Tag: pestisida alternatif

  • Pestisida Nabati Daun Sirih

    Daun sirih merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati yang ampuh untuk mengusir ataupun menolak berbagai jenis hama pada pada tanaman. Daun sirih dapat digunakan sebagai pestisida secara tunggal ataupun dicampur dengan bahan lain seperti bawang putih, serai wangi, daun sirsak, daun tembakau dan sebagainya.

    Daun sirih mengandung kapikol, fenol, minyak atsiri dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengendalikan hama tanaman. Beberapa jenis hama yang dapat dikendalikan dengan ekstrak daun sirih adalah belalang, ulat bulu dan beberapa jenis kutu-kutuan, terutama yang menyerang tanaman buah.

    Aroma dari daun sirih juga menyebabkan hama menjadi lemas sehingga terjadi kematian secara perlahan. Selain itu ekstrak daun sirih juga berfungsi sebagai penolak selera makan bagi hama atau antifeedant.

    Penggunaan pestisida nabati pada tanaman memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan pestisida kimia, diantaranya adalah

    • Lebih ramah lingkungan karena bahannya lebih mudah terurai sehingga dampak racunnya tidak berbahaya.
    • Tanaman aman dikonsumsi karena residu pestisida organik tidak bertahan lama pada tanaman.
    • Memberikan nilai tambah pada produk pertanian yang dihasilkan, misalnya buah-buahan organik tentu memiliki harga yang lebih mahal.
    • Penggunaan dalam waktu lama tidak menyebabkan resistensi pada hama.

    Selain kelebihan, pestisida nabati ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

    • Kurang praktis dan tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga harus membuat kembali manakala hendak menggunakannya.
    • Efektifitas penggunaan pestisida nabati lebih rendah pada tanaman, daripada pestisida kimia, sehingga intensitas pemberiannya harus lebih sering dan dalam jumlah yang lebih banyak .

    Untuk mengetahui bagaimana Pestisida Nabati Daun Sirih, berikut ini kami ulas penjelasannya secara lengkap.

    BAHAN DAN ALAT

    •  20 lembar daun sirih
    • 1/3 sendok makan garam
    • 1 liter air
    • Blender

    PROSES PEMBUATAN

    Potong-potong daun sirih agar mudah saat diblender. Masukkan kedalam blender, tambahkan 1/3 sendok makan garam sebagai bahan tambahan, karena selain membantu efektivitas pestisida nabati, garam juga dapat menjadi pupuk bagi tanaman karena kandungan natriumnya yang tinggi. Tambahkan air 1 liter, lalu blender hingga halus.

    Setelah itu diamkan selama 10 menit, lalu disaring dan pestisida nabati daun sirih siap digunakan.

    CARA APLIKASI

    Sebelum diaplikasikan, terlebih dahulu larutkan pestisida nabati daun sirih tersebut dengan air. Adapun dosisnya adalah 1:20. Misalnya untuk 2 liter air maka pestisida nabati yang digunakan adalah 100 ml dan diaplikasikan dengan cara menyemprotkannya pada seluruh bagian tanaman.

    Untuk tindakan pencegahan serangan hama pada tanaman yang belum terserang,  aplikasi pestisida dilakukan sebanyak 1-2 kali dalam 1 minggu. Sedangkan untuk tanaman yang sudah terlanjur terserang, aplikasinya dapat dilakukan setiap hari dan dilakukan pada sore hari.

    Hindari penyemprotan pestisida nabati ini pada siang hari dan pada saat akan turun hujan, hal ini karena pestisida nabati tidak akan tahan terhadap cahaya matahari dan juga guyuran air hujan.

