Kategori: Alpukat

  • Cara Menanam Alpukat Mentega dari Biji

    Untuk menanam alpukat mentega sebenarnya cukup mudah dan sederhana, salah satu caranya adalah dengan menanamnya dari bijinya. Biji alpukat untuk ditanam dapat diperoleh dengan mudah, bahkan dapat diperoleh dari buah alpukat mentega yang dibeli di pasar atau toko buah. Setelah buahnya dikonsumsi, bijinya jangan dibuang, karena dapat ditanam untuk dijadikan bibit.

    Dan agar biji alpukat mentega yang ditanam dapat menghasilkan bibit yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses penanamannya, meliputi persiapan biji, pembuatan media tanam, penanaman biji serta beberapa proses lanjutannya.

    Nah, jika Anda berkeinginan untuk menanamnya, berikut ini kami ulas mengenai Cara Menanam Alpukat Mentega dari Biji selengkapnya.

    PERSIAPAN BIJI

    Sebagaimana disebutkan diatas bahwa biji alpukat mentega yang akan ditanam dapat diperoleh dari buah yang baru kita konsumsi, baik itu buah yang dibeli di pasar, toko buah atau hasil panen sendiri.

    Keluarkan biji alpukat mentega dari daging buahnya, dengan cara membelah buah menggunakan pisau, lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai biji, kemudian cuci hingga bersih dan keringkan menggunakan tisu atau lap.

    Untuk mendapatkan bibit alpukat yang baik maka pilihlah buah alpukat yang baik pula yang ditandai dengan buah alpukat yang tua dan matang sempurna, bentuk biji sempurna dan tidak cacat.

    PENANAMAN BIJI

    Setelah biji alpukat siap, tahap selanjutnya adalah menyiapkan media tanamnya. Media tanam yang digunakan yaitu berupa tanah dengan sedikit kompos dan sekam, yang dicampurkan menjadi satu dan diaduk hingga tercampur merata. Masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag ukuran kecil saja yaitu ukuran 10.

    Tanam biji hingga terbenam separuhnya saja, dengan posisi tegak lurus dengan bagian lancip biji berada di atas.

    Setelah 1 minggu dari penanaman, biji akan mulai merekah dan beberapa hari kemudian mulai muncul tunas. Dan setelah 1 bulan dari penanaman biji, bibit alpukat mentega sudah tumbuh tinggi dan siap dilakukan penyambungan dengan metode sambung pucuk atau grafting misalnya, dengan entres dari alpukat jenis unggul.

    Tujuan penyambungan ini tidak lain adalah agar tanaman alpukat mentega nantinya lebih cepat berbuah dan dengan kualitas buah yang unggul sesuai dengan entres yang disambungkan. Berbeda dengan bibit yang ditanam dari biji namun tanpa sambung pucuk, karena memiliki waktu berbuah yang cukup lama, pohon tumbuh tinggi dan meskipun berbuah tidak jarang sifatnya menyimpang dari tanaman induknya.

    Penyambungan pada bibit alpukat dengan usia yang masih muda yaitu 1 bulan, ini dilakukan karena penyambungan pada usia ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

    Untuk mengetahui bagaimana cara penyambungan bibit alpukat mentega secara lengkap, akan kami ulas penjelasannya pada artikel yang akan datang.

    Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Alpukat Mentega dari Biji, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat mentega maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

  • Cara Menanam Alpukat Mentega Agar Cepat Berbuah

    Alpukat mentega adalah salah satu dari berbagai jenis alpukat unggulan yang banyak beredar di pasaran. Alpukat mentega ini diketahui berasal dari benua Amerika, namun saat ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia, terbukti dari banyaknya buah mentega yang beredar di pasaran.

    Buah ini dikenal sebagai alpukat mentega karena daging buahnya yang lebih tebal dan lembut dibanding alpukat biasa. Dalam 100 gram alpukat mentega, terdapat 1,8 gram karbohidrat dan juga 6 gram serat. Selain itu, alpukat mentega memiliki banyak kandungan vitamin, seperti vitamin A, K, E, dan juga B.

    Alpukat mentega ini selain cocok ditanam dengan skala perkebunan, juga sangat cocok untuk ditanam di pekarangan rumah sehingga memudahkan perawatannya.

    Jika Anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut ini kami ulas mengenai Cara Menanam Alpukat Mentega selengkapnya.

    PERSIAPAN BIBIT

    Terdapat dua jenis bibit tanaman alpukat, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

    Akan tetapi sebaiknya gunakanlah bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya serta lebih cepat berbuah, berbeda dengan bibit dari menanam biji (generatif) tanpa penyambungan yang mana nantinya tanaman alpukat akan tumbuh tinggi, lama berbuah dan meskipun berbuah tidak jarang sifatnya menyimpang dari induknya.

    Saat ini bibit tanaman alpukat mentega cukup mudah untuk didapatkan di toko-toko bibit tanaman di sekitar Anda, atau bisa juga dibeli di SentraTani.com

    PERSIAPAN LAHAN DAN LUBANG TANAM

    Setelah lahan penanaman ditentukan, bersihkan dari rumput liar atau gulma, serta benda asing seperti batu, sampah plastik dan sebagainya yang dapat mengganggu kelangsungan budidayanya.

