Manggis adalah tanaman yang membutuhkan iklim lembab sampai basah dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun atau minimal 5 bulan, Kondisi iklim ini dimiliki oleh berapa wilayah dipulau Lombok sebagai sentra penanaman buah manggis. Namun sayangnya kondisi komoditas hortikultura yang satu ini belum bisa bersaing di pasar global lantaran kualitas buahnya yang masih di bawah standar persyaratan SPS WTO, dikarenakan tanaman manggis yang ada sekarang merupakan tanaman yang hidup di perkebunan dan halaman masyarakat yang tanamannya merupakan tanaman warisan dan kurang terpelihara. Melihat kondisi tersebut perlu diadakan peremajaan tanaman dengan bibit unggul dan perawatan yang prima agar dapat menghasilkan produksi buah dengan kualitas prima. Berikut teknik budidaya tanaman manggis agar mampu menghasilkan buah yang prima.

budidaya tanman manggis

Persiapan lahan dan Penanaman

Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm & tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm & tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari. Kemudian masukkan tanah bagian dlm (galian ke dua) & masukkan kembali lapisan tanah atas yg telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. utk lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul & saluran drainase utk mencegah erosi.
Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar.

Cara menanam bibit yg benar adalah sebagai berikut:

• Siram bibit di dlm polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan
• Buang sebagian akar yg terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
• Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar & padatkan tanah perlahan-lahan.
• Siram sampai tanah cukup lembab.
• Beri naungan yg terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. atau pohon-pohon yang berfungsi sebagai pelindung alami. misalnya tanaman Albisia & Lamtoro

Pemeliharaan tanaman manggis

1. Penyiangan dan Pemangkasan
Penyiangan dilakukan secara kontinyu & sebaiknya dilakukan bersama dengan pemupukan & penggemburan yaitu dua kali dalam setahun. sedangkan pemangkasan yaitu pemangkasan ranting-ranting manggis yg tumbuh kembar & sudah tidak berbuah utk mencegah serangan hama & penyakit.

2. Pemupukan
• Pohon Manggis berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
• Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 & 900-1000 gram KCl (3:1:2) yg diberikan dlm dua sampai tiga kali.
• Pohon berumur 4 tahun & seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Pupuk ditaburkan di dlm larikan/di dlm lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. dlm larikan & lubang sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.

3. Penyiraman dan Pemberian Mulsa
Tanaman manggis yg berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yg cukup & terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yg berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram. sedangkan pemberian mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yg masih kecil utk menekan gulma, menjaga kelembaban & aerasi & mengurangi penguapan air.
Manggis (Garcinia mangostana L) adalah buah dengan kelezatan dan cita rasa, serta penampilan yang khas, bahkan di luar negeri buah ini di kenal sebagai Queen of fruit. Tak terlalu berlebihan kiranya manggis di juluki sebagai the queen of fruit mendampingi the king of fruit (Durian), karena Hampir keseluruhan bagian yang terdapat dalam buah Manggis, mulai dari buahnya yang segar, kulit buahnya, daun bahkan kulit kayunya memiliki aneka khasiat untuk kesehatan manusia. Kandungan yang terdapat di dalam kulit buah manggis adalah xamthon, Vitamin C, Vitamin B komplek dan rendah kalori.

Sumber : cybex.pertanian.go.id

 

Artikel Terkait

Budidaya Kelapa Kopyor Kelapa kopyor adalah tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi ...
Cara Menghitung Jarak Tanam Cara menghitung jarak tanam pada dasarnya menggunakan rumus di bawah ini: "Jumlah Tanaman" = "Luas Lahan" dibagi "jarak tanam" atau "Luas Lah...
Budidaya Sirsak Merah Buah sirsak adalah buah yang cukup populer diindonesia, terkecuali mempunyai rasa yang manis serta buah yang fresh, sirsak ini mempunyai kandungan giz...
Cara Mengetahui MDPL Daerah Tertentu Tanpa Menggun... Rekan-rekan semuanya, dalam bercocok tanam kita pastinya memerlukan data dari lahan yang akan kita pakai untuk bercocok tanam, misalnya pH tanahnya, k...
Pengertian Pestisida Insektisida dan Fungisida Halo, apa kabar? Menanam apa di musim hujan yang baru ini? Di musim hujan yang masih termasuk awal ini kami dari kampustani.com menyarankan kawan-kawa...
Cara Semai Biji Sengon 1. Sebelum kita cambahkan harap dipastikan polybag sudah siap,  kita membutuhkan polybag banyak, 1kg benih sengon akan membutuhkan sekitar 25.000 ...
Cara Menanam Kangkung Hidroponik Bagi mereka yang mengetahui cara menanam kangkung hidroponik, tentu akan mendapatkan nilai keuntungan yang lebih besar. Hal ini karena di sebagian mas...
Budidaya Buah Melon Usaha budidaya melon (Cucumis melo) awalnya terdapat di Cisarua-Bogor dan Kalianda-Lampung, namun saat ini sudah menyebar di wilayah di Indonesia. Pro...