    Demikian ulasan mengenai Pestisida Nabati Daun Sirih, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

    Untuk membeli pestisida organik, ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel ALAM ORGANIK

  • Cara Membuat Pestisida Organik dari Bumbu Dapur

    Pestisida organik merupakan ramuan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan organik. Dari berbagai macam bahan organik yang dapat digunakan sebagai pestisida diantaranya adalah beberapa macam bahan yang bisa ditemukan di dapur atau bisa dikatakan sebagai bumbu dapur. Bahan pestisida dari bumbu dapur tersebut adalah merica atau lada, kunyit, bawang putih dan serai, bahan—bahan ini digunakan karena memiliki manfaat yang sangat baik untuk digunakan sebagai pestisida.

    Merica bersifat sedikit pahit, pedas, hangat dan antipiretik, sangat cocok untuk pestisida.

    Kunyit sebagai bahan nitrifikasi dan pestisida nabati atau sebagai pencegahan hama serangga pada tanaman sayuran serta palawija.

    Bawang putih memiliki kandungan allicin yang merupakan zat antioksidan dan antimikroba yang kuat, sehingga ekstrak bawang putih ini berguna untuk mengendalikan beberapa jenis OPT atau organisme pengganggu tanaman, baik itu serangga, bakteri ataupun jamur patogen.

    Sedangkan serai berfungsi untuk mengacaukan aroma penarik yang dikeluarkan tanaman inang, sehingga pergerakan hama menuju tanaman bisa dialihkan, selain itu serai juga mengandung senyawa sitronela yang tidak disukai kutu-kutuan dan berbagai jenis hama serangga lain.

    Dengan menggunakan bahan-bahan organik, tentunya pestisida ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pestisida kimia sintetis, diantaranya adalah lebih ramah terhadap alam, residu pestisida organik tidak bertahan lama pada tanaman, sehingga produk pertaniannya lebih aman untuk dikonsumsi, lebih ekonomis, pembuatannya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri.

    Untuk mengetahui Cara Membuat Pestisida Organik dari Bumbu Dapur, silakan simak penjelasan selengkapnya pada artikel berikut ini.

    BAHAN DAN ALAT

    • Merica atau lada sebanyak satu jumput tangan.
    • 4 rimpang kunyit.
    • 3 siung bawang putih.
    • 3 batang serai.
    • 600 ml air bersih
    •  Alat penumbuk atau blender
    • Botol bekas air mineral

    CARA PEMBUATAN

    Haluskan merica, bawang putih dan kunyit menggunakan blender atau bisa juga menggunakan alat penumbuk, untuk serai cukup digeprek saja agar sari-sarinya keluar. Setelah itu campurkan semua bahan ke dalam 600 ml air, aduk hingga larut merata.

    Masukkan ke dalam botol yang telah disiapkan dan diamkan selama 1 hari agar sari-sarinya menyatu dan benar-benar larut dengan air dan siap untuk digunakan.

    CARA APLIKASI KE TANAMAN

    Cara aplikasi pestisida organik ini adalah dengan menyemprotkannya ke seluruh bagian tanaman dengan dosis 100 ml pestisida organik untuk dilarutkan ke dalam 1 liter air.

    Aplikasi pestisida organik ini dilakukan sebanyak 3 hari sekali, karena hasil penyemprotan pestisida organik ini tidak secepat pestisida kimia sintetis dan membutuhkan waktu dan frekuensi penyemprotan yang lebih sering yaitu 3 hari sekali untuk membuatnya efektif.

    Akan tetapi meskipun demikian tetap aman bagi tanaman dan lingkungan karena pestisida ini menggunakan bahan-bahan alami, dan juga produk pertanian yang dihasilkan pun akan lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.

    Perlu diperhatikan bahwa pestisida organik ini tidak bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama, sehingga dalam sekali pembuatan sebaiknya untuk sekali aplikasi.

    Cara kerja pestisida organik ini sangat spesifik yaitu menghambat reproduksi serangga betina, mengurangi nafsu makan, merusak perkembangan telur, larva dan pupa.

    Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Pestisida Organik dari Bumbu Dapur, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli pestisida, pupuk, benih, bibit ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Cara Bertani Organik

  • Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Mimba

    Mimba (Azadirachta indica A. Juss; Meliaceae), merupakan salah satu tumbuhan sumber bahan pestisida, lebih tepatnya pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama. Tanaman mimba tersebar di daratan India, sedangkan di Indonesia tanaman ini banyak ditemukan di sekitar provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan NTB.

    Bagian tanaman mimba yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah daun dan bijinya. Ekstrak daun dan biji mimba mengandung senyawa aktif utama azadirachtin. Selain bersifat sebagai insektisida, mimba juga memiliki sifat sebagai fungisida, virusida, nematisida, bakterisida, maupun akarisida.

    Untuk mengetahui Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Mimba silakan simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

    BAHAN DAN ALAT

    • 500 gram daun mimba
    • 1 sendok makan sabun cair pencuci piring
    • 1 liter air bersih
    • Blender atau alat penumbuk.
    • Ember atau baskom.
    • Saringan.

    PROSOS PEMBUATAN

    Haluskan daun mimba dengan cara ditumbuk atau di blender, untuk memudahkan dalam pemblenderan tambahkan ½ liter air bersih. Setelah halus masukkan ke dalam wadah semacam baskom atau ember. Tambahkan 1 sendok makan sabun cair, aduk hingga merata.

    Fungsi sabun cair yaitu untuk merontokkan lapisan lilin/lemak pada hama sehingga fungsi pestisida nabati lebih optimal pada jasad sasaran. Karena dari beberapa jenis hama memiliki lapisan lilin/lemak pada tubuhnya sehingga kebal terhadap air.

    Kemudian diamkan selama 24 jam sebelum digunakan.

    Saring untuk memisahkan ampas dan air ekstrak daun mimba, penyaringan dilakukan sebanyak 2-3 kali, setelah penyaringan pertama tambahkan ½ liter air pada ampas kemudian lakukan penyaringan yang ke 2 dan seterusnya. Tujuan penyaringan agar terbebas dari ampas dan nantinya tidak menyumbat sprayer.

    Masukkan ekstrak daun mimba ke dalam wadah semacam botol untuk penyimpanan, atau bisa juga langsung digunakan. Jika tidak langsung digunakan ekstrak daun mimba ini dapat disimpan selama 1 bulan dan letakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.

    Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan pestisida ekstrak daun mimba dengan dosis 100 ml per liter air, kemudian semprotkan ke seluruh bagian tanaman.

    Pestisida ekstrak daun mimba ini dapat digunakan pada semua jenis tanaman, manfaatnya untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit, sasaran utamanya adalah jenis hama penghisap, pemakan daun serta hama jenis kutu-kutuan. Bahan aktif mimbin yang terkandung didalamnya berfungsi sebagai fungisida dan bakterisida yang dapat mengendalikan penyakit pada tanaman.

    Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Mimba, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli pestisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

    Referensi: Channel Youtube Agoes Farming

  • Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

    Pengendalian hama penyakit tanaman menggunakan pestisida sintetis yang dinilai praktis oleh para petani, ternyata membawa dampak negatif yang cukup besar bagi manusia dan lingkungan, sehingga para petani terdorong untuk memanfaatkan pestisida nabati sebagai alternatif pengganti pestisida sintetis.

    Pestisida nabati merupakan ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati diantaranya diambil dari tumbuh-tumbuhan, seperti  daun pepaya.

    Daun pepaya mengandung bahan aktif papain, sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Pestisida alami dari daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.

    Bila dibandingkan dengan pestisida kimia, pestisida nabati mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah lebih ramah terhadap alam, residu pestisida nabati tidak bertahan lama pada tanaman, sehingga tanaman yang disemprot lebih aman untuk dikonsumsi, dari sisi ekonomi penggunaan pestisida nabati memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan, dimana produk pangan non-pestisida harganya lebih baik dibanding produk konvensional, pembuatan pestisida nabati bisa dilakukan sendiri, sehingga menghemat pengeluaran biaya produksi. 