    Pembuatan lubang tanam harus dipersiapkan dengan baik dan benar, meliputi ukuran yang tepat dan juga media tanam yang dimasukkan ke dalamnya juga harus tepat.

    Ini karena media tanam pada lubang tanam merupakan tumpuan hidup pada awal masa pertumbuhan bibit tanaman alpukat di lahan.

    Ukuran lubang tanam alpukat mentega adalah 60x60x60 cm, gali tanah pada lahan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu panjang dan lebar 60 cm dan kedalaman 60 cm.

    Campurkan tanah galian dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang telah matang/telah difermentasi sebanyak 30 kg, aduk hingga merata.

    Setelah dicampur hingga merata, masukkan pada lubang tanam hingga penuh dan diamkan selama kurang lebih 2 minggu.

    JARAK TANAM

    Jika menanam alpukat mentega lebih dari 1 pohon, maka jarak antar satu tanaman alpukat dengan alpukat lainnya adalah 6 meter. Dengan jarak tanam alpukat mentega yang tepat, maka pohon alpukat dapat tumbuh dengan maksimal karena dapat menyerap zat yang dibutuhkan dengan leluasa dan tidak berebut dengan tanaman alpukat lainnya serta cahaya matahari dapat menjangkau seluruh bagian tanaman dengan baik.

    TAHAP PENANAMAN

    Setelah bibit dan lubang tanam siap, saatnya melakukan penanaman. Untuk menanam bibit, buatlah kembali lubang tanam pada lokasi yang sebelumnya telah dibuat lubang tanam, ukurannya cukup seukuran besarnya polybag bibit. Tanam bibit alpukat mentega lubang tanam tersebut.

    Penanaman diawali dengan membuka polybag bibit, usahakan media tanam dalam polybag tidak pecah tujuannya adalah agar setelah ditanam tanaman tidak stres.

    Posisikan bibit tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang tersisa hingga pangkal batang. Buat sedikit gundukan pada pangkal batang tanaman agar lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar, agar pada saat musim hujan tidak terdapat genangan air di sekitar tanaman yang dapat menyebabkan busuknya akar.

    Padatkan perlahan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air. Penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari terutama pada saat musim kemarau.

    Demikian ulasan mengenai cara menanam alpukat mentega agar cepat berbuah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat mentega ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

  • Cara Stek Alpukat Miki

    Alpukat miki merupakan jenis alpukat unggulan Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Barat. Alpukat miki banyak disukai karena rasanya yang enak, dengan daging pulen dan warna kuning pekat. Selain itu alpukat miki juga dikenal sebagai tanaman yang genjah atau mudah berbuah juga tahan terhadap serangan hama ulat.

    Budidaya tanaman alpukat miki diawali dengan mempersiapkan bibit dari tanaman tersebut. Pembibitan atau perbanyakan tanaman alpukat miki selain dapat dilakukan secara generatif (dari bijinya), dapat pula dilakukan secara vegetatif (stek, cangkok, grafting dan sebagainya).

    Pembibitan/perbanyakan tanaman alpukat miki secara vegetatif salah satunya adalah stek atau stek pucuk. Stek adalah metode perbanyakan tanaman dengan menanam potongan batang/pucuk dari tanaman induk sehingga akan tumbuh menjadi tanaman yang baru.

    Metode stek ini dipilih karena cukup mudah untuk dilakukan dan lebih hemat dalam menggunakan entres dari tanaman induk. Selain itu keuntungan dari stek adalah tanaman yang baru akan memiliki sifat yang sama dengan sifat induknya dan akan lebih cepat berbuah dibandingkan jika ditanam dari bijinya.

    Cara Stek Alpukat Miki cukup mudah dilakukan, namun demikian ada hal yang perlu diperhatikan dalam prosesnya agar penyetekan berhasil. Bagaimana caranya? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

    SIAPKAN ALAT DAN BAHAN

    • Ranting atau dahan alpukat miki  yang sehat, terhindar dari serangan hama dan penyakit dan juga merupakan tanaman yang pernah berbuah, dengan produktivitas yang baik dengan usia dahan sedang yaitu tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Pilihlah batang yang tumbuhnya mengarah ke atas atau berdiri karena jika di stek akan lebih mudah tumbuh.
    • Media tanam stek berupa tanah gembur, pupuk organik/kompos dan arang sekam.
    • Obat stek berupa Root Up. Root up merupakan hormon perangsang akar pada perbanyakan vegetatif (cangkok atau stek). Root up mengandung fungisida untuk mencegah jamur, infeksi dan berbagai penyakit di bagian yang terluka / terkena sayatan. Root Up berbentuk tepung bubuk putih, mengandung auksin yang merupakan zat pengatur tumbuh (ZPT). Selain Root Up bisa juga menggunakan ZPT sejenisnya seperti Rootone F atau bisa juga menggunakan bawang merah.
    • Wadah media tanam berupa cup atau gelas plastik transparan agar perkembangan akar dapat dipantau.
    • Plastik transparan dan karet gelang untuk menyungkup.

    PERSIAPAN BATANG STEK

    Potong ujung batang/ranting alpukat miki yang akan distek dengan panjang kurang lebih 20-30 cm, pangkas daunnya akan tetapi sisakan beberapa helai saja di ujung namun pangkas setengahnya.

