Alpukat (Persea americana Mill) adalah tanaman buah berupa pohon yang diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Tanaman alpukat berasal dari daratan rendah/tinggi Amerika Tengah.
Sampai sekarang berbagai jenis alpukat hasil persilangan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia dengan nama sesuai bahasa setempat. Di Indonesia tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan belum dibudidayakan dalam skala usahatani.

penenaman alpukat

1. Syarat Pertumbuhan
Syarat pertumbuhan tanaman alpukat, yaitu :
a. Iklim
-. Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses
Penyebaran.
-. Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-
1000mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari
kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih
dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 meter.
-. Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar
40-80%.
-. Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-
28,30C.

b. Media Tanam
-. Tanaman alpukat memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang
air, subur dan banyak mengandung bahan organik.
-. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah
lempung berpasir, lempung liat dan lempung endapan.
-. Keasaman tanah yang baik berkisar pH sedikit asam sampai netral
(5,6-6,4). Bila pH dibawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan.

c. Ketinggian Tempat
Alpukat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, mulai dari yang rendah (0 m dpl) sampai dataran tinggi (2000m dpl). Namun, alpukat paling cocok ditanam pada ketinggian antara 200-1000m dpl.

2. Bibit Alpukat

Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat di peroleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi. Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan, karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya, sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah dan buah yang dihasilkan mempunyai sifat yang sama dengan induknya.

3. Penanaman Alpukat

a. Pembuatan Lubang Tanam
-.Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi masing-
Masing 75cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih
kurang 2 minggu.
-.Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan.
-. Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah
bagian atas dicampur dulu dengan 20kg pupuk kandang sebelum
dimasukan ke dalam lubang.
-. Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk
memindahkan mengingat letak lubang tanam.

b. Cara Penanaman
-. Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan
tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mangalami
penurunan.
-. Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar
wadah bibit.
-. Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya
agar gumpalan tanah tetap utuh.
-. Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukan dalam
lubang setinggi leher batang, lalu di timbun dan di ikatkan ke ajir.
-. Buatlah peneduh. Peneduh ini berfungsi sebagai naungan sampai
Tumbuh tunas-tunas baru lebih kurang 2-3 minggu.

Sumber : cybex.pertanian.go.id