    Untuk mengetahui Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

    BAHAN DAN ALAT

    • 4 lembar daun pepaya, pilihlah yang benar-benar sudah tua, ditandai dengan warna daun yang hijau tua.
    • 1 liter air bersih.
    • Sabun cair atau deterjen bubuk, fungsinya yaitu untuk merontokkan lapisan lilin/lemak pada hama sehingga fungsi pestisida nabati lebih optimal pada jasad sasaran. Karena dari beberapa jenis hama memiliki lapisan lilin/lemak pada tubuhnya sehingga kebal terhadap air.
    • Blender atau alat penumbuk.
    • Ember atau baskom.
    • Saringan.

    PROSES PEMBUATAN

    Potong-potong 4 lembar daun pepaya kemudian blender atau bisa juga dihaluskan menggunakan alat penumbuk. Setelah halus masukkan ke dalam wadah semacam baskom atau ember dan tambahkan 1 liter air dan aduk hingga merata, diamkan selama 1 malam sebelum digunakan.

    Setelah didiamkan semalaman, saring terlebih dahulu larutan daun pepaya tersebut agar saat digunakan ampasnya tidak menyumbat sprayer.

    Cara aplikasinya adalah dengan melarutkan pestisida nabati dari daun pepaya dengan air bersih, adapun dosisnya adalah 1:1, atau jika menggunakan 1 liter pestisida nabati daun pepaya maka air yang digunakan juga 1 liter. Tambahkan 1 sendok teh sabun cair atau deterjen, aduk hingga merata.

    Masukkan ke dalam sprayer dan semprotkan ke seluruh bagian tanaman. Penyemprotan sebaiknya dilakukan dibawah jam 9 pagi sebelum matahari naik.

    Karena hasil penyemprotan pestisida nabati tidak secepat pestisida kimia sintetis, maka perlu waktu dan frekuensi penyemprotan yang lebih sering untuk membuatnya efektif, untuk perawatan, penyemprotan dilakukan seminggu sekali namun kalau sudah terserang hama bisa dilakukan penyemprotan 2-3 hari sekali.

    Perlu diperhatikan bahwa pestisida nabati tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Setelah dibuat harus segera diaplikasikan sehingga kita harus membuatnya setiap kali akan melakukan penyemprotan.

    Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli pestisida, ataupun perlengkapan pertanian lainnya,silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube Dian Yudyatman

  • Cara Mengatasi Kutu Putih Pada Tanaman

    Kutu putih atau kutu kebul yang menyerang tanaman dapat berakibat cukup fatal yaitu  penanganannya harus dilakukan sejak dini.

    Kerusakan pada tanaman yang disebabkan kutu putih ini yaitu menyebabkan dedaunan rusak dan berguguran dikarenakan adanya virus mosaik kuning atau virus gemini yang menular dan merusak dedaunan, memakan nutrisi berupa cairan dan getah pada tanaman, menghasilkan zat lengket atau sekresi yang biasa dikenal dengan embun madu yang akan memicu tumbuhnya jamur jelaga yang mengurangi kemampuan tanaman untuk menyerap cahaya matahari, merubah struktur pada tanaman.

    Cara kutu putih menyerang tanaman adalah dengan menghisap cairan pada bagian daun dan pucuk tanaman yang dapat berakibat daun mengkerut dan pucuk tanaman menjadi kerdil. Selain itu kutu putih memiliki kemampuan terbang yang memudahkannya untuk berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain dengan sangat cepat. Kutu putih juga dapat mengeluarkan embun yang dapat mengundang datangnya semut. Selain menyerang pada bagian daun dan batang tanaman, kutu putih juga menyerang pada bagian buah sehingga menurunkan hasil produksi panen. Dalam kondisi yang optimal, satu betina akan menghasilkan 200-600 keturunan, dimana semua keturunannya adalah betina.