    Sayat meruncing pada pangkal batangnya, untuk memudahkan tumbuhnya akar nantinya.

    Siapkan obat stek root up atau sejenisnya, campur dengan sedikit air, aduk hingga menjadi pasta dan oleskan pada pangkal batang  dan diamkan hingga mengering terlebih dahulu sebelum ditanam.

    MEDIA TANAM STEK

    Sembari menunggu keringnya batang stek, terlebih dahulu siapkan media tanam. Media tanamnya yaitu berupa tanah gembur, pupuk organik/kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, campurkan dengan mengaduknya hingga merata. Masukkan media tanam tersebut ke dalam wadah yang telah disiapkan, yaitu berupa gelas plastik/cup transparan atau wadah sejenis lainnya.

    PENANAMAN BATANG STEK

    Setelah kering, tancapkan/tanam batang stek pada media tersebut, hingga sayatan yang telah diolesi ZPT seluruhnya tertanam, sedikit padatkan agar batang stek erat tertanam dan tidak goyang, kemudian siram media menggunakan air cukup hingga media lembab saja jangan sampai becek. Sungkup menggunakan plastik transparan dan ikat plastik sungkup tersebut pada cup agar rapat dan tidak mudah lepas.

    Letakkan pada tempat yang teduh tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung.

    Setelah stek berumur 1- 2 bulan, biasanya sudah mulai tumbuh tunas dan akar, akar akan terlihat jika wadah penyetekan menggunakan cup/gelas bekas air mineral atau wadah transparan. Dan setelah tumbuh akar, plastik sungkup sudah dapat dibuka.

     

    Demikian ulasan mengenai cara stek alpukat miki, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat miki ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi : Channel Youtube Tanaman Buah

  • Cara Menanam Alpukat Miki dalam Pot

    Alpukat miki merupakan jenis alpukat unggulan Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Barat. Alpukat miki banyak disukai karena rasanya yang enak, dengan daging pulen dan warna kuning pekat. Selain itu alpukat miki juga dikenal sebagai tanaman yang genjah atau mudah berbuah juga tahan terhadap serangan hama ulat.

    Jika anda tertarik untuk membudidayakannya namun tidak memiliki lahan, hal itu bukan menjadi kendala, karena alpukat miki selain dapat ditanam pada lahan juga dapat ditanam pada pot. Bagaimana caranya? berikut ini kami ulas mengenai Cara Menanam Alpukat Miki dalam Pot.

    SIAPKAN BIBIT

    Pemilihan bibit merupakan faktor penting yang menjadi salah satu penunjang keberhasilan budidayanya. Karena dengan pemilihan bibit yang tepat tanaman alpukat miki yang ditanam dapat tumbuh optimal, cepat berbuah dengan postur yang tidak begitu tinggi.

    Untuk ditanam dalam pot, sebaiknya menggunakan bibit alpukat hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok, sambung pucuk, okulasi dan sebagainya.

    PERSIAPAN POT DAN MEDIA TANAM

    Untuk menanam alpukat miki, pilihlah pot yang berukuran besar atau memiliki diameter yang besar dan yang terpenting terdapat lubang pada bagian dasarnya untuk sirkulasi air, atau mengalirkan kelebihan air siraman.

    Setelah pot siap, selanjutnya isi dengan media tanam berupa campuran tanah gembur yang subur, pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1, campurkan dengan mengaduknya hingga merata.

    Sambil mengaduk tambahkan pula 2 genggam ZPT berbentuk serbuk (biasanya banyak dijual di toko-toko pertanian), untuk ditaburkan pada media tanam sebanyak untuk 1 pot. Tujuannya agar tanaman alpukat yang ditanam pada pot tersebut dapat tumbuh optimal.  Mengingat sumber nutrisi ataupun unsur hara hanya dapat diperoleh dari media dalam pot tersebut.

    PENANAMAN

    Masukkan media tanam yang telah disiapkan ke dalam pot hingga setengahnya. Buka polybag bibit, namun lakukan dengan hati-hati, usahakan media tanam dalam polybag tersebut tidak pecah atau hancur, karena media tersebut berfungsi sebagai bahan makanan awal sampai akar tanaman alpukat menjulur dan beradaptasi.

    Masukkan bibit tepat ditengah pot, atur peletakan agar bibit tegak lurus dan tidak miring. Timbun kembali dengan media tanam yang sama hingga pangkal bibit, sedikit padatkan terutama di pinggir dalam pot agar bibit erat tertanam, kemudian siram secukupnya.

    Untuk menjaga kelembaban media tanam dalam pot terutama pada saat musim kemarau, berikan mulsa organik diatas media tanam berupa jerami atau rumput kering.

    Demikian ulasan mengenai cara menanam alpukat miki dalam pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat miki ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Hijau Buah

  • Cara Agar Bunga Alpukat Tidak Rontok

    Saat berbunga adalah saat dimana pohon alpukat dinanti untuk menjadi buah, namun tidak jarang justru saat bunga yang dinantikan tersebut tumbuh malah rontok. Jika hal tersebut terjadi tentu tidak menyenangkan dan bertanya-tanya apa penyebab kerontokan bunga tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.

