Cara Membuat POC Generatif

Pemberian pupuk pada setiap tanaman, harus menyesuaikan dengan fase pertumbuhannya. Jika tanaman dalam fase pertumbuhan batang akar dan daun maka sebaiknya tanaman diberi pupuk yang sifatnya mendukung proses vegetatif atau pertumbuhan, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Sementara ketika tanaman telah berbunga atau memasuki masa pembuahan maka sebaiknya kita mengganti pupuknya dengan memfokuskan kepada pupuk generatif.

Tanaman pada fase generatif membutuhkan P dan K dan seminimal mungkin N, dan ini kebalikan dari tanaman pada fase vegetatif. Jika pemberiannya tidak tepat misalnya memberikan pupuk vegetatif pada tanaman yang sudah sampai fase generatif ada beberapa implikasi karena tanaman tersebut kelebihan nitrogen (N) dan kekurangan P dan K yang justru sebenarnya sangat dibutuhkan. Akibatnya tumbuh kembang bunga dapat terhambat, dan lebih buruknya buah yang sudah terbentuk dapat rontok. Pada konteks tanaman padi jika pemberian nitrogen berlebihan pada fase generatif dapat berakibat gagalnya pengisian bulir padi.

Pada artikel sebelumnya telah kita ulas mengenai cara membuat POC untuk fase vegetatif tanaman, dan pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai cara membuat POC Generatif meliputi bahan-bahan yang dibutuhkan serta bagaimana cara membuatnya.

BAHAN DAN ALAT

  • 50 liter urin, baik itu urin kelinci, kambing atau sapi, jika sulit mendapatkan urin hewan, bisa juga menggunakan rendaman kotoran hewan tersebut dengan merendamnya selama 3 hari dengan takaran 25 kg kotoran hewan dalam 50 liter air.
  • 25 liter air cucian beras
  • 10 kg bonggol pisang yang telah dicacah menjadi bagian-bagian kecil, untuk menaikkan kandungan fosfat pupuk
  • 10 kg sabut kelapa yang telah dipotong-potong atau disuir kecil, namun gunakanlah yang sudah dicuci atau direndam dengan air tawas selama 1 hari, agar steril dari zat tanin yang keberadaannya justru dapat menghambat pertumbuhan tanaman
  • 5 kg daun ubi jalar atau daun krokot. Daun ubi jalar sebaiknya diambil/dipetik diatas jam 9 malam atau dibawah jam setengah 6 pagi, karena pada jam tersebut beberapa enzim yang dibutuhkan tanaman sedang berada di daun, dan pada siang hari biasanya enzim tersebut akan kembali turun ke akar.
  • 2 kg dedak/bekatul, gunakanlah yang masih segar, tidak ada kutunya dan aromanya masih fresh, tidak apek. Masak bekatul tersebut hingga mendidih dalam 2 liter air, agar steril dari kutu, bakteri serta patogen dan dinginkan dahulu sebelum digunakan
  • 1 kg gula aren yang telah dihaluskan dan direbus dengan 1 liter air
  • 1 liter isolat bakteri atau menggunakan EM 4 Pertanian untuk proses dekomposisi
  • Tong kapasitas 120 liter atau wadah sejenisnya yang dapat ditutup rapat sebagai wadah penyimpanan

PROSES PEMBUATAN

Tahap pertama yang perlu dibuat adalah starter atau isolat bakteri yang dibuat lebih awal 1 malam sebelum pembuatan POC agar proses penyiapan bakteri menjadi lebih baik. Caranya adalah dengan mencampurkan EM4 dengan larutan gula merah sesuai dosis diatas, lalu aduk hingga merata dan diamkan selama 1 malam.

Setelah semua bahan siap, masukkan ke dalam tong atau wadah penyimpanan untuk proses fermentasi, dan untuk larutan starter atau gula merah dan EM4 dimasukkan paling akhir.

Setelah semua bahan masuk, kemudian tutup rapat namun dengan menerapkan sistem aerasi. Maksud sistem aerasi ini adalah dengan menutup rapat tempat penyimpanan namun dengan memberi selang untuk mengeluarkan gas yang timbul akibat proses fermentasi, dengan ujung selang dimasukkan ke dalam botol berisi air. Dengan demikian gas dari dalam wadah penyimpanan dapat keluar namun udara dari luar tidak dapat masuk. Pengisian tong ini jangan terlalu penuh namun sisakan 10% ruang kosong untuk aerasi.

Proses fermentasi ini berlangsung minimal selama 14 hari atau sampai tidak lagi keluar gelembung gas dari selang aerasi. Jika proses fermentasi telah selesai selama 14 hari atau gas telah hilang, maka tong sudah dapat dibuka dan POC tersebut sudah dapat diaplikasikan ke tanaman. Akan tetapi sebelum pupuk digunakan berikan jeda waktu paling tidak 3 hari dari pembukaan tong.

Cara aplikasi POC ini ke tanaman dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara dikocor/penyiraman ke lahan dan metode spray/disemprotkan ke batang dan daun tanaman.

Adapun dosisnya adalah setiap 200ml POC untuk dilarutkan ke dalam 15 liter air untuk aplikasi kocor, sedangkan untuk aplikasi dengan cara spray, dosisnya dapat dikurangi setengahnya yaitu 100ml POC untuk dilarutkan dengan 15 liter air.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat POC Generatif, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli pupuk organik cair, ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Ensiklo