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, akan tetapi jika batang bawah ditanam pada lahan maka buatlah naungan agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

    Jika dalam 2 minggu entres masih terlihat hijau dan tidak layu ini menandakan bahwa penyambungan berhasil, akan tetapi jika dalam 2 minggu entres kering atau mati berarti penyambungan gagal.

    Demikian ulasan mengenai cara Sambung Pucuk Alpukat Mentega, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat mentega maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com