    Nah, jika tanaman alpukat yang Anda budidayakan mengalami kerontokan tidak perlu khawatir, karena setiap masalah dalam dunia pertanian maupun perkebunan tentu ada solusi untuk mengatasinya. Berikut ini kami ulas mengenai Cara Agar Bunga Alpukat Tidak Rontok beserta penyebabnya.

    Kerontokan bunga alpukat setidaknya diakibatkan oleh 3 faktor, yaitu faktor cuaca, faktor hama dan penyakit serta faktor tanah dan pemupukan.

    FAKTOR CUACA

    Faktor cuaca ini merupakn salah satu faktor utama yang sangat mendukung bagaimana kelangsungan dari bunga. Hujan terlalu tinggi ataupun kemarau yang terlalu tinggi tidak baik bagi kelangsungan bunga alpukat, terutama pada bunga yang mulai mekar.

    Hujan dengan intensitas yang tinggi dapat mengganggu proses penyerbukan pada bunga alpukat, hal ini terjadi karena benang sari rusak terkena hujan sebelum terjadi penyerbukan. Akibatnya saat hujan dengan intensitas tinggi bunga bahkan bakal buah alpukat banyak yang rontok.

    Kemarau dengan suhu panas yang sangat tinggi, juga dapat menyebabkan kerontokan. Hal ini disebabkan karena tanaman kekurangan air dan juga suhu yang terlalu panas sehingga mengakibatkan bunga alpukat terutama pada benang sari dan putik layu sebelum terjadi penyerbukan. Akibatnya penyerbukan gagal dan bunga tersebut rontok.

    Adapun penanganan bunga rontok akibat cuaca ekstrim ini salah satunya dapat diatasi dengan melakukan pemupukan. Dimana pada saat tanaman alpukat berbunga ada beberapa unsur hara yang harus dipenuhi agar bunga tersebut tidak rontok. Penjelasan lengkap mengenai pemupukan ini akan diuraikan lengkap pada point ke 3 yaitu faktor pemupukan.

    HAMA DAN PENYAKIT

    Faktor kedua yang menyebabkan bunga alpukat rontok adalah adanya serangan hama penyakit. Seperti contoh hama kutu putih, hama kutu putih ini berupa semacam tepung berwarna putih yang biasanya menempel pada bagian bawah daun dan juga menempel pada bunga yang mana keberadaannya dapat mengganggu penyerbukan bunga tersebut. Dengan demikian maka bunga gagal melakukan penyerbukan dan akhirnya rontok. Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida seperti misalnya merek dagang Dursban atau insektisida sejenis lainnya.

    Sedangkan penyakitnya adalah bercak daun yang diakibatkan oleh jamur. Bercak daun ini berupa bintik-bintik coklat di permukaan daun. Bercak daun ini memang tidak secara langsung mengganggu bunga namun keberadaannya dapat mengganggu proses fotosintesis, karena permukaan daun rusak. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan mengaplikasikan fungisida seperti Antracol, Dithane dan lain sebagainya.

    FAKTOR PEMUPUKAN

    Pemupukan ini merupakan faktor penting yang berkaitan erat dengan kedua faktor sebelumnya. Dengan pemupukan maka unsur hara baik makro atau mikro yang dibutuhkan tanaman akan terpenuhi sehingga tanaman akan lebih kuat menghadapi cuaca ekstrim ataupun serangan hama.

    Nah, untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman alpukat terutama yang sedang berbunga agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memiliki ketahanan yang baik sehingga bunga tidak mudah rontok, maka pemupukan harus dilakukan dengan tepat.

    Unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman alpukat saat memasuki fase berbunga yaitu Kalium (K), Kalsium (Ca), Fosfor (P) dan Magnesium (Mg).

    Unsur kalium sangat penting bagi tanaman alpukat yang sedang berbunga. Kalium ini berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, mengatur pembukaan dan penutupan stomata, meningkatkan fotosintesis dan metabolisme tanaman. Maka dari itu jika tanaman kekurangan unsur kalium maka akan sangat rentan terserang penyakit, yang jika hal ini terjadi pada fase berbunga akan mengakibatkan kerontokan. Unsur kalium ini dapat diperoleh dari pupuk seperti KCL.

    Unsur phosphor juga sangat dibutuhkan saat tanaman memasuki fase berbunga, terutama saat musim hujan, karena biasanya saat musim hujan unsur Phosphor ini sangat kurang sekali, hal ini disebabkan karena nitrogen akan naik akibat kelambaban yang terlalu tinggi, ph tanah menjadi turun sehingga penyerapan phosphor menjadi rendah/sulit diserap oleh tanaman. Maka dari itu untuk menanggulanginya perlu ditambahkan pupuk untuk menetralkan ph tanah agar phosphor mudah diserap kembali.

    Sedangkan untuk kalium dan magnesium dapat diperoleh dari kapur dolomit. Kapur dolomit ini juga berfungsi sebagai penetral keasaman/ph tanah. Jadi kapur dolomit ini memiliki fungsi ganda yaitu selain untuk memenuhi kebutuhan unsur hara kalsium dan magnesium juga berfungsi untuk menetralkan ph tanah.