    Kutu putih juga dikenal dengan kutu kebul yang merupakan hama yang sangat berbahaya bagi tanaman. Kutu putih biasanya ditemukan pada bagian bawah daun, menghisap getah dari tanaman yang ia tinggali.

    Cara Mengatasi Kutu Putih Pada Tanaman dapat dilakukan dengan cara dan bahan yang sangat sederhana yang dapat dengan mudah kita dapatkan dan dengan harga yang murah tentunya. Apa saja bahan-bahannya dan bagaimana cara aplikasinya? Mari simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

    BAHAN DAN ALAT

    • Deterjen segala merek
    • Garam inggris/epsom salt, jika tidak ada bisa menggunakan penyedap rasa/micin/MSG .
    • Air bersih
    • Sprayer

    TAHAP PEMBUATAN DAN CARA APLIKASINYA

    Untuk mengendalikan hama kutu putih, bahan yang digunakan adalah deterjen, sedangkan garam inggris atau micin digunakan untuk pemulihan tanaman yang rusak akibat hama kutu putih.

    Larutkan setengah sendok makan deterjen ke dalam 2 liter air bersih, aduk hingga larut merata dan masukkan ke dalam sprayer.

    Semprotkan merata ke seluruh bagian tanaman terutama bagian yang terserang hama kutu putih tersebut. Selain untuk mengatasi kutu putih larutan pestisida dari deterjen ini juga mampu untuk mengendalikan ulat yang menyerang tanaman.

    Setelah penyemprotan, tunggu hingga 20-30 menit atau jika terlihat hama sudah mati untuk kemudian dilakukan pembilasan. Pembilasan ini dilakukan untuk membilas atau membersihkan sisa pestisida deterjen dari tanaman yang telah disemprot sebelumnya, caranya adalah dengan menyemprot ulang pada tanaman menggunakan air bersih secara merata, agar sisa pestisida tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

    Tahapan selanjutnya adalah melakukan pemulihan pada tanaman yangmana tanaman tersebut telah rusak diakibatkan serangan hama kutu putih.

    Sebagaimana telah disebutkan di atas, untuk pemulihan tanaman dapat digunakan garam inggris atau micin/MSG.

    Garam inggris ini memiliki kandungan yang sangat baik digunakan untuk tanaman dan cocok diaplikasikan dalam bidang pertanian, karena mengandung unsur magnesium dan sulfur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Diantara manfaat garam inggris untuk tanaman adalah untuk pertumbuhan bibit atau membantu proses kecambah, meningkatkan penyerapan nutrisi, meningkatkan produksi, membantu adaptasi pindah tanaman, membuat daun lebih hijau, mencegah keriting pada daun, menjaga tanaman dari hama, baik untuk bunga mawar dan tanaman bunga lainnya, meningkatkan tingkat klorofil serta membantu membunuh gulma tanaman.

    Sedangkan micin memiliki kandungan utama berupa natrium benzoat. Menurut penelitian, unsur natrium ternyata memiliki fungsi sebagai alternatif kalium bagi tanaman, dengan kata lain fungsi natrium hampir sama dengan kalium (K). Dimana kalium tersebut merupakan salah satu unsur hara makro yang berperan penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman.

    Selain itu kalium diketahui memiliki manfaat untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap peyakit, mengatur pembukaan dan penutupan stomata, meningkatkan fotosintesis dan metabolisme tanaman. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan tanaman secara langsung. Oleh karena itu dengan memberikan micin pada tanaman, maka tanaman akan menjadi subur.

    Cara aplikasi garam inggris atau micin adalah dengan melarutkannya ke dalam air dengan dosis ½ sendok makan per 2 liter air untuk disemprotkan ke seluruh bagian tanaman.

    Pengendalian hama kutu putih ini sebaiknya dilakukan pada sore hari.

    Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Kutu Putih Pada Tanaman, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

    Untuk membeli pestisida, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

    Referensi: Channel Youtube Bertani Buah