    Selain unsur hara makro, unsur hara mikro seperti Cu, Zn, Fe, B, Mo, CI, Co, Mn dan Ni juga sangat dibutuhkan tanaman alpukat. Unsur hara mikro ini dibutuhkan tanaman namun dalam jumlah yang sangat sedikit, dan jika pemberiannya tidak tepat atau malah berlebihan justru akan meracuni tanaman. Penggunaan pupuk mikro ini disarankan menggunakan pupuk mikro kemasan dengan kandungan lengkap  agar mudah mengatur dosisnya, jangan menggunakan pupuk secara tunggal atau satu per satu karena akan merepotkan dalam penakarannya mengingat yang dibutuhkan tanaman sangat sedikit sekali, sehingga berpotensi ketidak tepatan dalam menimbangnya.

    Demikian ulasan mengenai Cara Agar Bunga Alpukat Tidak Rontok, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit tanaman alpukat, pupuk, pestisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Adi Noor Prayogi

  • Cara Membuahkan Alpukat

    Pada saat panen raya, harga buah alpukat cenderung jatuh atau memiliki harga yang rendah, hal ini tentu tidak disukai oleh para petani alpukat tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan membuahkannya diluar musim.

    Dengan tanaman alpukat yang berbuah diluar musim tentunya memiliki harga jual yang lebih tinggi jika dibandingkan harga saat panen raya. Nah tanpa perlu panjang lebar, langsung saja mari kita masuk pada pembahasan mengenai cara membuahkan alpukat pada artikel berikut ini.

    Untuk membuahkan tanaman buah alpukat, setidaknya terdapat 2 hal yang harus dilakukan yaitu pemupukan dan pemangkasan.

    PEMUPUKAN

    Dalam melakukan pemupukan tanaman apa saja termasuk alpukat, harus memenuhi 4 tepat, yaitu tepat jenis pupuk, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara aplikasinya. Karena jika tidak tepat justru dapat memberikan efek negatif bagi tanaman.

    Pemupukan untuk tujuan pembungaan dan pembuahan (fase generatif) tentunya berbeda dengan pupuk untuk pertumbuhan (fase vegetatif). Secara garis besar, pemupukan fase pertumbuhan (fase vegetatif) membutuhkan pupuk dengan kadar N tinggi sedangkan untuk fase pembungaan dan pembuahan (generatif) pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk dengan kadar P dan K yang tinggi.

    Begitu pula untuk membuahkan alpukat, pupuk yang diberikan adalah pupuk dengan kadar P dan K yang tinggi. Dalam hal ini jenis pupuk yang dapat diberikan adalah pupuk MKP (mono kalium phosphate). Adapun dosisnya untuk tanaman alpukat berumur 2 tahun misalnya adalah 150 gram per tanaman dan diberikan dengan interval 2 minggu sekali sampai 3 kali pemberian. Setelah 2-3 minggu dari pemupukan terakhir biasanya sudah mulai muncul kuncup bunga dan 2 minggu berikutnya sudah mulai pecah bunga atau mekar.

    Selain itu usahakan kondisi keasaman atau ph tanah berkisar antara 6-7.

    PEMANGKASAN

    Pemangkasan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan batang sekunder dan batang tersier, sehingga cabang sekunder dan cabang tersier tersebut siap dibungakan dan dibuahkan, dimana pada tanaman alpukat, bunga dan buah tumbuh pada cabang sekunder dan cabang tersier bukan pada batang utama.

    Cabang sekunder yang sudah siap dibuahkan ditandai dengan diameter cabang sekunder tersebut minimal sudah 1/3 dari batang utama (primer). Begitu pula cabang tersier yang siap untuk dibuahkan ditandai dengan diameternya yang minimal sudah 1/3 dari cabang sekunder.

    Nah, untuk mendapatkan cabang primer yang tumbuh optimal dan siap berbuah maka pucuk batang utama (primer) harus dipangkas agar pertumbuhannya terfokus pada batang sekunder bukan pertumbuhan pucuknya. Begitu juga untuk mendapatkan cabang tersier yang tumbuh optimal dan siap berbuah, maka pemangkasan pada ujung/pucuk cabang sekunder perlu dilakukan agar pertumbuhannya terfokus pada cabang tersier bukan pada pucuk cabang sekundernya.

    Kesimpulannya, ketika pemangkasan alpukat dilakukan dengan benar maka tanaman akan merubah fungsinya dari vegetatif ke generatif karena ada peningkatan c/n rasio pada tajuk-tajuk atau batang sekunder dan tersiernya. Dan jika tanaman alpukat tidak dipangkas yang terjadi adalah tanaman akan terus merangsang pertumbuhan tunas semakin meninggi dan tajuk semakin melebar dan akibatnya tidak kunjung berbunga dan berbuah.

    Dengan pemangkasan yang benar maka cabang sekunder dan cabang tersier lebih cepat untuk tumbuh besar, c/n rasio cepat naik dan stimulasi makanan ke cabang dapat terpenuhi secara maksimal.

    Demikian ulasan mengenai cara membuahkan alpukat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit tanaman alpukat ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Adi Noor Prayogi

  • Pemangkasan Pohon Alpukat Agar Cepat Berbuah

    Pemangkasan pada pohon alpukat atau pruning bertujuan untuk mengurangi cabang-cabang serta daun pada pohon alpukat supaya lebih produktif.

    Tanpa pruning pohon alpukat akan tumbuh lebat dengan percabangan yang banyak, dengan percabangan yang banyak dan rimbun ini, alih-alih menghasilkan produksi buah yang banyak, namun justru akan memperlama fase vegetatif pada tanaman. Nah dengan pemangkasan, pohon alpukat akan maksimal dalam proses fotosintesisnya.

    Banyak terjadi dalam budidaya tanaman buah termasuk alpukat dimana secara keseluruhan tumbuh dengan lebat, daunnya rimbun dengan warna daun yang hijau pekat, namun sangat jarang memunculkan bunga/buah. Dan meskipun muncul bunga/buah, bunga dan buah yang dihasilkannya pun jumlahnya sedikit. Hal ini disebabkan karena fotosintat yang terbentuk hanya dialokasikan untuk pertumbuhan tanaman, khususnya ke bagian tanaman yang bersifat pertumbuhan vegetatif. Akibatnya banyak dahan dan ranting yang tumbuh tidak teratur dan bersilangan di bagian tengah tanaman dengan daun-daun yang umumnya tidak terkena sinar matahari secara langsung.

    Daun-daun yang tidak terkena sinar matahari secara langsung tersebut, bersifat parasit bagi tanaman karena tidak melakukan proses fotosintesis namun tetap mendapatkan fotosintat (hasil fotosintesis) dari daun-daun di bagian terluar yang terkena sinar matahari langsung. Dan pada akhirnya jumlah fotosintat yang dialokasikan oleh tanaman untuk memunculkan bunga dan buah sangat sedikit.

    Nah untuk menghindari hal tersebut, pemangkasan merupakan salah satu solusinya. Tanaman yang dipangkas secara teratur akan memberikan lingkungan mikro yang baik bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri, di mana sinar matahari sebagai sumber energi utama dapat menembus semua bagian tanaman, memberikan iklim mikro yang baik, mengurangi kelembaban yang berlebihan, juga dapat meminimalkan perkembangan jamur dan organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Dengan demikian pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal sehingga memberikan hasil yang optimal pula.

    Untuk lebih jelasnya mengenai pemangkasan pohon alpukat agar capat berbuah kami ulas penjelasannya berikut ini.

    Pemangkasan pohon alpukat dapat dilakukan sejak tanaman berusia 1 tahun sejak penanaman. Jadi sejak penanaman sampai usia 1 tahun biarkan tanaman fokus bertumbuh dan membentuk batang utama, dan setelah berusia 1 tahun biasanya tanaman alpukat sudah mulai rimbun. Nah inilah waktu yang tepat untuk memulai pemangkasan karena jika dibiarkan tanpa pemangkasan akan timbul masalah-masalah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman alpukat itu sendiri.

    Setelah pemangkasan pertama, pemangkasan berikutnya juga harus dilakukan secara rutin yaitu setiap 3 bulan sekali atau menyesuaikan dengan pertumbuhan tanaman.

    Pemangkasan diawali dari pangkal batang utama pohon alpukat, bagian yang dipangkas adalah cabang-cabang kecil yang tumbuh pada pangkal batang utama tersebut. Pangkas pula cabang-cabang kecil yang tumbuh di seluruh batang dan cabang utama dan sisakan batang/cabang yang besar dan pertumbuhannya baik. Dengan pemangkasan cabang-cabang yang kecil maka pertumbuhan terfokus pada cabang-cabang besar yang dipelihara saja.

    Selanjutnya pemangkasan dilakukan pada daun-daun yang tumbuh pada pangkal cabang yang mendekati batang utama begitu juga dengan daun daun yang tumbuh pada batang utama. Hal ini karena daun-daun tersebut tumbuh pada tajuk bagian dalam yang tidak tersinari matahari, sehingga daun tersebut tidak melakukan fotosintesis dengan maksimal namun masih turut serta menyerap nutrisi, dan keberadaan daun tersebut mirip dengan parasit.

    Pemangkasan juga dilakukan pada cabang gantung, yaitu cabang/ranting dari cabang utama yang menggantung atau tumbuhnya mengarah ke bawah.

    Demikian ulasan mengenai cara pemangkasan pohon alpukat agar cepat berbuah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Adi Noor Prayogi

  • Cara Menanam Alpukat Miki

    Diantara sekian banyak jenis buah alpukat, alpukat miki adalah salah satunya. Alpukat miki merupakan jenis alpukat unggulan Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Barat. Alpukat jenis ini banyak disukai karena rasanya yang enak, dengan daging pulen dan warna kuning pekat.

    Alpukat miki dikenal sebagai tanaman yang genjah atau mudah berbuah. Selain mempunyai keunggulan cepat berbuah , alpukat miki tahan terhadap serangan hama ulat.

    Alpukat miki memiliki tekstur daging buah yang lembut, lengket dan tanpa serat serta memiliki rasa yang manis, gurih, pulen dan bebas getir. Daging buah berwarna putih kekuningan, tebal dan bertekstur lembut dengan biji yang terletak dikelilingi oleh daging buah. Buah yang sudah bisa dipetik berwarna hijau tua mengkilap. Alpukat ini juga dapat memproduksi buah dengan ukuran yang besar dan beratnya bisa mencapai 400-600 gram per buahnya.

    Alpukat miki ini selain cocok ditanam dengan skala perkebunan, juga sangat cocok untuk ditanam di pekarangan rumah sehingga memudahkan perawatannya.

    Jika anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut ini kami ulas mengenai Cara Menanam Alpukat Miki pada artikel berikut ini

    PERSIAPAN BIBIT

    Bibit tanaman merupakan salah satu hal yang sangat menentukan keberhasilan budidayanya. Terdapat dua jenis bibit tanaman alpukat, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

    Akan tetapi sebaiknya gunakanlah bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya serta lebih cepat berbuah, berbeda dengan bibit dari menanam biji (generatif) tanpa penyambungan yang mana nantinya tanaman alpukat akan tumbuh tinggi, lama berbuah dan meskipun berbuah tidak jarang sifatnya menyimpang dari induknya.

    Saat ini bibit tanaman alpukat miki cukup mudah untuk didapatkan di toko-toko bibit tanaman di sekitar Anda, atau bisa juga dibeli di SentraTani.com

    PERSIAPAN LUBANG TANAM

    Teknik pembuatan lubang tanam sangat menentukan perkembangan awal bibit alpukat pasca ditanam di lahan, karena media tanam pada lubang tanam merupakan tumpuan hidup pada awal masa pertumbuhan bibit tanaman alpukat di lahan. Oleh sebab itu pembuatan lubang tanam harus dipersiapkan dengan baik dan benar.

    Ukuran lubang tanam alpukat miki adalah 50x50x50 cm, gali tanah pada lahan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu panjang dan lebar 50 cm dan kedalaman 50 cm. Pisahkan tanah galian atas dan tanah galian bagian bawah. Diamkan lubang tanam tersebut selama 1 minggu.

    Setelah 1 minggu, taburkan 1 genggam pupuk NPK 16:16:16 pada dasar lubang tanam. Taburkan pula furadan secukupnya untuk mengendalikan hama dalam tanah.

    Campurkan tanah galian bagian atas dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang telah matang/telah difermentasi sebanyak 30 kg, aduk hingga merata.

    Setelah dicampur hingga merata, masukkan pada lubang tanam hingga penuh, kemudian taburkan kembali furadan secukupnya.

    TAHAP PENANAMAN

    Buat kembali lubang tanam seukuran besarnya polybag bibit. Tanam bibit alpukat miki tepat di tengah-tengah lubang tanam, buka polybagnya, lakukan dengan hati-hati dan usahakan media tanam dalam polybag tidak pecah tujuannya adalah agar setelah ditanam tanaman tidak stres.

    Atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang tersisa hingga pangkal batang. Buat sedikit gundukan pada pangkal batang tanaman agar lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar, tujuannya adalah agar pada saat musim hujan tidak terdapat genangan air di sekitar tanaman yang dapat menyebabkan busuknya akar.

    Padatkan perlahan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.

    Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari terutama pada saat musim kemarau.

    Jika menanam alpukat miki lebih dari 1 pohon, maka jarak antar satu tanaman alpukat dengan alpukat lainnya adalah 7 meter.

    Demikian ulasan mengenai cara menanam alpukat miki, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat miki ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube GF Sejahtera Channel

     

  • Penyebab Kegagalan Sambung Pucuk Alpukat

    Untuk mendapatkan bibit tanaman alpukat yang baik dan berkualitas unggul, salah satu tekniknya adalah dengan menerapkan sambung pucuk pada bibit alpukat yang ditanam dari bijinya.

    Akan tetapi dalam melakukan penyambungan ini seringkali masih ada kegagalan yang terjadi, atau terkadang lama sekali entresnya tidak tumbuh, terlebih lagi bagi para pemula yang belum terbiasa melakukannya. Maka dari itu agar sambung pucuk yang kita lakukan berhasil, kita harus mengetahui apa saja penyebab kegagalannya untuk mengantisipasinya

    Nah, tanpa perlu panjang lebar, langsung saja kita masuk pada penjelasan mengenai penyebab kegagalan sambung pucuk alpukat pada artikel berikut ini.

    1. Ketrampilan tangan

    Dalam melakukan sambung pucuk ini ketrampilan tangan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilannya. Mengapa demikian? Karena seharusnya proses penyambungan dilakukan dengan cepat agar sayatan pada entres dan batang bawah tidak terkontaminasi oleh kondisi lingkungan dalam waktu lama. Hal ini biasanya terjadi pada pemula, karena belum terbiasa, terlebih lagi pada sambung pucuk alpukat yang batangnya licin, sehingga berulang kali pasang-lepas.

    2. Faktor lingkungan

    Faktor lingkungan ini maksudnya adalah mengenai penempatan dimana bibit alpukat sambung pucuk diletakkan pasca penyambungan. Tempat yang baik untuk meletakkannya adalah dibawah naungan yang tidak terkena hujan secara langsung, dan sebaiknya diletakkan di dalam greenhouse. Karena jika terkena hujan secara langsung secara terus menerus dapat mengakibatkan busuknya biji alpukat yang biasanya masih menempel pada pangkal batang bibit. Nah jika biji tersebut busuk maka tingkat kegagalannya tinggi, mengingat biji tersebut merupakan penyuplai makanan utama ketika bibit masih kecil dan akar belum kuat untuk menyuplai makanan.

    3. Faktor entres

    Pemilihan entres untuk penyambungan alpukat ini juga harus tepat, terutama bagian yang disambungkan, karena jika tidak tepat akan berakibat tumbuhnya tunas pada entres akan lama. Bagian entres yang baik untuk disambungkan adalah bagian entres yang masih memiliki daun yaitu pada bagian pucuknya, dimana bagian entres ini memiliki calon tunas yang masih aktif dan dapat cepat tumbuh, biasanya 3 minggu dari penyambungan entres ini sudah tumbuh. Berbeda dengan bagian entres yang daunnya sudah gugur dimana mata tunasnya kurang aktif sehingga tumbuhnya lama sekali.

    4. Faktor lainnya

    Faktor lainnya yang dapat menyebabkan kegagalan sambung pucuk ini adalah penggunaan plastik sungkup bekas yang sudah digunakan untuk penyungkupan sebelumnya. Karena sangat mungkin pada plastik tersebut telah terkontaminasi hama atau penyakit, seperti misalnya kutu daun yang biasanya tertinggal pada plastik sungkup.

    Demikian ulasan mengenai Penyebab Kegagalan Sambung Pucuk Alpukat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Adi Noor Prayogi

  • Jarak Tanam Alpukat Yang Baik

     

    Dalam membudidayakan tanaman alpukat terutama penanaman yang lebih dari satu pohon atau perkebunan alpukat baik itu dalam skala kecil atau skala luas ada hal dasar yang harus dipahami, yaitu jarak tanam. Dengan jarak tanam yang tepat, tanaman alpukat nantinya dapat tumbuh dan berbuah dengan optimal.

    Selain itu dengan mengetahui jarak tanam, maka dapat diketahui pula berapa bibit yang dibutuhkan dalam satu lahan penanaman.

    Maka dari itu, jarak tanam ini perlu diketahui sejak awal, sejak perencanaan penanaman.

    Untuk mengetahui berapa jarak tanam alpukat yang baik, berikut ini kami ulas penjelasannya.

    Dalam budidaya alpukat setidaknya terdapat 3 jarak yang bisa dipakai, yaitu jarak tanam ideal, jarak tanam minimal dan jarak tanam maksimal.

    JARAK TANAM IDEAL

    Dalam budidaya tanaman alpukat jarak ideal antara satu tanaman dengan tanaman lainnya adalah 5 x 5 meter. Hal ini ditujukan agar ranting tanaman nantinya tidak saling bersinggungan, sehingga pertumbuhan pohon dan hasil produktivitasnya akan maksimal. Rata-rata ranting pohon Alpukat usia 10 tahun lebih memiliki panjang 2 meter sehingga dengan jarak tanam tadi pohon masih leluasa untuk terus tumbuh maksimal tanpa perlu ada pemangkasan atau pengaturan cabang.

    Atau bisa juga 5 x 6 meter, dengan tujuan sisa 1 meter untuk mempermudah kegiatan mobilisasi perawatan, maupun pemanenan.

    JARAK TANAM MINIMAL

    Jarak tanam minimal ini dapat diterapkan untuk menanam lebih banyak bibit dalam satu area penanaman. Jarak tanam minimal pohon alpukat yaitu 3 x 3 meter.

    Akan tetapi jika menerapkan jarak tanam minimal ini, pertumbuhan cabang harus benar-benar diperhatikan, dan usahakan antar cabang tidak bersinggungan. Caranya yaitu dengan mengatur cabang dengan sistem zig-zag atau tumpang tindih, atau bisa juga dengan memotong cabang bila sudah saling bertumpukan. Namun pemotongan cabang ini akan berakibat pada pertumbuhan pohon yang terlihat memanjang keatas dan pohon akan lebih tinggi.

    Selain pengaturan cabang agar tidak bersinggungan, ada satu hal lagi yang harus diperhatikan yaitu membuat tanaman tumbuh simetris, dimana batang utama tumbuh tegak lurus dan percabangan seimbang tidak condong ke kanan atau ke kiri. Nah hal ini bisa diatur sejak tanaman masih kecil.

    JARAK TANAM MAKSIMAL

    Untuk jarak tanam maksimal dalam menanam alpukat sebenarnya tidak ada batasnya, justru semakin lebar jaraknya maka akan semakin bagus karena pohon akan lebih leluasa dan bagian pohon akan lebih banyak mendapatkan sinar matahari. Namun kelemahan dari jarak tanam yang terlalu lebar jumlah pohon yang dapat ditanam dalam satu area akan lebih sedikit.

    Jarak tanam maksimal bisa diterapkan dengan ukuran 10 x 10 meter. Dengan ukuran tersebut percabangan akan lebih leluasa tanpa perlu pemangkasan atau pengaturan cabang, sinar matahari yang masuk juga lebih banyak, serta jika tanaman tidak tumbuh simetris juga masih aman. Lebih dari jarak tersebut menurut kami terlalu berlebihan kecuali jika penanamannya dilakukan dengan sistem tumpang sari dengan tanaman lain.

    Demikian ulasan mengenai jarak tanam alpukat yang baik, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli bibit alpukat ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi Channel Youtube Bibit Buahku dot com